Saturday, December 29, 2012

Maaf Mentari, Janjimu tak Kupenuhi. Ku tak datang menyambutmu di pagi hari

Filled under:

Terbangun disambut senyumnya sang mentari. Meski pagi telah menggelitik sejak tadi, aku menjawab dengan tak pasti. Dengan senyuman tak berarti, dengan gerakan tak menyentuh. Ku berjanji pada matahari untuk datang, namun entah mengapa pagi ini tak seperti biasanya.

Hingga akhirnya seorang sahabat memanggilku, akankah kau memenuhi janjimu pada mentari. Rasanya kala itu suaranya terdengar begitu jelas, namun tubuh memberi jawaban dengan tidak memberi jawaban. Tubuh begitu tak berdaya, entah mengapa, bahkan mata pun seakan tak mengalah untuk tetap terpejam. Otak pun mengalah dan memberikan sedikit waktu untuk memenuhi apa yang belum terisi.

Akhirnya jam menunjukkan pukul 10.30. Terbangun, dengan seutuhnya. Dan lewat sinarnya yang menyusup di antara dedaunan yang begitu rimbun, mentari menitipkan sebuah pesan. Sebuah kekecewaan, karena kutau sinarnya tak seperti biasanya. Karena janji untuk menyambut mentari di pagi hari tidak terpenuhi. Mentari hanya minta untuk disambut di pagi hari, namun bahkan ku tak memenuhi.

Iya, itu salahku. Pagi ini terasa tak seperti biasanya, salahku karena kemarin aku terlalu asyik menemani malam. Hingga pagi begitu berat. Hingga pagi ku terlambat menyambut mentari. Maafkan aku wahai mentari, aku harap kau mengerti, engkau sahabat terbaik sang bulan, dan malam begitu setia bersama bulan. Semoga bulan menyampaikan yang terbaik, wahai mentari..

Untukmu, kucoba mengejar. Tak perlu kutitipkan pesan balasan, kembalilah wahai sinar kepada yang mengirimmu. Dan kucoba menjawab dengan sebuah jejak. Berlari, aku berlari. Tak perlu sarapan, pagi ini. Karena ku tau, itu hanya akan membuatmu semakin tinggi, semakin jauh. Berlari, meski jejak malam ini masih terlihat di kelopak mataku. Yang terpenting tidak terlambat..

Akhirnya tiba di sebuah pilihan. Menanti angin, ataukah kupanggil burung untuk mengantar ku menuju langit itu. Entah mengapa, angin di pagi ini sedikit jarang menampakan kehadirannya. Mungkin di hari-hari ini angin sedang mengembara untuk memberikan penyegaran bagi yang mencarinya. Akhirnya kupanggil sebuah burung dengan sebuah alunan merdu nada dari suara mulut yang kubuat. Suaraku jelek, iya memang jelek tapi setidaknya burung mendengar.

Aku pun terbang, dan terus terbang hingga tiba di langit itu. Dengan seucap makasih dan sedikit biji kuberi sebagai bentuk terimakasih untuk burung yang telah mengantarku. Aku pun berlari menuju ke tempat mentari berada. 

Mentari masih ada, iya mentari masih ada. Untunglah mentari masih ada. Dia menatapku dengan sinarnya. Entah itu masih sebuah kekecewaan apa hal lain. Namun aku tak peduli, entah aku memenuhi janjimu atau tidak, tapi aku telah datang wahai mentari. Dengarlah lewat apa yang kulakukan untukmu.

Posted By Andika Galih Priadi12/29/2012

Thursday, December 27, 2012

Selalu ada alasan untuk menulis

Filled under:

Bagaimana pun, menjadi apa pun kapan pun dimana pun, selalu ada alasan untuk kembali, untuk kugores lewat seucap cerita. Saat kesibukan menjadi coretan untuk digores dalam setiap agenda harian, dan hanya tersisa sedikit waktu untuk menghela nafas, tetap rasa ini ingin selalu kembali.

Terkadang lupa, memang karena tugas tugas perkuliahan memenuhi hari sementara agenda lain tak pernah henti menyelimuti, memang lupa. Tapi terkadang, dari rasa yang terlupa itu selalu muncul kerinduan akan rasa ketika menulis. Memang tulisan tak berarti apa-apa, tapi selalu ada hal indah yang terjadi saat menulis dan terciptanya sebuah tulisan.

Selalu ada alasan untuk menulis

1. Ada dua orang teman yang punya pemahaman orang yang suka menulis adalah orang hebat.Tak ada salahnya meyakini itu, karena setiap orang itu hebat, dan harus tetap hebat.

2. Entah, setiap ku membaca sebuah cerita, sebuah tipe tulisan, terkadang hati selalu terpancing untuk menulis kembali. Terutama ketika tersiramnya kembali mimpi untuk menulis sebuah buku. Tidak tahu kapan itu akan terlaksana, yang pasti suatu saat aku pasti akan menulis sebuah buku... Meski kemampuan menulis ku masih jauh dari orang hebat, pasti akan tetap belajar untuk menjadi penulis hebat.. Seorang farmasis tidak harus selalu menulis buku tentang obat, pastinya keren kalau menjadi farmasis yang jago nulis..

3. Respek yang diberikan dari orang-orang terhadap blog ini cukup baik, terima kasih kepada teman-teman, para pembaca yang selalu memberikan apresiasi terhadap tulisan saya. Itu selalu menjadi angin segar, dan penyemangat untuk tetap berkarya.

4. Tak ada masa lalu dan masa depan untuk berkontribusi. -Azhar
Maka ketika perjalanan menjadi seorang mahasiswa super dijalani, menulis akan seperti minum di kala kehausan. Selalu ada rasa segar. 

Dan saya tau, hari ini tidak akan semudah hari kemarin. Esok selalu lebih berat. Tapi Insyaallah esok pun akan lebih baik, selalu yakin bahwa kita adalah orang yang diciptakan dengan penuh potensi, untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan berguna. Tetap berkontribusi! Tetap optimis! Amanah Oke! Prestasi Oke!

Karena kita adalah pemenang!
Harus selalu yakin! Bisa! Insyaallah!

Lagi ujian, baru aja ujian mikrob, dan besok ujian farkol. Jadi mohon doanya juga supaya ujiannya lancar ya, dan LULUS SEMUA!.. AMIINNN

Amiinnnn

Posted By Andika Galih Priadi12/27/2012

Thursday, December 13, 2012

Setangkai Mawar Putih

Filled under:

Selalu indah ketika langit begitu biru, selalu megah ketika senyum saling bertemu, selalu merah ketika wajah sedang tersipu. Saat berdiri menatap cakrawala, menantang siang, kau bisa memilih untuk merasakan bahwa siang begitu panas, mentari begitu menyengat, menggerogoti kesegaran, merenggut semangat untuk bertualang. Disisi lain kau bisa memilih untuk merasakan bahwa dengan mentari yang menemanimu, maka bayangannya di balik cakrawala begitu mempesona, berjuta warna begitu menggoda, menatap sejuknya sebuah senyuman, membawa kebermanfaatan bagi tumbuhan, melukis cerahnya hari, menyelimuti kita dengan keindahan.

Seperti keindahan sebuah senyuman, indah, bukan karena diberikan dari orang yang indah, tapi senyuman itu diberikan dengan cara yang indah dari hati yang indah. Yang terindah memang pasti indah, tapi yang indah belum tentu jadi yang terindah.

Andai indah itu disandingkan dengan setangkai mawar putih, maka keindahan yang hakiki bukan karena setangkai mawar itu sendiri. Dalam sebuah taman mawar, semuanya begitu indah. Indah karena keindahan tidak berdiri sendiri, bukan karena sebuah bunga maka kita sebut itu indah, tapi karena bunga-bunga yang indah berdampingan membawa keindahan yang benar-benar indah.

Itulah kebersamaan yang membawa pada keindahan. Tapi jika hanya setangkai apakah itu tetap indah?

Setangkai itu indah karena tidak hanya setangkai. Tapi karena kau titipkan kepada bunga itu berbagai perasaan baik itu cinta, perasaan, kesungguhan, ketulusan, kejujuran dan rasa-rasa positif lainnya.

Iya itu indah, saat seseorang mengungkapkan perasaan cintanya dengan setangkai mawar putih.
Iya itu indah, saat seseorang mengungkapkan rasa maaf, kesungguhan, ketulusan, kejujuran dan atau apapun itu melalui sebuah mawar putih.
Iya itu indah. Bahkan ketika seseorang berniat pergi, dengan kesedihan yang dititipkan lewat setangkai mawar putih. Itu tetap indah.

Karena hati akan bertemu dengan hati, hati mendengar hati. Hati yang kau titipkan dalam setangkai mawar putih untuk mengirim seuntai kata, akan sampai pada hati yang kau tuju.

Karena hati hanyalah hati, maka pastikanlah hati ini tetap mendengar pesanmu wahai mawar putih, dari siapa yang mengirimmu. Pastikanlah hati ini bisa tetap percaya, bahwa yang mengutusmu memberikan pesan yang bisa dipertanggungjawabkan, yang bisa melukis senyuman yang benar-benar senyuman.

Karena hati harus berhati-hati, maka pastikanlah ketika hati ini telah tersenyum, jagalah senyuman itu. Jangan sampai senyuman itu kembali tergores. Karena senyuman begitu indah, jagalah senyuman ini agar kelak bisa bertemu dengan senyuman-senyuman yang lain di suatu waktu yang kita nantikan..


Posted By Andika Galih Priadi12/13/2012

Monday, November 12, 2012

Tunaikan 10 Wasiat

Filled under:


  1. Bangunlah segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengar azan walau bagaimanapun keadaanmu
  2. Baca, telaah dan dengarlah al-Qur'an, berzikirlah kepada Allah SWT dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya.
  3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih
  4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan
  5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berzikir) adalah tenang dan tenteram
  6. Jangan suka bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus-menerus
  7. Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti
  8. Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik
  9. Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah adalah comta dam ta'awun (kerjasama)
  10. Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya jauh lebih bertumpuk daripada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya. Dan apabila kalian mempunyai keperluan, maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan (Happy Ending Full Barokah - Solikhin Abu Izzudin)

Posted By Andika Galih Priadi11/12/2012

Sunday, November 11, 2012

Goresan Indah Perjuangan

Filled under: ,


Baru saja kita telah melewati satu di antaranya banyaknya ujian kehidupan. UTS Patobiokimia yang merupakan tipikal ujian open book yang you know laah kalau itu open book artinya apa? Menjadi mbah google alias mesin pencari untuk waktu yang cukup lama, yakni 90 menit. Insyaallah ini masuk 3 ujian terakhir untuk sesi sekarang, karena setelah ini masih ada dua perjuangan lagi yakni uts ABBF dan uas prakt Anfiskim. Semoga kita yang tadi ujian diluluskan dengan nilai yang memuaskan hati, menyejukkan mata dan enak didengar.

Begitulah hari ini telah kita lewati satu ujian. Tapi ujian selalu ada seperti gerahnya padang pasir, maka semoga semangat kita untuk menjadi salju meski tak berarti apa-apa di hamparan padang pasir. Begitu banyaknya amanah yang bersama kita jalankan. Memang ini resiko, karena kita telah menjadi fakultas baru, namun dengan sumber daya yang tetap sedikit (sebenarnya biarpun kita mahasiswanya banyak, masih diragukan apakah akan termanfaatkan semuanya), artinya amanah akan selalu menyapa kita. Dengan gagahnya kita bercerita bahwa kita menjadi PO inilah, jadi staf maser, jadi staf mii, jadi staf pharcare, staf pharweeklah, staf pemira lah, PJ apalah, apapun itu, itu semua amanah yang semoga menjadi lahan kita untuk beramal dan berkarya bagi fakultas tercinta, tapi tak lupa mungkin saja orang yang banyak dosanya adalah orang yang banyak dosanya karena banyak amanah, maka mari kita selalu berhati-hati menjaga itu.

Insyaallah sebentar lagi kita akan tiba di persimpangan jalan. Saat kita tiba di penghujung tahun kepengurusan. Yang akan menjadikan sebuah kenangan terindah pengalaman, bersama kita telah mengarungi sebuah perjuangan.

Dan sekarang disinilah kita berdiri, di hari, di sebuah persimpangan jalan. Jalan kita memang  akan terpisah, tapi sekarang kita sedang bersatu dalam satu visi besar, untuk mengusahakan terbentuknya sebuah keluarga besar. Dan dari situ pula lah, maka kita perlu tetap semangat berjalan, meski entah sampai kita akan terus berjalan. Kita harus tetap fokus, karena kerikil besar akan selalu ada dan menghambat derap langkah kita. Meski kita terjatuh, maka akan selalu berpangku tangan untuk bangkit.

Telah cukup jauh jalan yang kita tempuh, telah banyak deras ombak yang kita tantang, meski harus dibayar dengan kelelahan. Meski waktu begitu mudah tumpah, terima kasih untuk semua tenaga yang tercurah, semua pemikiran yang telah tertuang, semua semangat yang selalu terbang.

Perjuangan kita belum lah usai, kawan. Bahtera yang kita bawa memang besar, ombak memang kuat tapi semua itu tidak berarti apa-apa karena kita bersama. Memang kadang kebersamaan kita sedikit tergores oleh ketidaksamaan persepsi, oleh kelelahan, tapi inilah kita kawan inilah yang harusnya mempersatukan kita. 

Ini bukan tentang bagaimana kita sampai disana, tapi tentang bagaimana perjalanan ini membentuk kita yang satu, satu keluarga

Posted By Andika Galih Priadi11/11/2012

Tipikal Ujian Anak Farmasi

Filled under: ,


Terinspirasi dari ujian kemarin yang cukup membuka cakrawala, maka kali ini ingin coba menggores sebuah coretan tentang ujian-ujian di farmasi, lebih tepatnya tipikal ujian yang pernah terlewati hingga hari ini.

Sebagai pembuka, ada sedikit pembeda antara mahasiswa dan siswa itu adalah mahasiswa ujiannya dikit, tapi dari yang sedikit itu justru menentukan apakah tahun depan kita perlu bertemu dengan dosen ini ataukah enggak (ngulang, you know?). Memang yang sedikit itu luar biasa, yang sedikit menentukan yang banyak. Nah, maka dari itu kita perlu berhati-hati memanfaatkan sedikit momen ini agar tidak terpeleset ke dalam sesuatu yang tidak kita harapkan.

Jadi kita mulai, tipikal yang pertama itu OPEN BOOK.

Nah, ini ujian yang baru saja saya sapa kemarin yakni uts patobiokimia. Tipikal ujian open book itu you know laah kalau itu open book artinya apa? Kita mesti menjadi mbah google dalam kurun waktu yang ditentukan. Biasanya kita menyiapkan sendiri apa-apa saja yang kita punya, mulai dari fotokopian inilah fotokopian itulah. Sampai akhirnya meja kita seperti meja di tukang fotokopi, kertas berserakan. Padahal kursi kita kecil (kursi belajar mahasiswa, bukan kursi anak SD). Coba kursi anak SD, tar kolong mejanya jadi perpustakaan mendadak deh. Nah, disini pilihannya mau nyiapin buku-buku juga apa nggak. Bayangin aja kalo openbooknya open martindale yang gedenya segede ‘alaihim itu, yang biasa dipake ganjel pintu, alas tidur, ato tempat duduk.
So,
Keuntungan : Bisa buka-bukaan apa aja, semau kita, bisa aja ketuker bukunya sama sebelah kita
Kerugian  : Soal lebih rumit, meja berantakan, mata lelah scanning mulu.

Tipe yang kedua yaitu OPEN Rangkuman
Nah, tipe ujian ini ditemukan di ujian MPKT B semester pertama. Hampir sama dengan tipe yang pertama, tapi disini apa-apa yang ingin kita buka itu dipindahkan ke dalam sebuah rangkuman kertas HVS 1 lembar. Bayangin man, saking rajinnya ampe itu kertas HVS udah kayak dikerumunin semut kecil-kecil. Nah itu orang rajin amat. Ada juga sih yang cuma dikit tulisannya gede-gede.

Tipe yang ketiga yaitu Pilihan Ganda
Tidak perlu banyak dibahas pun sepertinya kita telah terbiasa dengan tipe ini, dari mulai UN, SNMPTN, SIMAK, dsb. Ya paling dibedakan yang PG a,b,c PG 1,2,3,4 sama PG benar salah.. Tipe-tipe ini seperti tipe ujian IBD, Farkol
Tipe yang keempat yaitu Essay
Nah, ini tipe  yang lumayan mengasyikkan karena biasanya soalnya cuma dikit, paling sampe 10, atau bahkan cuma 5 tapi anaknya banyak, terus biasanya jawabannya itu minimal 2 lembar folio itu kepake, bahkan ada yang minta lagi (ga ngerti lagi dia nulis apa aja disitu *curhat kali ya). Contoh : ABBF, Kimor,
Tipe yang kelima yaitu pilihan ganteng
Sebenarnya saya tidak tau harus memberi nama apa, yang pasti ketika ada pilihan a,b,c,d,e kita harus mengecek semuanya benar apa salah. Jadi dicontreng semua di bawah itu ad benar salahnya. Misalnya, yang termasuk pria ganteng
a. Andika b. Galih c. Iin d. Een f. Priadi
a.      B/S
b.     B/S
c.      B/S
d.     B/S
e.      B/S
Jadi yang dibuletin itu yang masuk kategori. Misalnya jawabannya a b sama e. Maka lingkari di yang benar A, B sama E. Sisanya dilingkari di yang salah. Ujian Farfis
Tipe yang keenam yaitu basah-basah kering
Nah ini ujian untuk praktikum yang harusnya kan praktikum juga, tapi ternyata ujiannya itu hanya ujian tulis. Prakt IBD

Mungkin segitu dulu tulisan kali ini, karena sudah semakin terkikis informasinya. Akhirnya menempuh ujian baru… Semoga langgeng



Posted By Andika Galih Priadi11/11/2012

Thursday, November 1, 2012

Jika harus terpaksa berputar

Filled under:

Saatku coba acuhkan tentang uts besok, maka perjalanan menjadi sebuah pilihan. Akhirnya pergi berkeliling untuk menemani survey apotek, pukul 22.00. Dan di perjalanan terfikir sebuah asosiasi tentang arus kehidupan..

Dan hidup itu adalah arus yang selalu mengalir, akan selalu berjalan. Dan disitulah kita terkadang akan searus dengan teman kita, atau kadang kita berbeda arus dan kita harus beputar.

Mari kita coba bandingkan dengan sebuah perjalanan. Bayangkan kita sedang membawa sebuah motor di jalan yang 1 arah. Ada 2 arah, tapi terhalang oleh penghalang jalan, dan arah jalan cukup lebar. Jejak motor pun mulai menampakkan dirinya saat kita mulai berjalan berkendara di motor, bayangkan 1 arah itu ada 3 wilayah untuk mobil. Dan kita berjalan dengan santai di jalan di jalan paling kiri. 

Karena suatu hal kita harus menyebrang, dan berputar. Akhirnya kita sedikit mengencangkan motor kita, dan di depan ada putaran, kita mengikuti arus tapi dengan arah perlahan-lahan ke kanan, mengikuti arus tapi kita tahu bahwa kita akan keluar dari daerah itu.

Akhirnya kita tiba di tempat perputaran. Tempat yang kita tuju ternyata tidak mengikuti arus setelah perputaran ini, tapi sedikit harus berbalik dari arus disitu. Motor-motor berjalan dengan kencangnya karena memang jalur cepat. Mobil-mobil pun demikian. Maka kita pun disapa dengan 2 pilihan..

1. Kita menanti hingga arus sedikit kosong, motor-motor yang kencang dan mobil yang kencang yang menjadi hambatan, kita coba lewati dengan perlahan-lahan memotong sambil mengangkat tangan dari jauh-jauh menyampaikan dalam bahasa tubuh untuk mengurangi kecepatan atau mengerem kendaraanya.. Dan melewati beberapa meter jalan dengan tangan terus sopan mengharap kendaraan-kendaraan lain mengalah

2. Kita mengikuti arus dulu, dengan ketika berputar lalu kita berjalan di jalur terkanan. Tapi dengan perlahan seraya mengikuti arus itu, kemudian perlahan-perlahan berpindah posisi semakin ke arah kiri hingga akhirnya keluar dari arus. Dan ketika tiba di yang paling pinggir dari jalan, maka tinggal berputar, lalu melawan arus tapi tidak mengganggu arus

Ada hikmah yang bisa kita ambil. 

Sudah lah ya, belajar untuk uts biofarset esok hari dulu lah..

Posted By Andika Galih Priadi11/01/2012

Sunday, October 28, 2012

Injeksi Semangat Baru

Filled under:

Lama kiranya tak menyapa malam bersama sebuah tulisan. Tak menggores keheningan dengan sebuah cerita. Tak mencoret kanvas dengan warna-warni kehidupan. Memang menjadi sebuah kesegaran saat kembali bisa mencuci muka dengan sebuah tulisan, setidaknya menyegarkan dari hari-hari yang cukup melelahkan, terutama di minggu-minggu ini yang selalu bermesra bersama uts tercinta.

Ya, itulah yang membedakan saat dulu menjadi seorang siswa SMA dan seorang mahasiswa. Dahulu, ujian menjadi hal yang selalu dekat karena setiap mentok di akhir Bab, mau tidak mau ya mesti ujian. Tapi mungkin otak kita jauh lebih segar, ya ibarat nasi hangat yang baru masak. Sementara sekarang, hidup mati kita dalam satu semester hanya ditentukan oleh 2 nyawa, yakni uts dan uas. Gagal itu, artinya kita bertemu lagi semester berikutnya, untuk mengasah kembali tentang materi itu.

Begitulah kiranya, dan di antara penyemangat hari-hari untuk selalu berjuang di bangku perkuliahan adalah rumah. Lamanya tak menulis disini, rasanya sepadan dengan lamanya tak pulang ke rumah. Pulang hanya menjadi niat, namun sebagian besar tertahan oleh tugas-tugas weekend yang cukup memakan waktu. Akhirnya, dikarenakan hari Jum'at kemarin ketika Idul Adha semua libur, maka praktikum hari itu pun libur sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang untuk kembali bertegur bersama harumnya udara kampung halaman, termasuk saya. Hari kamis yang kosong, menggelitik saya untuk pulang dari hari Rabu sore.

Dan sebagaimana Lebaran biasa, Idul Adha tersebut terasa seperti lebaran pada umumnya. Karena setelah berpuasa, buka bersama di luar sambil menuju ke rumah nenek dan akhirnya lebaran di rumah nenek. Mungkin bedanya waktunya yang lebih singkat, karena toh hari Sabtu pagi ada kuliah pengganti Pkl 08.00, no problemo.. 

Memang tak banyak yang memperjuangkan pulang, tak menyempatkan waktu pulang dikarenakan waktu yang tidak memadai, tapi bagi saya tidak ada salahnya untuk pulang. Beruntung juga tidak terlalu jauh, dan ada kereta Bumi Geulis yang menjadi saksi sejarah dalam setiap kepulangan dan keberangkatan saya.

Setelah berlibur panjang waktu semester 2 menuju 3, sebelum saya berangkat, saya diberi nasihat oleh Bapak saya bahwa minimal sebulan sekali harus pulang. Memang katanya saya disini belajar, tapi ada kewajiban orang tua lain, yaitu pendidikan keluarga.

Begitulah yang mungkin menjadi dasar hukum, tapi tidak benar-benar saya pahami seperti apa. Yang pasti, ketika saya bisa pulang, saya pasti pulang karena pasti akan selalu dinantikan oleh rumah. Dan selalu, rumah adalah tempat saya kembali menyiapkan bekal-bekal injeksi semangat untuk saya bawa kembali dalam meraih mimpi di jalan perjuangan ini.

Semangat!

Posted By Andika Galih Priadi10/28/2012

Thursday, September 27, 2012

Farmasi Terpatri di Hatimu

Filled under: ,

Sejujurnya saya tak tau apa yang ingin saya bicarakan pada tulisan kali ini, tapi saya ingin menulis. Tak tau apa yang ingin saya tulis, tapi rasa-rasanya saya perlu menyegarkan kembali semangat saya dengan menulis. Karena telah tertulis sejarah perjuangan saya dari 1 tahun yang lalu saat menjadi seorang mahasiswa baru melalui menulis, hingga akhirnya telah terbang sejauh ini menjadi mahasiswa yang baru 1 tahun.

Akhir-akhir ini rasa itu selalu menemani, tentang bagaimana menjadi mahasiswa sejati. Tentang bagaimana hidup dalam sebuah visi. Karena memang saya merasa ketika melangkah hanya sebatas mencari pengalaman, itu masih terasa hampa.

Nah, taun lalu visi saya adalah mencari banyak pengalaman. Alhamdulilah banyak pengalaman yang tertulis bersama di tahun pertama di Farmasi, setelah masa-masa keorganisasian. Mulai dari ikut MII, Kastrat, PSDM, kepanitaan pharcare, MII goes to renov, muker, dan sebagainya.. Nah, di semester I masih slow-slow aja, kuliah lancar, rapat masih biasa-biasa. Semester II mulai kerasa, kerjaan rapat mulu, tapi disitu, kadang ngerasa ada yang kurang karena kita tidak bisa menjadi bagian dari solusi. Rapat cuma mejeng muka biar keliatan sama kadeptnya (kalo kadepnya cowo), kalo cewe ya menundukan pandangan lah (ga nyambung).. 

Yah begitulah, ketika banyak rapat tapi di rapat itu kita tidak bisa menghadirkan suatu solusi atau pendapat, rasanya bagaikan jadi patung di antara keramaian. Kecuali kemarin sih, rapat sambil mengerjakan tugas, ngebatik 10x, itu beda lagi,haha. Begitu yang kadang masih kerasa. Karena masih banyak yang perlu dievaluasi dari diri sendiri..

Rasa-rasanya saya sering bercerita hal di atas, karena sejauh ini masih galau-galau untuk visi taun depan mau berkarya seperti apa di lembaga apa. Sebentar lagi masa-masa pemira kan dimulai, sepertinya akan ada kandidat-kandidat orang hebat baru yang akan maju, dan saya pun harus berfikir untuk bagaimana mengembangkan diri saya dan dimana..  Itu yang selalu menjadi pertanyaan sejauh ini

Waduh, besok presentasi patobiokimia. Tapi itulah bedanya menjadi mahasiswa baru dan lama. Dulu waktu saya maba, ada tugas itu ampe kepikiran mulu setiap hari (tapi ngerjain ga pernah), nah kalau sekarang ga usah dipikirin, tapi pas waktunya dipikirin ya pikirin dan kerjain langsung,hehe Semangatlah teman-teman!

Dan ada petuah dari teman saya kemarin malam sewaktu ngePES bareng, biasalah ngePES sambil minta petuah kepada orang hebat. Dia bercerita : "Saya kemarin nonton film, film itu bagus. Disitu ada pangeran yang ingin melakukan sebuah kegilaan karena bosan hidup menjadi pangeran. Ada seorang perempuan yang memberikan dia kata-kata yang sangat tepat menurut saya 'Jadilah pangeran dimanapun kamu berada, baik di depan rakyat, atau pun di belakang'.

Terus ada lagi ketika saya meminta saran untuk bagaimana mengembangkan diri. Dia bilang dia pernah baca, atau ga tau nemu sendiri atau gimana. Kata-katanya : Untuk jadi tinggi kita harus merendah, untuk jadi besar kita harus mengecil, untuk jadi pintar kita harus bodoh, dst.

Sebenernya kata-katanya tidak tepat seperti itu juga, tapi mendekati seperti itulah. Saya menulis ini sepertinya dengan sedikit tergesa-gesa, jadi bahasanya pun agak sedikit gahul, padahal pengen lebih dibawa puitis. Tapi ya udahlah, patobiokimia menanti. Semangat semangat semangat!! Semoga Mabimnya Sukses!


Posted By Andika Galih Priadi9/27/2012

Friday, August 24, 2012

Bersiap Kuliah di Farmasi - Semester 3

Filled under: ,

Teringat tulisan lama yang telah berdebu, sebuah tulisan tentang perasaan sebagai Mahasiswa Baru Farmasi UI, tahun lalu, yang berjudul Menyeramkan kah Kuliah di Farmasi? Tanpa sengaja hati tergerak untuk kembali bercerita, tentang bagaimana akhirnya setelah 1 tahun menjadi mahasiswa farmasi.

Tulisan itu dibuat tahun lalu, saat diterima di farmasi, sebelum benar-benar terjun di dunia perkuliahan yang sebenarnya. Dan sekarang, tanpa terasa 1 tahun telah beranjak. Bahkan tulisan-tulisan di blog ini pun belum cukup banyak untuk dikatakan sebagai tulisan dalam 1 tahun, kecuali tulisan-tulisan yang kopi paste alias materi perkuliahan.

Teringat bagaimana gejolak pikiran saat itu, tentang dunia hafalan, dunia kimia dan biologi. Sebuah dunia yang tak pernah terbayang akan berada disana, meski tak sepenuhnya hafalan, karena pemahaman tentunya menjadi kunci cadangan. Meski tanpa hitungan yang menantang, selalu berharap tidak akan terjerumus dalam kegagalan, menuju yang terbaik yang bisa dilakukan.

1 tahun telah berlalu, mahasiswa menjadi pekerjaan kebanggaanku, tapi bukan sebuah kebanggaan dalam tanda kutip yang pernah diceritakan. Setidaknya, untuk lelaki seusiaku telah banyak yang bekerja, minimal menjadi buruh. Karena itu, ketika menghirup udara segar, dan dicampur aroma keramahan dari orang lain sambil bertanya "damel can jang?", tentunya dijawab dengan jawaban "teu acan pa, kuliah keneh". Tentunya itu jawaban yang sederhana, dan cuma ngingetin kalo "jang" disitu bukan dari kata "panjang", "bujang" meskipun itu memang sedikitnya mewakili diri saya.

Jang itu dari kata "ujang", yakni sebuah sapaan untuk anak kecil/lebih kecil dan laki-laki. Pokoknya kalo ga ujang ya eneng. Tapi hati-hati juga jangan suka nyuruh ujang-ujang sembarangan, apalagi pake bahasa Indonesia sok2an, misalnya aja nyuruh anak nelen makanan di rumah makan :  "Eh ujang, ayo cepet telan,jang!", kedengeran sama meja sebelah tar disangka orang tua aneh, apalagi kalo anak salah mengartikan bisa-bisa dipecat jadi orang tua oleh anaknya tar..

Nah, itu salah satu yang mewarnai kehidupan perkuliahan. Kita bisa berteman dengan teman-teman dari daerah lain, dan kalau beruntung mungkin bisa berteman dengan teman dari dunia lain juga.

Setidaknya telah 16 mata kuliah yang sudah saya telan, oke jang! di semester I dan II. Dan untuk semester sekarang perlu siap-siap untuk 10 mata kuliahnya, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Analisis Bahan Baku Farmasi
2. Analisis Fisikokimia
3. Praktikum Analisis Fisikokimia
4. Biofarmasetika
5. Mikrobiologi Farmasi
6. Praktikum Mikrobiologi Farmasi
7. Pelayanan Kefarmasian
8. Patobiokimia
9. Farmasi Fisika II
10. Farmakologi Dasar

Dan ini dia jadwal yang belum fix, belum disetujui PA. Tapi seenggaknya udah siap-siap karena selasa rabu di pagi hari kosong, artinya bisa  menjadwalkan untuk kegiatan-kegiatan pribadi (tidur)..



Nah, jadi sekarang udah siap-siap buat mengejar kan. Tentunya bukan mengejar matahari, da panas atuh komo ku global warming mah, siang-siang papanasan ge panas.. Makanya katanya jangan berenang siang-siang, tar bisi basah. Terus kalau mengejar mimpi, ya perlu mikir-mikir juga, setiap hari pas liburan mimpi, masa udah kuliah masih mau mimpi di siang bolong. Kan khawatir jadi mimpi berenang lagi (disiram dosen ato mungkin disiram liur sendiri,hehe)..

Nah, setidaknya kita perlu mengejar ilmu. "Ilmu itu seperti binatang liar, dan ikatlah ilmu dengan menulis". Sepertinya saya pernah mendengar pepatah itu. Dan separah-parahnya, minimal "mengejar lulus"lah. Sebenernya "Lulus" adalah impian yang paling indah. Karena sebesar-besarnya mimpi kita di awal semester, pasti di akhir semester harapannya "yang penting LULUS, aduhh gimana ya.. Tapi aku ga bisa.. bla bla bla" (menyesal ceritanya karena ga bener belajarnya).

Karena itu ,
1. saatnya kita pasang sabuk pengaman, karena sekarang ga pake sabuk pengaman bisa kena tilang.
2. Saatnya kita pake helm merk SNI, karena kalo pake helm batok disangka tukang bangunan.
    = Warna helm selain kuning, karena kalo kuning disangka tukang ojeg UI.
3. Siapkan jaket berbau UI biar keliatan mahasiswa, karena kalo pake jaket kulit disangka tukang ojeg,
4. Jangan lupa mandi pake shampo, dan keramas pake sabun. Eh ketuker. Gitu lah pokonya, karena kalo ga mandi disangka bangun tidur
5. Jangan lupa berpakaian, karena kalo telan, oke jang! disangka orang gila
6. Jangan lupa mohon do'a restu dari orang tua tercinta. Restu untuk dilancarkan mencari ilmu, dan siapa tau mungkin sekalian ada yang minta restu mencari jodoh.
7. Jangan lupa berdo'a, semoga mimpi besar di awal semester ini, untuk mendapatkan yang terbaik, bisa tetap konsisten tanpa menjadi mimpi di kelas (ketiduran), dan di akhir semester bertemu dengan kata "memuaskan", tidak hanya "Lulus" Amiin..


Memuaskan dalam arti sebenarnya ya, bukan misal ga lulus, dikatain "Puas kamu! Kerjaannya main beklen mulu sih"..

Sekali lagi berdo'a  semoga mimpi besar di awal semester ini, untuk mendapatkan yang terbaik, bisa tetap konsisten tanpa menjadi mimpi di kelas (ketiduran), dan di akhir semester bertemu dengan kata "memuaskan", tidak hanya "Lulus" Amiin..

Posted By Andika Galih Priadi8/24/2012

Wednesday, August 22, 2012

Tergores

Filled under: ,

Hidup adalah pilihan yang kadang perlu memilih, dan kadang kita dipilihkan. Membuat pilihan artinya mempersiapkan diri kita untuk menggapainya. Tapi terkadang pilihan kita tidak sesuai dengan apa yang kita pilih, dan pilihan hanya menjadi 2 yaitu kau mau menerima pilihan yang telah di depan mata ataukah kau ingin mencoba mencari apakah ada pilihan lain yang masih bisa dipilih..

Begitu pula dengan kehidupan. Terkadang kita berjalan dalam pilihan kepribadian, perlukah kita menjadi seorang yang tegas, ataukah tenang. Perlukah kita menjaga lisan, atau mengatakan kepadanya.

Saya ingin bercerita tentang pilihan itu, dalam memutuskan suatu masalah. 

Ada sebuah cerita, dimana sebuah mobil tanpa sengaja menggores sedikit bagian dari mobil lainnya. Si pemilik mobil pun dengan halus menyampaikan bahwa mobilnya tergores. Alhasil, beliau meminta maaf kepada pemilik mobil. Berusaha mengganti dengan beberapa uang, namun berdasar perhitungannya. Tanpa disangka keluar dari mobil seorang ibu berbaju hijau, rambut pirang dengan wajah sedikit kurang ramah mulai berkata-kata. Dia menyampaikan bahwa intinya tidak akan semurah itu, terutama karena di pintu yang tergores, katanya lebih mahal. Dan dia pun bercerita segala macam soal berapa kali kegores, mungkin bangga.

Seperti itu kira-kira permasalahannya. Dan tentunya pilihan menjadi siapa mulai dipertanyakan. 

Pilihan untuk si ibu hijau adalah, berdamai dengan sejumlah uang yang diperoleh itu. Atau meminta tanggung jawab lebih. Dan sepertinya jika ditangkap dari inti masalahnya, uang segitu kurang. Jika ia berfikir menjadi seseorang yang rela berkorban, tentunya ia akan merelakan, tidak seberapa lah. Terutama jika melihat dari penampilan ibu itu adalah ia orang dengan baju berkilau, rambut berwarna. Jika berfikir uang bukan segalanya, tentunya bisa berkorban dengan sedikit berbagi dengan ikhlas.

Tapi disitulah pilihan. Saat itu, pilihan tidak ditempatkan pada empati dan memahami kondisi dari sang penggores. Terutama terlihat dari nada bicara yang tidak bersahabat, dan raut muka yang kurang ramah. Rasa-rasanya ibu hijau tidak mampu menahan emosinya.

Alhasil, negosiasi berakhir dengan memperbaiki cat mobil ke tempatnya, dan biarlah bapa penggores yang menanggungnya.. Solusi dari saudara ibu hijau yang dipanggil..

Yang saya tangkap dari sini adalah, menjadi korban itu ketidaksengajaan. Tapi memahami kondisi pelaku itu pilihan. Andai saja pelaku bersikeras dan berkepala keras, tentunya akan sulit mencapai negosiasi dan menanti siapa yang menang. Andaipun itu disebut kemenangan, maka kita telah menanamkan sedikit duri di hati yang kalah.

Posted By Andika Galih Priadi8/22/2012

Tuesday, August 21, 2012

Liputan 6, seputar demonstrasi UI

Filled under:

video


Posted By Andika Galih Priadi8/21/2012

Sunday, August 19, 2012

Alkisah : Masalah 4000

Filled under: ,

Kehidupan mengalir bak air. Jika air itu sungai, maka ia akan mengalir dari hulu hingga sampai di hilir. Jika itu perjuangan, maka kita berfikir bahwa itu adalah perjuangan yang sangat mudah karena air akan selalu mengalir dari atas ke bawah. Tapi tidak kita sadari, air yang kita lihat di hilir, di lelautan, hanya sebagian kecil dari banyaknya air di hulu. Karena telah banyak air yang terserap di tanah, menguap, terserap-serap..

Begitulah air. Air pun bisa menguap, saking kecapeannya harus mudik ampe-ampe menguap. Untungnya jarang macet ya kalo air lagi mudik dari hulu ke hilir.. Yang ada kita bingung, sebenernya udah sampe ataukah belum. Ya misalnya saja, saya ingin ngirim segelas air dikirim lewat TIKI. Pastinya sampainya pun hanya segelas air. Tapi kalo kita biarkan dia mudik sendiri, ya tar ketika dia tiba di hilir, kita belum tau, itu kiriman dari siapa, atau dari pos mana. Siapa tau ternyata yang kita sambut dengan pelukan, ternyata kiriman dari toilet umum. Pantas saja pelukan dibalas dengan senyuman 'hangat'.

Seperti yang telah diutarakan, tapi tidak pernah diselatankan. Saya heran, tapi itu masalahnya. Kita selalu punya masalah. Bahkan air pun punya masalah. Yakin punya masalah ga tuh air?? Bilang aja yakin, kalau gak mau bikin masalah. Ngaku!!

Nah itu, saya sedang memasalahkan angka 4000. Kenapa? Bukan karena saya dikasih salam tempel yang isinya 4000, bukan pula saya dikeroyok karena ngasih pengamen 4000 (kegedean), jadi disangka sombong. Tapi tentang pertemanan di Facebook. Kenapa lagi? Temannya minta duit 4000? Bukaaannnnn (dengan volume seperti suara nenek-nenek di iklan yang manggil taksi)... Kenapa masalah duit melulu, sebenernya siapa yang lagi bermasalah? 

Gini, gini, saya ingin mengklarifikasi permasalahan saya, jadi kepada para wartawan dipersilahkan untuk hadir pada konferensi persnya, nanti saya kasih duit 4000 buat setiap orang. Mau? 

Assalamu'alaikum wr.wb.
Menurut para wartawan, 4000 itu masalah bukan?
Kalo teman di facebook sudah 4000, itu masalah bukan?
Nah, kalo udah masalah seperti itu terus gimana?
Gimana harapan buat masyarakat di luar sana yang mempunyai permasalahan seperti bapak?

Ehem, sabar-sabar. Satu-satu. Nah, sebagaimana kita telah ketahui, batas maksimal teman kita di facebook adalah 5000. Eits!! Jangan dulu berisik, 4000 ke 5000 deket gak? Iya, saya bermasalah soalnya kalo saya dapet kembali seceng dari warung, abis deh nyawa pertemanan saya.

Terus apa solusinya? Kan kita harus solutif. Karena itu mari kita musyawarah. Saya mengundang teman-teman untuk hadir di musyawarahnya. Minggu depan saja yak, malam minggu agar terdengar lebih unik. Jadi kita bisa menyembunyikan masalah kita. Pas ditanya "mau kemana?", jawabnya "biasa malam mingguan". Sama siapa? "biasa, sama bapa-bapa yang bermasalah"..

Akhirnya kita mengadakan sesi penyampaian informasi dari berbagai orang yang bermasalah di antaranya yang ditulis dalam notulensi berikut : 
1. Katanya, temen banyak itu artinya ngeksis, dan banyak orang ingin jadi teman -- Oohh
2. Temen banyak itu, orang males, karena males ngelist temennya, confirm aja semua -- Okee
3. Temen banyak itu, jarang liat home, soalnya terkadang terlalu banyak update dari teman yang tidak dikenal tapi berteman (nah anehnya itu),, jadi biasanya kerjaannya jadi gembel karena ga pernah di homenya (beranda, home, rumah). -- Ayee
4. Temen banyak itu, sekalian jualan.. -- Yoiii..

Akhirnya penyampaian informasi telah disampaikan, dan semua pun berdebat untuk menyelesaikan masalahnya tersebut. Perlahan tapi pasti, solusi pun mulai menghiasi. Hasil Musyawarah menentukan solusi-solusinya. Ada beberapa masukan dari perwakilan-perwakilan, diantaranya :
1. Membuat sesi berikutnya. Artinya, kita gantungkan cerita kita agar bisa dilanjut di season berikutnya. Jadi nantinya ada Andika Galih Priadi season II, Andika Galih Priadi season III sampai kita kehabisan cerita, lalu kita tamatkan..
2. Mengaudisi yang mau jadi teman-teman facebook kita, atau teman-teman yang telah jadi teman kita di facebook. Anggap saja audisi the amazyng facebooker. Kita bisa tertarik kepada teman kita karena dia itu penulis, pejabat, aktivis, motivator, pengemis atau apapun itu. 
3 Kita lihat, kita seleksi sejauh mana hubungan kekerabatan kita dengan orang itu. Jika hubungan kita terlalu jauh, semisal ternyata berhubungan di nenek moyang 99 generasi yang lalu, ya tidak perlu kita pertahankan. Atau kah di 7 generasi yang lalu, berarti tidak perlu juga karena sudah dipastikan dia tidak memiliki harta karun nenek moyangnya. Soalnya sebagian besar kekayaan tidak akan habis 7 turunan, jadi kalo dia turunan ke 8, ya udah. Jadi bisa dikompress teman-teman kita di facebooknya

Akhirnya masalah 4000 tidak menjadi 4000 masalah jika kita selesaikan sekarang, setidaknya telah ada persiapan. Kepada peserta musyawarah yang telah hadir saya ucapkan terima kasih.. 

= Apa harapan bapak?

Saya harap, saya bisa menjadi  orang sukses..

= Maksud saya harapan bapa soal masalah 4000?

Oh,, saya harap semoga teman-teman saya dengan masalah yang sama bisa menyelesaikan masalahnya. Terutama kepada yang memasalahkan permasalahan ini.

= Kalau tidak dimasalahkan pa?

Bagus donk,, kalau tidak dimasalahkan, ya bukan masalah 4000. Masalah ada karena kita menganggap itu masalah. 

= Wah bapak nyari masalah ni??

Saya udah punya masalah ko pa, bapa kali yang nyari masalah juga??

=Wah nyari ribut ni bapa?

Saya sudah nemu masalah, kenapa mesti nyari ribut?? Dia udah pergi kali

=======

Maaf, sepertinya masalah tidak akan selesai, karena itu kita tutup permasalahan ini dengan sama-sama berdo'a agar semua masalah kita diselesaikana. Amiinnnn

Posted By Andika Galih Priadi8/19/2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Filled under: ,

Tak lama bersua, tak banyak berkata dan tanpa terasa jejak langkah ini telah terpapah meninggalkan bulan penuh berkah. Rasa-rasanya hati tak begitu rela untuk mengakui bahwa bulan Ramadhan ini telah berlalu, karena masih terlalu banyak tumpahan dosa yang terlaksana, masih terlalu sedikit amalan yang terlaksana.

Tapi tetap bahagia menghiasi setiap pergerakan rotasi jam-jam, hingga tibalah hari ini, hari yang dinantikan semua umat muslim, hari kemenangan Idul Fitri.Alhamdulilah tragedi ketupat tahun lalu dimana terjadi krisis ketupat di berbagai belahan Nusantara karena adanya kemunduran hari Idul Fitri 1 hari, tidak terulang kembali di saat ini.

Dalam limpahan penuh rahmat-Nya, saya Andika Galih Priadi alias admin Neogalih, menghaturkan selamat hari raya Idul Fitri untuk seluruh umat Muslim. Dan ibarat sebuah coretan, jika saya terlalu banyak mencoret kehidupan teman-teman semua dengan hal yang tidak sepantasnya untuk dicoretkan, maka semoga sebutir maaf bisa menumbuhkan kebaikan-kebaikan bagi kita pada nantinya. Terima kasih kepada seluruh teman-teman, terutama pembaca blog ini, serta teman-teman saya pada umumnya. Semoga blog ini selalu bisa berbagi

Saya tahu, lidah saya selalu bergerak terkadang setajam silet. Mengiris hati-hati teman-teman, entah jika memang terasa teriris atau mungkin kalo bahagia diiris-iris hatinya, ya alhamdulilah. Yang pasti jika tidak gelap, ya terang. Jika setiap tutur kata, derap langkah, membuat anda tidak nyaman, hanya kata maaf yang ingin saya ucapkan mewakili kesalahan-kesalahan saya.

Minal Aidzin Walfaidzin
Taqobbalallahu Minnaa Wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Posted By Andika Galih Priadi8/19/2012

Friday, August 10, 2012

Idealisme Kami

Filled under:

IDEALISME KAMI. "Idealisme Kami" adalah istilah yang sedang banyak digunakan. Beberapa forum dan jaringan antar lembaga terutama yang bernuansa Islami ramai-ramai menjadikan "Idealisme Kami" sebagai salah satu karakter yang hendak dicapai atau background pembentukan.

Idealisme Kami, pertama saya dengar sewaktu menjadi mahasiswa baru FMIPA, tahun 2011 lalu yang dibacakan oleh tim sound saat itu. Dan kini di Fakultas Farmasi yang baru pun demikian. Begitupun dengan fakultas-fakultas lainnya.

 Lalu dari apakah "Idealisme Kami" itu? mengapa banyak sekali orang yang menggunakannya?

"Idealisme Kami" merupakan karya orisinal Hasan Al Banna, seorang pendiri Organisasi Ikhwanul Muslimun di Mesir. "Idealisme Kami" sebenarnya adalah bagian dari buku yang ditulis Hasan Al Banna yang berjudul "Majmu'atur Rasail" yang dalam terbitan Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "Risalah Pergerakan". Pada sebuah Sub judul buku tersebut tertuliskan "Idealisme Kami" yang kemudian banyak dicuplik oleh orang-orang atau organisasi-organisasi yang kepincut dengan keindahan sastra karya Hasan Al Banna ini. Organisasi yang pertama menggunakan "Idealisme Kami" adalah sebuah Program Pembinaan Sumber Daya Strategis (PPSDMS) yang pada awalnya di bawah naungan Yayasan Nurul Fikri. lama kelamaan Program ini mampu berdiri sehingga lepas dari yayasan induk (Nurul Fikri) dan menjadi Yayasan Bina PPSDMS NF. Dengan sedikit penyesuaian, PPSDMS NF meminjam Sub bagian dari Buku Hasan Al Banna tersebut dan memperkenalkannya sebagai karakter Organisasi sehingga "Idealisme Kami" dikenal luas sampai dengan sekarang.

Ternyata PPSDMS Nurul Fikri dengan "Idealisme Kami"-nya telah mempengaruhi sebuah Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) sehingga FSLDK tak mau ketinggalan menggunakan istilah ini dalam Risalah Manajemen Dakwah Kampus FSLDK Indonesia (lihat di sinihttp://mohdabdarif.blogspot.com/2010/02/idealisme-kami-fsldk.html ). Lalu, sebenarnya apa sih bunyi "Idealisme Kami" itu? Saya sendiri sangat kagum dengan kedalaman dan keindahan bahasa sastra bait-bait-nya. Bahasanya begitu menyentuh dan tulus. Saya tulis di dalam Blog saya ini dengan kekaguman dan berharap saya adalah penutur asli dari kalimat-kalimat tersebut. Atau, setidak-tidaknya "Idealisme Kami" terpatri dengan indah di relung hati saya. Mudah-mudahan kalimat ini membawa nuansa perubahan di Bumi Indonesia.


IDEALISME KAMI


Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui //
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. //

Kami berbangga // ketika jiwa-jiwa ini gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, //

jika memang tebusan itu yang diperlukan. //

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, // kemuliaan, //
dan terwujudnya cita-cita mereka,//

jika memang itu harga yang harus dibayar. //

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini //
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, //
menguasai perasaan kami, // memeras habis air mata kami, //
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. //

Betapa berat rasa di hati //
ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini, //
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan. //

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui // bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci, //
bersih dari ambisi pribadi, // bersih dari kepentingan dunia, // dan bersih dari hawa nafsu. //

Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, //
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, //
tidak juga popularitas, // apalagi sekedar ucapan terimakasih. //

Yang kami harap adalah

terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta Alam Semesta.




Bahasa Inggris : Our idealism (klik di sini)
Dasar Informasi : Klik Disini 

Posted By Andika Galih Priadi8/10/2012

Wednesday, August 8, 2012

Cerita - Praktikum Biokimia

Filled under: ,

Menjadi mahasiswa farmasi, akan selalu berhadapan dengan perkuliahan berupa praktikum-praktikum. Terkadang praktikum itu ada yang terasa begitu berat sampai-sampai menguras beban pikiran ketika akan menghadapinya, seperti pada praktikum farmasetika semester lalu. Setiap minggunya harus selalu bersiap untuk bertempur selama hampir 3 jam di laboratorium, meracik sebuah obat.

Selain praktikum farmasetika, adapula praktikum lain yang telah saya lewati di semester II. Praktikum Ilmu Biomedik Dasar dan Praktikum Biokimia. Nah, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang praktikum biokimia, lebih kepada cerita pengalamannya daripada materinya. Sewaktu-waktu bisa saya sampaikan materi yang khusus materi kuliahnya..

Nah, praktikum biokimia adalah praktikum yang pertama-tama dihadapi di semester II. Setelah berhadapan dengan praktikum farmasetika dimana kerapihan, kedisiplinan, kerja ulet yang diuji. Ada sedikit perbedaan atmosfir praktikum. Waktunya tetap sama yakni 1 sks mencapaik 2 jam 50 menit, berlokasi di laboratorium ABBF.

Kala itu serentak satu angkatan yang reguler berkumpul, dan semuanya masuk ke laboratorium. Ada 69 orang di dalam sebuah laboratorium, dan bisa dibayangkan bagaimana suasana saat itu. Kita pun mengadakan responsi terlebih dahulu, mendengarkan penjelasan tentang apa yang akan dipraktikum kan hari itu, dan kita juga telah menulis sebuah jurnal kotor tentang praktikum hari itu.

Kalau praktek farset setelah 'teng' dimulai, maka kepanikan mulai merasuki urat-urat saraf kami. Praktikum ini rasanya kebingunanlah membanjiri kepenasaran kami saat itu. Pertama kali seperti berada di sebuah pasar, dan saya dan rekan saya harus mencarai-cari ke toko-toko atau ke emperan pasar untuk bahan praktikum kala itu.

Begitulah, selama beberapa waktu sempat terdiam karena tidak menyangka akan seperti ini. Tapi akhirnya saya dan kelompok saya pun berusaha menjadi bagian dari orang-orang pasar saat itu. Dan setelah membagi tugas, masing-masing mencari bahan-bahan sambil berdiskusi dengan orang-orang lain dari kelompok lain yang mengerjakan praktikum yang sama karena khawatir terjadi kesalahan.

Berlari-lari, seradak seruduk, awas banteng mau lewat, ada yang lagi meniup, ada yang lagi masak di atas pemanas spirtus, ada yang netes-neteskan zat kimia seperti pada film-film sains, profesor memasukan sesuatu dan 'blup' berubahlah warnanya.

Praktikum tentang karbohidrat, kita menguji zat-zat apakah mengandung glukosa, fruktosa, galaktosa, mengandung cincin, mengandung sukrosa kah, dan lain sebagainya. Jika positif, terjadi perubahan warna dari zat yang diuji. Darr

Akhirnya semua selesai, dan perjuangan belum selesai. Dimana posisi alat-alat praktikum, tak sadar bahwa begitu banyaknya alat yang keluar sehingga membutuhkan perjuangan ekstra untuk mengembalikannya, mungkin saja tertukar, atau lupa nyimpen, ya resiko, tapi harus kembali ke lemari.

Praktikum selesai dan hasil kami perlihatkan ke dosen, apakah benar apakah enggak. Sebenarnya teorinya sederhana yakni jika positif warna akan berubah (misalnya), tapi rasanya praktikumnya agak sedikit ribet, karena bisa memancing keributan di ruangan saat itu..

Apa daya, praktikum selesai dan menjadi pelajaran berharga, dan akhirnya kami tau apa yang akan terjadi minggu depan, minggu depannya lagi dan terus hingga minggu-minggu berikutnya.


Posted By Andika Galih Priadi8/08/2012

Monday, August 6, 2012

Memilih Template

Filled under: ,

Selama beberapa minggu semenjak mencoba untuk sedikit menulis ulang dengan lebih baik dan terarah, justru membawa saya pada kebimbangan untuk memilih template yang sesuai. Template itu bagai pakaian dari suatu blog, dan itu sedikitnya menentukan bagaimana pesona pada awal orang masuk ke blog kita.

Nah, beberapa kali blog ini telah berganti template, mulai dari template yang dulu itu bernama alfina blogger template, kemudian beralih ke template-template lainnya.. Adapun perjalanan pencarian template itu diantaranya sebagai berikut

1. Alfina blogger template
    Ini adalah template saya yang dahulu saya sukai, dan kala itu pernak-perniknya telah cukup match dengan hati saya. Sampai suatu ketika sebuah pemikiran tentang sebuah blog yang sederhana, elegant membawa saya pada pencarian template yang sesuai hingga hari ini saat saya menggoreskan pena saya disini.

Menurut saya alfina blogger template itu cukup cantik, elegant dengan warna dasar hitam dan untuk background tulisan berwarna putih. Jika teman-teman ada yang ingin melihat atau menggunakannya silahkan berkunjung ke btemplates

2. O-om
    Bagi yang menyelami dunia blog, tentunya setidaknya pernah mendengar tentang o-om.com. Ketika mencari sebuah template sederhana, simple, ringan, fast loading dan SEO friendly, maka google mengalirkan saya pada situs. Disitu diceritakan tentang sebuah template yang sangat ringan dan SEO Friendly, dan tanpa perlu mengunduh template saya dulu, saya langsung menimpanya dengan template dari sini.
bisa dilihat disini 

3. Kabpemalang
    Setelah kembali berlayar mencari-cari template. Karena dari blog o-om saya masih merasa kurang terketuk untuk menutup pintu terhadap template-template lain, karena masih ada sedikit acak dalam tata letaknya. Karena itu saya kembali membuka pintu saya dengan lebar seraya mencari template-template lain. Kemudian jatuh pada template dari kabpemalang.blogspot.com. Template disini jauh lebih elegant dan simple dan menurut saya ini sangat alami.

  Namun karena terjebak pada pemikiran bahwa template ringan itu seenggaknya xml templatenya di bawah 50 kb, maka saya pun mencari-cari kembali template yang lebih ringan..

4. x5 shadow
   Setelah itu pilihan jatuh pada sebuah template elegant, berwarna hitam dan mempunyai tampilan unik. Selain itu template ini sangat ringan. Andai template ini berwarna lebih cerah, saya mungkin gunakan ini lebih lama lagi. Namun karena menurut saya terlalu gelap, dan saya ingin blog saya lebih cerah, maka pencarian pun dilanjutkan

Bisa didownload disini

5. X6 yellow templates
Selanjutnya pilihan saya terpaku pada template unik dan cantik ala sebuah lukisan yang jarang terlihat. Template x6 shadow. Entah apa template yang berhuruf awal X sepertinya memberikan pesona elegant dan tidak biasa, x6, x7 dan x8 mempunyai desain yang hampir sama namun dengan warna dasar yang berbeda tergantung selera. Nah saya tertarik dengan warna kuning yakni yang x6, karena pola garis-garisnya. Dan selain itu warna ini membuat blog saya serasa UI banget. selain itu template ini pun ringan

Bisa didownload disini

Cukup lama desain itu bertengger di hati saya, sampai pada kenyataan bahwa saya harus menemukan template ini tidak cocok dengan IE. Saya sedikit kecewa dan berusaha membiarkan agar tetap bertahan dengan sebuah alasan bahwa jarang orang yang menggunakan IE di Indonesia. Sebagian besar pasti memilih google chrome atau mozilla firefox. Tapi apadaya, pencarian belum menemukan kepada siapa hati harus memilih. Akhirnya tadi siang saya searching-searching kembali dengan tema yang sama, yakni RINGAN. Sampai pada akhirnya saya terfikir untuk tidak berfikir ringan, 

Buat apa ringan-ringan amat tapi jadi monoton, toh blog saya bukan blog tutorial yang mencari sebanyak-banyak pengunjung. Tapi disini hanya sebagai kamar kecil saya ketika saya membutuhkan sebuah wadah untuk sedikit mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran.

Akhirnya pencarian pun berganti ke arah tema template yang "FRESH". Dan akhirnya template saya jatuh pada pilihan yang terakhir (tadi siang,hhe)

6. Lebih Meriah, Lebih Segar dan Lebih Alami
Itulah blog yang saya lihat sekarang. Sejauh ini saya belum mengecek setelah blog ini dipakai, berapa besar ukurannya karena iwebtool nya sepertinya lagi mengalami masalah. Tapi inilah, saat ini saya rasa saya telah menemukan sebuah template yang lebih segar..



Eits, jangan salah kira template itu seger karena ada gambar perempuan yang sedang loncat itu.. Itu hanya gambar contoh bung.

Mungkin cukup sekian cerita perjalanan pencarian template saat ini. Selamat berpuasa bagi yang berpuasa dan selamat mencari template yang tepat bagi yang menginginkannya


Posted By Andika Galih Priadi8/06/2012

Saturday, July 21, 2012

Ketika Berjalan di Jalan - Farmasi

Filled under: ,

Terbersit ingatan bagaimana semua ini berawal, tersadar pikiran tentang semua harapan. Mengarungi samudera kehidupan, membutuhkan sebuah perahu yang kuat untuk menghadapi derasnya arus kehidupan, serta kompas kehidupan yang jelas, mau dibawa kemana perahu kehidupan kita.

1 tahun telah ditapaki perlahan, menguras perjuangan, menciptakan berjuta kenangan. Tak pernah terbayang tentang hari ini, sampaiku benar-benar diarahkan pada hari ini. Untuk belajar hidup dari Farmasi.

Farmasi adalah sebuah cita-cita, yang ada dalam kehidupan para mahasiswa nya. Cita-cita untuk berkarya menjawab semua harapan tersirat dunia. Apa yang mereka pikir tentang Farmasi, dengan apa yang kami pikir sebagai yang setiap hari bersama Farmasi, tentang Farmasi tentunya berbeda. Apa yang mereka pikir tentang mahasiswa dan apa yang kita perjuangkan setelah menjadi mahasiswa, tentunya berbeda pula. Karena kita hidup dalam harapan mereka. Harapan kepada farmasis, harapan kepada mahasiswa. Kita tak tahu seberapa besar harapan itu, tapi perlahan kita tahu seberapa besar wilayah kita.

Begitupun dengan ku sebagai mahasiswa dan calon farmasis, awal perkuliahanku, semester I adalah masa-masa masa santai yang terasa lelah, karena belum tahu arti lelahnya mahasiswa itu apa. Dan disini yang terpenting adalah tentang lingkungan, berusaha mencocokan diri dengan lingkungan, kenal dengan semua dan mengenal bagaimana dunia perkuliahan itu.

Memasuki semester II, berfikir untuk mencari pengalaman maka pengalaman lah yang didapat. Belasan kepanitiaan atau organisasi, dicoba demi mengetahui dan mencoba mengasah softskill. Tanpa tahu apa tujuan besar yang ingin dicapai.

Apa yang didapat? Pengalaman saja? Tidak. Disini perlahan arti mahasiswa itu meresap dalam aksi nyata, tak hanya dalam teori. Kepanitiaan membawa perlahan bagaimana mahasiswa itu benar-benar mengabdi kepada masyarakat, bagaimana mahasiswa itu dituntut kritis dan tak gentar meski menghadapi universitas sekalipun, bagaimana menjadi orang tegas tegar dan dipercaya.

Dan itulah yang didapat, hanya pengalaman beraksi nyata. So, what next?

Terfikir tentang perlu adanya visi, serta arah tujuan kita yang jelas. Dan kelak taun depan lah saatnya, ketika terjadi reorganisasi, kepanitiaan usai, maka kelak kita akan berkarya dimana serta tidak hanya terbawa oleh alur yang ada untuk memahami arti mahasiswa itu apa, tapi dengan arah visi dan tujuan yang jelas bisa untuk membawa serta menjadi bagian penting untuk berkarya dalam bidang yang kita harapkan..

Jika diibaratkan dalam sebuah cahaya, perjalananku diawali dengan berusaha menemukan cahaya. Ketika ku temukan itu maka aku coba untuk bersinar kemana-mana, bak sebuah lampu dan mencari tahu bagaimana rasanya menjadi sinar, bagaimana karakteristik sinar, dan bagaimana seharusnya sinar itu. Setelah itu kesadaran pun muncul bahwa sinar itu perlu difokuskan pada suatu tujuan, menjadi sebuah senter untuk menyinari jalan menuju tujuan itu. Dan inilah saatnya fokus pada tujuan itu, agar sampai lebih cepat

Mungkin banyak orang lain yang sinarnya dari awal telah menjadi senter dan tidak terpencar-pencar, sehingga telah fokus lebih cepat. Tapi dengan menjadi lampu terlebih dahulu, ku tau bagaimana besarnya sinar yang bisa dipancarkan seraya melihat sekeliling, sehingga aku tau arah mana yang kurasa cocok dengan pilihan itu. Harus mulai fokus. Let's shine like a star!

Posted By Andika Galih Priadi7/21/2012

Friday, July 20, 2012

Gosip

Filled under: ,

Hello guys, jam 01.00 malem nie. Terus kenapa ? Ga ada apa-apa sebenernya, cuma bingung mau mulai darimana. Ane kepikiran nie, setelah sempet agak ngerasa aneh selama beberapa lusin menit, keingetan sama ledekan-ledekan SMA.

Ane sempet nulis kan soal seorang yang cowo banget, itu tulisan tapi gak tau disini (neogalih), ga tau di lemari sebelah (kompas).

Coba kita pikirin, ya mungkin telah jadi fenomena sekarang. Cara untuk menjauhkan seorang cowo dan cewe, ya dengan kita gosipin. Setuju gak? Kalo ane bayangin, ketika digosipin tentunya ikatan yang tercipta (ecie ikatan) antara kedua orang tersebut agak sedikit terganggu. Menurut ane itu bisa jadi benteng dimana kita harus kena sinar gamma dulu biar bisa jebol tembok itu, atau harus digigit laba-laba super biar bisa loncatin itu.

Terus?

Nah, jadinya kan suka serba salah, canggung ato apalah kalo digosipin, kalo emang dia malu. Kecuali kalo emang ikatan tidak terbentuk lewat tali yang mengikat, tapi lewat gelombang udara.. Ya kalo gak ada apa-apa kenapa mesti salting. Atau bisa aja, jiwanya udah terkena radiasi gamma karena radiasi bertahun-tahun, ya pengaruh lingkungan..

Nah masalahnya, kalo gosip cowo dan cewe kan normal (menurut ane sih normal, yang ga setuju boleh komen, sapa tau bisa dapet jodoh..hehe).. Cuma masalahnya, kenapa giliran cowo ma cowo juga selalu jadi digosipin.. Maho lah, apa pun lah... Padahal udah jelas lah masa iya..

Menurut ane, tips untuk ngecek seberapa banyak fans kita dengan ngasi undangan  Anggep mau nikah ni, kan tar nyebar undangan. Nah, setelah kita sebar kita tinggal nonton berita aja berapa orang yang meninggal hari itu, terus berapa rumah kebakaran.. Tinggal itung, terus tinggal nyadar diri aja separah apa dulu ampe menyebabkan banyak masalah itu..

Ya hidup itu sederhana. Tulisan ini juga sederhana, ga tau ape maksudnye nulis ini.. Lagi gajelas ni, ma'lum lah nulis tanpa mikir.. Udah ya, peace bo..

*Cuma ngeluarin benang kusut ni, makanya tulisan juga kayak benang kusut gini..

Posted By Andika Galih Priadi7/20/2012

Wednesday, July 18, 2012

Kucinta Indonesia Karena Kau, Bajaj!

Filled under:

Naskah drama sewaktu penampilan terakhir MPKT A, Final Project MPKT A.
========================================================================
PERLENGKAPAN



Gambar perlengkapan setelah perdana dibuat. (gambar sebelah kiri Narrator, sebelah kanan El)
========================================================================
PERSONEL

Andika Galih Priadi
Athari Wulan S.
Elita Yuliantie
Islahul Mu'minah
Ribka Martina S.
Siti Nur Azizah

========================================================================

VIDEO LATIHAN DANCE SUNNY

video

========================================================================


Opening
Backsound: Suara bayi nangis
Narasi

Alkisah , di sebuah kamar petak berukuran 3x3, dengan WC di dalam, lahirlah seorang bayi perempuan dibantu seorang dukun beranak asli citoke..  Bayi tersebut menangis, menangis SO IMUT…  karena suatu dan lain mereka pindah ke amerika.

Bayi itu pun tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik, bersekolah di TK Ummul Quro, SD California II, SMPN 83 Las Vegas, SMAN 8 California dan sampai kuliah di UNCAL (Universitas California), dan beginilah kehidupan El sekarang. Dia menjadi seorang gadis yang gaul, dan sangat terpengaruh dengan budaya saat ini yakni Korean Wave.. Karena itu dia menciptakan sebuah girl band bernama sunny dan lagu andalan mereka adalah ..(cherrybel-)
Jreng jreng jreng.. ngedance semua kecuali Andy..

El dan Andy bertemu dan bertabrakan.. (efek music pandangan pertama – Jatuh cinta lagi- Matta)
Andy : Ehm… Andy.. What’s your name.
El : Maaf
Andy : Nama jeng, nama nya siapa?? Nama
El : Oh kenalin, saya Allice, panggil saja El.
Andy : Oh Allice. Nama yang cantik, secantik ehm.. El, kamu jurusan apa?
El : Kedokteran
Andy : Oh berarti boleh donk, kalau hatiku lagi sakit untuk berobat ke kamu..wkwkwk.
El : Boleh kok, kebetulan banget aku dokter hewan..
Andy : Ga jadi 
El : Eh lu anak sastra kan? Ni no gw, 08888888.. Tar kalo ada pentas seni, jarkom gw ya!
Andy :??????? Ko dia tau? Yakali masa minta no buat dijarkom doank..

Andy pun tertawa sendiri. Dan ternyata memanfaatkan kesempatan itu dengan sebuah jarkom pertama yang dia kirim sewaktu H-1 menuju sabtu (malam minggu).

TITIP JARKOM YA!
Pameran :
Sayembar Pencari Cinta.
Guys, yang merasa malem minggunya biasa-biasa aja, mari datang kesini Sabtu ini, pukul 19.00 di Aula 3 Gedung IX Faculty of Culture UNCAL. Tiada kesan tanpa kehadiranmu. FREE DINNER AND SERTIFICATE
Berawal dari jarkom itu karena ada FREE DINNER juga, el pun datang. Dan sedikit terbingung-bingung. Dengan keadaan disitu. Dan tiba-tiba Andy pun datang.
Andy : El, ternyata kamu datang ya? Kebetulan nih kita ketemu, ciyee malem mingguan ya?haha
El : Apa sih?? Kamu kali..Eh mana sayembara pencari cinta nya?  Kok malah kayak gini

Gangguan dateng
Dul : Pa saya laper, ada makanan gak?
Andy : Ga ada bu, maaf ya
Mereka pun melanjutkan pembicaraan
Andy : Emh, wah itu ya. Ga jadi andy. Sayembara pencari cintanya diundur katanya el, soalnya UNCAL make gedung IX nya buat turnamen topeng monyet. Jadi ya acara fakultas kita ngalah deh
El : Hah? Turnamen topeng monyet ? Emang ada?
Andy : Iya itu tuh, yang pada lagi daftar. Yuk daftar, kebetulan banget nih El udah dateng.
El : Emangnya gue monyet!zz Apaan topeng monyet, gua kan anak gahol masa kini…..

Gangguan dateng lagi :
Dul : Pa seriusan saya laper nie, ada makanan gak?
Andy : Aduh maaf bu ga ada

Tak terasa mereka berdua pun berjalan-jalan melintasi sang waktu. Menghabiskan waktu bersama Karib Dekat mereka, para Monyet.. Mereka menonton pertandingan itu, Akhirnya mereka pun bubar..
DIJALAN
Dul : Pa ayolah pa, ada makanan enggak?
Andy : Bu coba masuk sana deh,
Dul : Disitu banyak makanan?
Andy : Banyak pisang bu, makanan ibu.. *Kabuurrrr

Beberapa hari berlalu indah bagi mereka. Sampai akhirnya suatu hari el  pun bertemu dengan teman-temannya sewaktu dia makan, dan dia disambut dengan berjuta pertanyaan, mungkinkah ia lulus menjawabnya, dapat A? Ataukah ia remed.. Saksikanlah:
Sit : El, ananda darimana?
El : Dari Faculty of Culture.
Ina : Abis makan banyak sambil nonton korea ya?
El : Bukan, ada deh.
Sit : Oh begitu ya ananda , kiranya ananda memperoleh sesuatu yang berbeda hari ini? Terlihat kiranya ananda memancarkan senyuman  yang tidak seperti biasanya. Apakah gerangan yang terjadi dengan ananda.
Ina : Udah makan banyak kali sit. Bukannya lu biasanya korea abis ya, ampe-ampe kita kan suka dateng ke tiap konsernya suju, nonton film-film korea dan yang terpenting sih buat ina banyak makannya.
Siti : Sabar ananda ina, jangan makan mulu. Saya melihat, ada cinta di mata ananda el.
El : Amh Emh Amh Emh.. Enggak kok
Siti : Ayolah cerita, tak ada dusta di antara kita. Ungkapkanlah apa yang ada dalam hati, agar hati semakin yakin akan apa yang ia rasakan
Ina : Ungkapin, lho abis makan dimana aj? Ngaku! Ga ajak-ajak lu
Siti : Inaa!!
El : Ini bukan soal makanan, bukan pula soal korea. Tapi soal cowo.(Efek music) bercerita lewat lagu..
Kring-kring-kring tukang pos datang.
Teriring salam mesra penuh cinta
Malam ini tak segelap malam biasanya, karena kau telah menggoreskan warna padanya
Meski tak sebanding dengan rasa yang mengalir, hanya terima kasih atas rasa yang kau cipta itu
Bersama datangnya surat ini, ingin kuucap secangkir maaf yang mungkin bisa membuatmu terjaga.
Kau adalah sayap, yang membawaku terbang menikmati indahnya dunia.
Kau adalah mentari, yang menerangi hariku dan membuatku bisa merasakan cantiknya warna.
Tapi maaf, surat ini bukan surat cintaku padamu.
Ini adalah surat pamit. Ketika kau baca surat ini, aku telah berdiri di Zamrud Khatulistiwa. Karena suatu alasan, aku harus pulang ke negeri terindahku, rumahku, yang Andytakan atlantis yang hilang. Aku Cinta Indonesia, andai kau pun mengerti. Indonesia dan kau memiliki kesamaan, sama-sama Indah, andai kau pun mengerti.
El pun bersedih. (lagu galau) – KEHILANGAN CRISTINA
Dan ia pun sadar. Ia harus mencari Andy, dan menjawab penasarannya ada apa dengan Andy dan Indonesia, mungkinkah El cemburu. Sepertinya begitu . Karenanya dimulailah ekspedisi pencarian cinta di Indonesia. Ia pun mohon izin ke ayahnya, dan ayahnya tentunya memberinya izin. Karena ternyata ayahnya adalah seorang Indonesia yang kepentok cinta dari mamanya yang Chinese.


El pun berangkat. Ia sampai di Indonesia pada pukul 9.30. Dan ia pun berkeliling mencari kendaraan. Ia heran kenapa taksinya didorong, eh ternyata itu bukan taksi tapi tukang siomay yang warna gerobaknya didesain mirip taksi. Ia pun mencari sesuatu yang unik, tiba-tiba ia seperti mendengar valentine rossi mau lewat, suara motoGPnya semakin mendekat. Ternyata sebuah mobil merah ke kuning-kuningan dan kecil. BAJAJ. Dan ia pun naik.

El : Bang tau yang namanya Andy gak? Cariin donk, cariin yuk!
Supir : Ya kalo itu cowo abang sih, abang pasti tau. Tapi itu cowonya neng kan? Ya ga taulah. Banyak neng yang namanya Andy. Ada pejabat, penyanyi, tukang balon, tukang gorengan, banyak lah neng. Emangnya Andy Cuma satu doank
El : Oh, iya sih. Kalo gitu,abang bisa bantu cariin kan?
Supir : Ciri-cirinya gimana neng? Tar abang sekalian JARKOM ke semua temen-temen abang, biar kalo ada penumpang yang namanya andy disuruh ketemu neng gitu ya..
El : Makasih bang.. Ayo bang! Dia cinta Indonesia bang, cinta saya juga kayaknya
Supir : Cinta neng?hahaha.. Oh cinta Indonesia, kalo gitu kita nyari ke tempat-tempat cantik di Indonesia. Oke neng?
El : OK!

Pret-pret pret!
1. TMII
    Ini namanya TMII neng.  Disini hampir seperti miniature Indonesia, semua kebudayaan berbagai suku di Indonesia
Dul :  Bu saya laper bu! Kasih saya makan!  Anak saya juga belum makan! Buat susu sekalian bu!
El :    Wuih Indahnya.. Luar biasa ya suasananya. Tapi ga ada Andy bang. Oh maaf ya bu

Perjalanan berlanjut, pret pret pret pret pret
2. TIM
   Ini namanya taman ismail marzuki
   Dul : Bu kasihanilah saya! Kasihanilah saya yang belum makan


Setelah 3 Hari 2 Malam berpetualang menjelajahi gunung-gunung indah, pantai-pantai menawan, tempat-tempat rekreasi modern, ternyata bukan andy yang ia temukan tapi ia temukan Cinta terhadap Indonesia di hatinya. Ia temukan Indonesia dalam hatinya. Ia pun menelepon semua teman-teman

El : Halo semuanya, ……….(jenis telpon rame-rame).
Siti : Indonesia itu indah, adakah kita sadar bahwa kita lahir dari tanah indah. Tanah yang terbentang dalam goresan indah sang pencipta.
Ina : Adakah kita sadar, Indonesia adalah negara kaya. Kaya akan semuanya, termasuk variasi makanannya. Ada rendang, ada krupuk, ada tempe, ada batagor, ada somay, ada baso, ada pecel lele lela, ada moci dari sukabumi, ada tauco dari cianjur, ada peuyeum dari bandung, ada talas dari bogor, ada brem dari jogja, ada…
Sit : inaa, cukup –cukup..
Ina : iya iya, jadi janganlah kita biarkan tempe kita kalah oleh pizza, rendang kita kalah oleh hot dog,
Sit : Inaa
Ina : ups,, jadi kita harus sadar. Kita adalah bangsa Indonesia

ternyata perjalanan panjang membuat bajaj nya mogok. Kala itu udah sampai di ………………… akhirnya el istirahat dulu dan ia pun makan dulu di warteg. . Sambil tetep berfikir.
DI WARTEG
El : Indonesiaa ituu…
Dul : Bu kasihanilah saya bu, saya laparr..
El : Haduuh,, iya iya,, sudah makan dulu sannah (iklan)
Dul : Horee, makasih bu. Eh tau gak bu, disini tuh anak-anaknya suka pada nari ……………. Lho.. Biasanya suka banyak orang-orang asing juga yang kesana.
Ibu : Nasinya setengah apa satu de? Makannya sama ap?
El : Nari apa?
Dul : 2 porsi bu nasinya, lauknya ayam 1 ekor bu.
         tuh liat anak-anaknya, ikutin aja mereka.
El : Hah? Gile loh, gue yang bayar? Anak-anak itu?
Ibu : OKE.

El pun penasaran dia melihat ada anak-anak yang sedang mau pada latihan. Ia pun mengikuti mereka.. El pun mengikuti. Tak lama kemudian teman-temannya datang tiba dari perjalanan panjang dengan menggunakan TAKSI YANG BENAR-BENAR TAKSI. Tapi sebelum semuanya sempat mengobrol.. FILM DIPAUSE!!!!

SUPIR BAJAJ NGOMONG :
Perjalanan panjang el, ke berbagai tempat di sebagian wilayah jawa dan sekitarnya , tidak hanya tempat rekreasi menyadarkan el dan melahirkan Indonesia di hati el. Cinta Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai jati dirinya, tidak lahir karena paksaan. Dia lahir dari kesadaran bahwa tempat lahir kita adalah Indonesia, sebuah tempat yang merupakan karunia terbesar dengan pesona keindahannya, dengan kekayaan alam yang melimpah. Adapun ketika  cinta itu ternoda oleh butiran-butiran korupsi, kemiskinan, bobroknya sistem, berbagai dilemma moral dan apapun itu, maka rasakanlah cinta itu sebagai hal yang suci untuk mengikhlaskan niat kita bahwa Indonesia ini adalah tanggung jawab kita, budaya Indonesia adalah budaya kita jadi kita yang harus menjaganya, sebobrok apapun Indonesia , tapi tetap ini negara kita, kita yang harus memperbaikinya. Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Supir Bajaj Indonesia!

Meski el tidak menemukan Andy, tapi ia berhasil menemukan Indonesia. Dan kemana sebenarnya Andy? Andy tidak kemana-mana, ia sedang ngomong sodara-sodara. (Ia pun berbalik menatap el)
Andy : El, Andy
El : Mendekat dan …..*plak
Andy : Kenapa? Kau telah temukan Indonesia dan diriku..
El : *plak
Andy : Maafkan aku
El : *plak kenapa?…
Andy : Aku cinta Indonesia karena bajaj ini el, Kau pun begitu kan?
El : *plak Iya sih, terus?
Andy : maaf ya, ya ya !
El : Senyum, ngangguk2 so imut..
Andy : Jadi mau gak kita ……….CIYEEEEEEEEEEEEEEEEE
PENONTON DAN SEMUA PEMAIN : CIYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
Dan penampilan terakhir dari Sunny dan semua pemain.. Menyanyi lagu Indonesia ..




Posted By Andika Galih Priadi7/18/2012

Saturday, June 2, 2012

Praktikum Farmasetika II - Story to remember

Filled under: ,

Memasuki bangku perkuliahan di Farmasi, ada banyak mata kuliah yang menjadi tanggungan untuk dipelajari. Dan mata kuliah itu sendiri dipaketkan sesuai dengan aturan dari Fakultas Farmasinya sendiri, dan itulah yang menjadi ciri khas Farmasi dan jurusan-jurusan lain di rumpun kesehatan lainnya seperti di FK, FKG dan FKM.

Setiap semester paket mata kuliahnya telah ditentukan. Untuk semester I sendiri, angkatan 2011 mendapatkan mata kuliah MPKT B, MPK Bahasa Inggris, Ilmu Biomedik Dasar, Kimia Organik, Farmasetika, Prakt Farmasetika. Untuk semester II yang sekarang sedang dijalani, mata kuliah yang diperoleh di antaranya MPKT A, MPK Agama Islam, Farmasi Fisika I, Biokimia, Praktikum Biokimia, Biologi Sel dan Molekular, Farmakognosi dan Prakt Ilmu Biomedik Dasar.

Farmasetika merupakan salah satu dari beberapa mata kuliah, dan didapatkan di semester I dan II. Di semester I ada teorinya dan prakteknya, dan di semester II adalah praktek lanjutannya. Farmasetika merupakan mata kuliah yang menjadi ciri khas seorang farmasi, karena yang saya peroleh adalah dari farmasetika ini belajar cara meracik obat, dan hal-hal dasar tentang obat.

Farmasis belajar tentang obat, karena itu di farmasetika ini yang diperoleh adalah bagaimana cara membuat obat-obat seperti puyer, kapsul, gel, cream, bedak, suppositoria, ovula, syrup, linctus, emulsi, suspensi, obat tetes, apalagi ya? Di semester satu dapat beberapa praktikum tentang obat yang kering, dan semisolid, di semester II dapat praktikum yang basah tapi campur-campur juga sambil mengingat-ngingat yang kering.

Sistem perkuliahannya adalah awalnya diberikan 6 resep yang diberikan, lalu kita kerjakan kita buat jurnal kotornya, setelah itu responsi dan ada yang mempresentasikan hasil pencariannya meskipun kebanyakan nyontek dari teman yang sudah juga. Dosen memperbaiki dan menambahkan bila ada yang kurang. Sudah seperti itu sampai semua 6 resep untuk dua minggunya selesai. Barulah 2 minggu ke depan praktikum sambil sebelumnya mengerjakan jurnal bersihnya terlebih dahulu, perminggu 3 resep. Begitulah berulang

Praktikum Farmasetika adalah praktikum pertama yang paling membuat saya tidak pernah berfikir tenang setiap minggu, terutama di awal-awal ketika setelah responsi dan minggu depannya harus praktikum. Saya selalu berfikir, minimal kepikiran wah nanti hari jum'at praktikum ini, bisa gak ya. Hanya sebatas terfikir saja tanpa ada aksi nyata nyari bahan atau baca-baca juga, ujungnya tetep H-1 atau H- beberapa jam baru panik nyiapin kotak ajaib, botol-botol dan pot-pot, jaslab, jurnal bersih, dan semua perlengkapan perang lainnya

Tadi, 1 Juni 2012 adalah hari terakhir pertemuan farset bagi saya yang dikelompok Farset 2C. Itu adalah hari ujian terakhir, UAS Praktikum Farmasetika II yang mungkin menentukan apakah kita perlu memperdalam tentang kefarmasetikaan lagi atau nggak. Dan untuk menentukan seberapa besar keberhasilan di Prakt Farmasetika..

Untuk pertama dan terakhir kalinya, saya merasakan aura praktikum yang paling tenang. Tidak seperti yang saya sampaikan tadi bahwa setiap minggu selalu kepikiran, apalagi sebelum UAS, selalu mikirin itu. Sejak seminggu yang lalu hingga datangnya hari ini, hari dimana saya harus membawa tas pulang kampung besar untuk menampung buku-buku yang tebalnya bisa dipake buat bantal, ganjel pintu, kursi, bahkan saya pakai untuk alas laptop waktu nge-PES.

Nah, hingga datangnya hari kemarin, malam jum'at malam dimana para pembaca biasa gentayangan, saya merasa seperti tak akan terjadi apa-apa di hari esok. Tak ada chemistry, getaran yang membuat jantung ini berdebar-debar, padahal ini UAS. Alhasil malam jum'at dilalui hanya dengan secangkir PES 2012 bersama kawan kosan Alan dan Majid, serta setelah itu bermain game Governor of Poker 2 hingga tanpa sadar telah menunjukkan pukul 04.00 pagi. Malam yang hampa, ketika sang teman lain jaga lilin, ni jaga laptop.

Dan setelah itu pun tertidur sambil bangun bentar-bentar untuk ke kamar mandi. Jam 09.00 barulah saya terbangun, dan sedikit agak panik karena 2 jam lagi harus berangkat. Barulah setelah itu saya gunting-gunting etiket, nyiapin botol, cuci botol, sarapan, mandi, dan untungnya karena barteran sama Alan jadinya tak harus berat bawa apa-apa. Dan anehnya saya tetap tenang, dengan tenangnya saya berangkat pukul 11.40, tanpa kesiapan yang berarti, hanya membawa contekan 3 resep basis hussa's, basis cream cum tea dan basis gel.

Alhamdulilah, resep yang keluar adalah resep yang pernah dibuat ketiga-tiganya. Diantaranya untuk saya kode A , ada obat batuk yang ada asam mefenamat, extra belladon, dll yang dibuat kapsul. Tentunya jago karena hanya tinggal gerus, lalu masuk kapsul. Kemudian yang kedua adalah resep Neo Rheumacyl Cream, ini pun pernah dibahas, apalagi basisnya cream cum tea yang okelah cukup leleh aduk tingtong jadi basis cream. Yang terakhir adalah obat tetes Ephedrin HCL gutt nasal. Itu pun sebenarnya adalah resep terakhir yang pernah dibahas dan dikerjakan sewaktu minggu lalu, jadi y seenggaknya biarpun lembar jurnal masih kosong, otak udah tau mau ngapain. Ngapain? Mengarang bebas!!!

Adapun teman lain yang paket lain, Ikhsan pun katanya ketiga resepnya sama. Ada bricasma, ada H202 gutt auric, dan Mixture oleosa.

Pengerjaan praktikumnya sungguh menenangkan..
1. Jurnal pertama selesai setelah setengah jam, lalu masukin tablet-tablet, Elaeosach 3 menit dan gerus-gerus 3 menit jadi. Tapi ada satu bahan yang dicari-cari belum ketemu, bahkan di tengah pun ga ada. Jadi resep ditunda dulu
2. Jurnal kedua dikerjakan, neorheumacyl cream langsung buat basis setelah membuat jurnal yang hanya sebatas coret-coretan tidak jelas.Kemudian basis jadi, sekitar pukul setengah tiga, keliling-keliling cari yang seger-seger eh ketemu ternyata si satu bahan yang resep 1 asam mefenamat ketemu. Dilanjutin lah resep satu, gerus, masuk kapsul, masuk pot, beri etiket kumpul
3. Kembali ke resep 2, masukkan bahan-bahan aktifnya. masuk masuk gerus, jadi deh, masuk pot, beri etiket kumpul
4. terakhir membuat resep efedrin hcl gutt nasal, rasanya masih hangat di kepala, sehangat mortir panas. Lalu jurnal tulis terlebih dahulu semuanya, meski agak bolong bolong seperti efedrin larutin di ......... Dengan uji coba, NaCl dilarutin di air jelas larut. Masuk botol. Efedrin HCL dilarutin di air, eh larut juga , alhamdulilah masuk botol. Terakhir chlorbutanolum, dilarutin di air, eh ternyata larut juga alhamdulilah. Ujungnya tambahin propilenglikol, aquades ad 20ml, selesai. beri etiket kumpulkan. Ternyata dicek-cek ulang sebelum dikumpul ada kelarutan, chlorbutanolum kelarutannya 1:130 air, waw banyak tapi kok bisa, mungkin terlalu dikit kali ya, maklum gak nimbang #ups
5. Masih tenang, cuci-cuci..

Alhamdulilah sepertinya dan insyaallah sebagian besar dapet menyelesaikan semuanya dengan perfecto 3 sediaan 3 jurnal. 

Makna kuliah farset ini adalah Farset itu belajar untuk menjadi seorang yang intuitif, memperkirakan kira-kira 50 mg itu segimana, cairan 1 gram itu segimana. Terutama ketika panik, akurasinya bisa menjadi sangat tinggi. Farset juga belajar untuk bertawakal, setelah pasrah berusaha ternyata gagal krimnya pecah misalnya, atau lain sebagainya, untuk bertawakal dan tetap terus berikhtiar mengulang kembali. Farset juga melatih gotong royong, ketika ada teman yang belum selesai, bisa sedikitnya membantu teman tersebut agar semua selesai. Yang pasti farset telah melatih kita untuk berperilaku cerdas, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita bisa mengakali itu dengan otak jenius yang kita miliki yang terlatih selama 2 semester ini oleh farset.Mungkin masih banyak lagi maknanya yang tidak bisa disebut....

Akhirnya, selesailah praktikum farset II, ini hanya akan menjadi kenangan indah kita yang kita abadikan dalam sebuah foto keluarga besar farset C.



 Sedih memang karena kuliah berbau praktek ini akan sangat terkenang, kita akan bercerita kepada adek-adek kita bagaimana praktikum ini, bagaimana kita ditertawakan orang karena bawa-bawa koper, bagaimana kita praktikum menjadi seorang yang panicman. Tapi semuanya tidak akan menjadi sia-sia ketika itu berguna di suatu saat nanti. Beban kita telah lepas, karena kita telah melewati ini. Artinya semua lulus dengan nilai memuaskan, insyaallah teman-teman. SALAM PERPISAHAN FARSET CHE! KECE! PJnya Titi dan Sulis


Waduh lupa, masih UAS ya,, SEMANGAT!!!

Posted By Andika Galih Priadi6/02/2012