Monday, August 29, 2011

Menjadi Penghuni Asrama UI 2011

Filled under:

Setelah pengumuman diterima menjadi mahasiswa UI, yang pasti pertama kali terpikir adalah dimana kita akan tidur. Karena tempat tinggal lah pijakan awal sebelum menggapai mimpi-mimpi besar kita. Tempat nyenyak tidur kita sebelum bermimpi besar bagi bangsa ini.

Ada dua hal yang ditawarkan ketika masuk UI. Mau jadi anak kost, apa ikut asrama terlebih dahulu. Asrama UI ditawarkan bagi mahasiswa luar jabodetabek. Hal ini didasari bahwa masih dibutuhkan proses adaptasi dari mahasiswa yang berasal dari daerah, terutama dalam rangka untuk memfilter informasi-informasi yang masuk agar mengantisipasi hal-hal yang kurang bermanfaat. Tapi banyak juga yang memilih kost, meski dari daerah.

Sebagian besar mahasiswa UI yang berasal dari SMAN 1 Cibadak 2011 untuk tahun pertama tinggal di asrama. Hal ini mengingat dari kakak kelas sendiri lebih mendorong untuk memilih asrama. Alasannya yakni murah. Terus bisa mendapatkan lebih banyak teman. Dalam hal ini mahasiswa dari berbagai daerah, berbagai fakultas berkumpul di asrama. Masih banyak alasan lain, namun terangkum seperti itu.

Untuk registrasi Asrama UI 2011, ternyata ada sedikit perubahan dimana sekarang katanya rektorat yang menentukan. Tidak dikelola otonomi oleh kepala asrama. Hal ini berakibat pada melarnya waktu pengumuman. Selayaknya ketika kegiatan mahasiswa baru dimulai tanggal 6 Agustus, maka satu minggu sebelumnya asrama telah dapat ditempati. Ternyata, kita harus menunggu pengumuman di website tentang penghuni asrama, baru boleh registrasi ulang.

Dari selentingan-selentingan muncul isu bahwa pengumuman dikeluarkan tanggal 4 Agustus, sungguh mepet. Dan ternyata tanggal 4 pun belum ada pengumuman. Telah banyak mahasiswa terutama dari yang diluar daerah yang terpaksa menginap di Asrama, namun karena belum registrasi jadi harus membayar 50 ribu.

Tanpa pikir panjang, meski tanggal 5 shubuh setelah sahur belum ada pengumuman pasti tentang asrama, saya berangkat diantar keluarga, bersama seorang teman dan ayahnya. Setibanya di asrama sekitar pukul 9, masih belum ada kepastian, ternyata pengelola sedang mengurusi masalah ini di rektorat. Kita disuruh menunggu. Telah banyak orang dari berbagai daerah yang menunggu, dengan koper-koper gede mereka yang dengan sabar ditemani oleh orang tua.

Sehabis solat jum'at barulah keluar secara resmi pengumuman penghuni asrama UI 2011. Seraya menunggu bikun yang belum muncul pula, sambil bimbang karena ada acara briefing PSAF MIPA. Maka terpaksa saya bersama teman naik ojek ke asrama. Tarif ojek asrama sedekat apapun 5000. Tapi kalau dari asrama terus ke FMIPA yang agak jauh, atau diujung maka bisa sampai 7000, tergantung bagaimana cerdas kita mengelola uang kita.

Sesampainya di asrama, meski sebenarnya harus menyelesaikan perkara administrasi asrama, tapi jadwal kala itu adalah briefing tugas PSAF yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bahwa lebih baik PSAF dulu, dan masalah administrasi diselesaikan oleh orang tua.

Sekembalinya dari briefing tugas PSAF setelah bertemu dengan kakak-kakak berjakun. Saya bertemu orang tua, dan disampaikan bahwa administrasi telah selesai. Tinggal menunggu dipanggil. Jadi, orang tua pun menunggu di kantin asrama dan saya menggantikannya untuk mengantri. Parah sekali. Saya baru mendapatkan kamar dan dipanggil untuk menghadap dan memperoleh secarik kertas yang konon harus difotokopi terlebih dahulu.

Alhasil, meski rela berbuka dengan es terlebih dahulu. Tapi ketika mendapatkan kunci kamar, semua masalah hari itu selesai. Dan orang tua pun bisa pulang setelah lelah menyelesaikan administrasi mulai dari mencetak surat pernyataan, membayar biaya awal dan bulanan untuk bulan agustus, serta menunggu sekian lama. Pada malam harinya sekitar pukul 09.00 orang tua pulang

Posted By Andika Galih Priadi8/29/2011