Thursday, May 31, 2012

Kulihat jalan seperti ini, kenapa?

Filled under: ,

Beberapa waktu lalu saya lolos seleksi tahap II seleksi PPSDMS Nurul Fikri Regional 1 Jakarta Putra. Saya merasa saya tidak pantas untuk lolos seleksi tersebut, alasannya sederhana yakni karena saya tidak sehebat orang-orang yang lainnya.

Saya tiap hari selalu berfikir, kenapa kok bisa lolos? Nanti seleksi presentasinya gimana ya, tegang kayaknya, dll. Menurut saya, itu adalah titik balik awal saya dalam pencarian arti untuk apa saya disini.

Selama beberapa malam terus saya tanyakan, sebenernya untuk apa saya kuliah di farmasi, kenapa saya terlibat dalam berbagai hal besar dan orang-orang hebat yang mempunyai mimpi, sementara saya hanya berjalan dengan pandangan tertunduk. Hanya berjalan di hari ini, hanya berfikir bahwa semua ada manfaatnya, tapi tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Perlahan tapi pasti saya terus mengeksplor tentang diri saya. Perlahan tapi pasti, jalan-jalan semakin terbuka membawaku ke sisi dunia dimana dulu aku bukan sama sekali siapa-siapa disini. Apakah ini salah? Tidak, menurutku justru ada sesuatu yang besar yang perlahan menghantuiku, mengarahkanku agar menemukan apa yang dinamakan sesuatu yang besar itu.

Rapat rapat dan rapat, dalam beberapa waktu itulah yang menjadi keseharian saya, dan ketika kembali ke kelas, lebih sering tanpa perhatian penuh, terkadang tertidur tanpa sengaja.

Suatu waktu saya menemukan sebuah buku dari teman saya "from Zero to Hero".  Ketika orang memperhatikan kuliah Farmasi Fisika, saya baca itu tanpa henti dari awal hingga akhir perkuliahan. Kemudian di perkuliahan berikutnya, Farmakognosi, disaat orang tertidur, nonton film, ngemusik (padahal kuliah lo), saya baca itu sampai akhirnya selesai..

Akhirnya, di malam harinya ketika saya coba tanyakan kembali, untuk apa saya kuliah, kenapa saya tiba-tiba terlibat di jalan ini, dan lain sebagainya, rasanya saya tak perlu menjawab kembali pertanyaan itu.

Yang terfikir adalah niat terbesar adalah untuk mencapai Ridho-Nya. Rasanya tak penting apapun mimpinya, yang terpenting adalah untuk siapa kau berbuat itu? Apakah kau ingin hanya sekedar pamrih?

Sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.

Galau To Be Continued....

Posted By Andika Galih Priadi5/31/2012

Kok Udah UAS lagi??

Filled under:

Perasaan baru kemarin saya mengikuti UTS semua mata kuliah farmasi, belum sempet rehat eh tiba-tiba dikeroyok sama UAS. Begitulah perkuliahan, satu semesternya di kuliah itu cuma 4 bulan, jadi setiap selesai 7 pertemuan (7 minggu), uts, 7 minggu lagi materi terus UAS. Terasa sangat singkat, dan sebagai imbalannya adalah libur 3 bulan setelah UAS ini.

Menjadi seorang mahasiswa terkadang muncul dilema antara posisi sebagai akademisi dan juga kegiatan-kegiatan kampus lainnya. Itulah warna mahasiswa, dan itulah dimana kita belajar menjadi seorang yang bertanggung jawab, mengasah soft skill kita menjadi semakin baik.

Terkadang, saking serunya menjalani aktivitas keaktivisannya, berpengaruh juga terhadap akademisnya. Sebenarnya yang salah bukan aktivitasnya, tapi justru karena keenakan, ujung-ujungnya nyampe kosan cuma tidur. Terus kalo ga tidur, ya paling tidur di kelas. Ya gitu gitu aja lah, tapi ga sampai tidur waktu praktikum lah, tar bikin obat sirupnya jadi mengandung saliva donk..

Nah, selama semester II aktivitas kepanitiaan, rapat-rapat mulai dari pharweek, pharcare, mabim, okk farmasi, kastrat, maserasi itulah jadi warna yang menggores di hari-hari.

Baru bangun pagi hari, kok udah mau malem lagi. Baru aja kemaren kuliah kok mau libur UAS lagi. Itu yang terasa sekarang, ada 3 UAS yang telah dilalui, MPKT yang sungguh super mengisi 4 halaman folio dengan orasi seorang yang maksa, berkhutbah di 4 halaman folio sewaktu UAS MPKT, Ujian Biokimia yang super sekali menghafal siklus-siklus metabolisme dari metabolisme karbohidrat, lipid, pencernaan. Dan terakhir tadi pagi itu UAS tentang biologi sel dan molekuler..

Ada perbedaan yang cukup mendasar dalam 4 UAS yang sudah dilewati,
MPKT : Menghafal dasar-dasar teori, lalu pas di UAS nya mengarang bebas 4 halaman folio
MPK Agama Islam : Menghafal materi, dan disampaikan kembali dalam khutbah 4 halaman folio juga
tipe soalnya lebih kepada teori, dan kasus
Biokimia I : Lebih kepada hafalan siklus-siklus, awalnya galau karena begitu banyaknya siklus, tapi alhamdulilah karena ternyata jalannya dimudahkan dengan mengerjakan soal-soal yang pernah dikerjakan..
Bioselmol : Dari tadi pagi hari sampai pukul 15.00 tak henti-hentinya berputar-putar di materi fotokopian, untungnya ada lah yang masuk ke otak ini...

Wah wah wah UASnya masih panjang, istirahat dulu deh.. Selamat menempuh UAS

Posted By Andika Galih Priadi5/31/2012

Sunday, May 13, 2012

Minggu yang Menantang

Filled under:

Sebenarnya saya ingin menjadikan tulisan-tulisan saya sebagai sebuah diary, sesuai saran dari "Cara Melejitkan Daya Ingat Otak", dimana semua diawali dengan diary. Ya cerita-cerita sederhana mungkin akan menghiasi hari-hari, selain berbagi-bagi tentang materi-materi farmasi dan pengetahuan lainnya..

Rapel  : Yang menarik dari minggu ini adalah :
Senin :
.MPKA mendapatkan materi tentang "Keluarga2an", Laki banget dah
.MPKT nyiapin buat final project
.Tidak ada prakt biokim, akhirnya tidur di kosan. Jam 4 rapat yang ternyata mulai-mulai rapatnya sekita 5.15.
.Naskah drama udah ada

Selasa :
.Mendengarkan kuliah biokim, terutama cerita-cerita ke berbagai negara dari bu Yahdi
.Rapat Perlap Pharweek
.Tidur setengah jam di Asrama, terus makan es buah sambil nonton di kantin asrama sambil ngobrol..
.Jam setengah 4 berangkat, jam setengah 5 menemani Alan untuk bidding PO Sulfa bersama Dini, Afina (menemani, karena cuma diam aja di ruang HMD nya juga)
.Jam 8 pulang

Rabu :
.Kuliah biosel (tidur bentar), farfis (tegang ditanya soal apa yang sudah dibaca, untungnya gak kebagian), farkog (presentasi -> apaan tuh pantat musin? haha) , biokim tambahan (tidur, maen laptop)
.Kumpul
.Bikin naskah drama

Kamis :
.MPKT latihan di kelas bentar, nyari-nyari lagu, terus keluar bawa tas latihan dan gak balik lagi ke kelas
.Pulang,rapat konsum. Pulang nyuci, ngepes, berangkat duluan karena mau latihan mpkt..
.Latihan mpkt dari jam 5

Jum'at :
.IBD buku gambarnya ilang, minjem terus gambar ulang H-20 menit. Terus dilanjutkan ke kemikroskopan.
.Farset, setengah 3 pada beres, luar biasa
.Flu akut
.Bikin bajaj ampe jam 9 malem, temen-temen yang luar biasa
.Terus ke balairung bantu-bantu ampe jam 00.00, pulang, eh liat bapa-bapa kirain mau bunuh diri mau loncat ke sungai, ternyata lagi kencing. Naik angkot yang udah jarang banget, sepi sekali lah.
.Pulang minum obat, tidur

Sabtu :
.Bangun jam 08.00 dengan suara agak-agak berat, dan hp penuh jarkom.. #Konsumsi..
.Mandi berangkat bareng alan, makan dari warteg nya dibungkus.
.Nyampe-nyampe langsung ke regis, ga dikasih apa apa karena panitia, terus bantu-bantu dulu makan di backstage, bantu-bantu, gabut, ngangkat-ngangkat makanan, terus bantu bagiin makanan (75 kardus), dapet makan, udah gitu solat, tidur-tiduran, naik ke atas lagi, turun ke bawah, ngobrol gajelas, ngarepin dapet doorprize, #pulang..
.Niatnya ingin ikut MTC , tapi mengingat kondisi fisik kurang fit, akhirnya pulang

Posted By Andika Galih Priadi5/13/2012

Saturasi dan Netralisasi

Filled under: ,




Naturalisasi adalah larutan netral yang dibuat dengan mereaksikan asam dan basa. Bila basanya adalah asam karbonat (NaCO3/NaHCO3) yang direaksikan dengan suatu asam, menghasilkan CO2. Semua gas CO2 yang terbentuk tsb harus dihilangkan semuanya.

Saturasi adalah larutan yang mengandung CO2 jenuh. Biasanya diperoleh juga dari reaksi asam dan garam karbonat.

R/           Asam sitrat         5
                NaHCO3               q.s
                Codein HCl          0,2
                m.f saturasi

Air yang tersedia 70% digunakan untuk melarutkan garam karbonat, 30% untuk melarutkan asam dan garam lain yang bersifat netral/asam. Larutan netral sepeti sirup, garam netral ditambahkan ke dalam larutan asam. Bila jumlah garam netral yang akan ditambahkan besar, maka garam tersebut dibagi dua. Sebagian dimasukkan ke dalam asam dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam basa. Bahan yang mudah menguap ditambahkan terakhir.

Ke dalam netralisasi dapat ditambahkan bahan yang tidak larut, kemudian dibuat suspensi, sedangkan saturasi tidakboleh ada komponen yang tidak larut karena tidak boleh dikocok. Perbedaan lainnya, saturasi tidak terbagi-bagi (dosis tunggal), sedangkan naturalisasi boleh dosis jamak.

Perbandingan jumlah asam dan basa baik untuk saturasi atau naturalisasi terdapat dalam Farmakopee Belanda ke-V. Sebagai asam sering digunakan asam sitrat/asam tartrat. Sebagai basa untuk saturasi selalu garam karbonat, sedangkan basa untuk netralisasi dapat garam karbonat/amonia.

R/           Asam sitrat         5
                Nat.bic  q             q.s
                Ext.Belladon       0,2
                Sir.Simplex          10
                m.f saturasi        150
                sekali minum habis

Cara Pembuatan :
1. Asam sitrat + air 30%, gerus sampai larut
2. Garam karbonat + 70%, gerus sampai larut
3. Masukkan no.2, lalu 2/3 dari no.1, setelah itu 1/3 dari 1
4. Tutup botol dan ikat dengan tali

Penambahan Bahan ke Saturasi
-Sirup
Bila sirup mengandung lendir, penambahan bahan harus hati-hati mencegah terbentuknya lendir, umumnya sirup yang terbuat dari tanaman.
-Garam yang sukar larut atau yang larut dalam basa seperti asam benzoat dimasukkan dalam basa. Asam benzoat dapat berfungsi sebagai pengawet minuman.

Posted By Andika Galih Priadi5/13/2012

Obat Tetes

Filled under: ,



1. Tetes telinga
- Obat tetes telinga mempunyai konsistensi yang kental agar mudah menempel pada dindingnya.  
  Contohnya : Gliserin, Propilenglikol, minyak nabati, dll. PH : 5-6
- Obat telinga dibuat untuk antiseptik/antibiotik (anti inflamasi) atau sebagai emolien kotoran   
  telinga.
- Tetes telinga tidak boleh menggunakan air karena dalam telinga mengandung lemak sehingga obat
  tidak dapat terserap.

Contoh :
R/           Phenol                  0,6
                Gliserin                 20
                s.guttae duric

R/           Kloramfenikol    1
                propilenglikol     10
                m.f.gutt auric
                s.guttae auric

2. Tetes Hidung
-Bahan pembawa boleh air (kalau telinga tidak boleh)
-Kapasitas buffer mukosa hidung rendah (pH : 5,5-7,5), sebaiknya dibuat mendekati netral (6,8),
  sebaiknya isotoni, hal itu dapat dicapai menggunakan NaCl. Tidak boleh menggunakan
  minyaknabati/minyak mineral.
- Sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kekentalan dapat digunakan selulosa dan derivatnya
  atau senyawa plimer lainnya yang inert. Zat pendapar yang digunakan harus disesuaikan dengan
  kestabilan zat aktif.
- Sebagai zat aktif, obat tetes hidung : antiseptik, antiinflamasi, dan decongestan
- Cairan pembawa : gliserin, propilenglikol/campuran keduanya masing-masing dicampur dengan air

3. Tetes Mata
  Tetes mata harus steril, isotoni, dan isohidri

4. Tetes Oral
- Tetes yang digunakan di mulut biasanya untuk anak-anak (vitamin, berkhasiat obat seperti obat
   penurun panas)
- Untuk dewasa biasanya digunakanuntuk mencuci mulut dsb.

Posted By Andika Galih Priadi5/13/2012

Sirup dalam Farmasetika

Filled under: ,



Larutan pekat gula dalam air dengan atau tanpa flavoring agent dan bahan berkhasiat obat.
Sirup mengandung flavoring agent mengandung bahan obat disebut sebagai Non-Medicated Sirup / Flavored Vehicle Syrup. Hanya digunakan sebagai bahan pembawa yang memberikan rasa manis dan aroma yang diinginkan. Contoh : Cherry Sirup, Cocoa Sirup, Orange Sirup.

Kadar sukrosa dalam sirup 64%-66% non-medicated sirup, e.g cherry sir 47%, raspberry 48%. Menurut Anceletal, Sir.Simplex mengandung 85% sukrosa. Farmakope Belanda ed.V sir.simplex mengandung 64%. Dengan demikian untuk sirup non-medicated mengandung kadar gula dengan kisaran 47%-80%. Sirup dengan kadar gula yang tinggi makin stabil.

Sirup obat(medicated syrup) dibuat dengan komposisi :
Zat aktif obat, gula, flavoring agent termasuk zat warna, air. Sediaan sirup diperuntukkan untuk anak-anak/orang yang tidak dapat menelan obat dalam bentuk tablet/kapsul. Gula memberikan rasa manis dan dapat meningkatkan kekentalan, dapat mencegah pertumbuhan bakteri.

Sebagai bahan tambahan lain dalam sediaan komersial dapat digunakan pelarut tertentu. Zat yang dapat meningkatkan kelarutan zat aktif, pengental/stabilisator lainnya.

Sirup untuk pengobatan : Phenergon syrup(obat alergi), prometazin syrup(obat anti muntah)

Cara Pembuatan sirupus simplex : sukrosa dalam air panas dengan pengadukan sampai semua larut. Untuk mencegah pertumbuhan jamur dapt ditambahkan pengawet (turunan benzoat). Asam benzoat 0,1% - 0,2%< Natrium benzoat 0,1%-0,2%, metil, butil, propil bila dikombinasi tidak lebih dari 1%.

R/           Chlorpheniramin Maleat               0,04
                Sirup                                                      2,5 ml
                Lar. Sorbitol                                        8,3 ml
                Na. Benzoat                                       0,1
                Alkohol                                                 6
                Aq    ad                                                 100

Pembuatan Sirup Simplesia
1. Cara Maserasi, contoh : Althaeae sirup
2. Cara Perkolasi, contoh : Sirup Aurantii corticis

Ke dalam sari simplesia tersebut di atas ditambahkan gula dengan cara pemanasan suhu rendah. Untuk persediaan dapat ditambahkan Nipagin 0,25% b/v atau pengawet lain yang cocok.
Sirup harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan di tempat yang sejuk. Pemanasan dapat menyebabkan sukrosa terurai menjadi glukosa dan fruktosa yang menghasilkan gula invert. Gula invert yang terbentuk dapat meningkatkan kemanisan sirup, tetapi sirup menjadi berwarna gelap.

Posted By Andika Galih Priadi5/13/2012

Farmasetika Sediaan Cair

Filled under: ,


SEDIAAN CAIR
Sediaan cair terdiri dari 3, yaitu solutio(larutan), suspensi, dan emulsi.
Larutan merupakan campuran yang larut sempurna, contohnya NaCl + Air
Suspensi adalah campuran yang apabila dibiarkan sebentar akan mengendap karena terdiri dari zat padat yang tidak larut, terdispersi karena suspending agent.
Emulsi adalah 2 zat cair yang tidak larut satu sama lain, contohnya minyak+air. Walaupun dikocok tidak akan bercampur dalam bentuk partikel-partikel halus yang terdispersi rata dengan penambahan emulgator/zat pengental.

A. Larutan
1. Batasan dan Macam Larutan
Larutan adalah bahan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Contoh: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Larutan yang di dalamnya lebih dari 1 zat (mikstura).
2. Berdasarkan Cara Pemberian
    Larutan Oral   : melalui mulut
    Larutan Topikal (Obat  Luar) : Parental (injeksi, suntik), Otik (tetes telinga), dan Optalmik (tetes   
    mata)
3. Berdasarkan pelarut, ada larutan air ,larutan spiritus, dll.
4. Daya Larut ,Kelarutan zat yang tidak diketahui secara pasti, yaitu :
                sangat mudah larut         <1
                mudah larut                       1-10
                larut                                       10-30
                agak sukar larut                                10-100
                sukar larut                           10-1000
                sangat sukar larut            1000-10000
                praktis tidak larut             >10000

                1 gram NaCl [10-100] bisa larut paling sedikit 10 gram air
5. Macam-Macam Pelarut : Air, Non-Air : sirup, etanol, gliserol, propilen glikol, minyak kacang,  
    aceton, dll.
6. Cara Memilih Pelarut :
                -Zat mudah larut di dalamnya
                -Jernih
                -Tidak toksik
                -Dapat bercampur dengan seluruh bahan dalam formula
                -Inert ( Sukar bereaksi)
                -Diterima selera

7. Cara Menimbang Zat Cair
                -Langsung ke dalam botol
                - Ke dalam beaker glass
  Botol/wadah harus ditaruh terlebih dahulu menggunakan butir-butir peluru yang diletakkan di 
  sebelah kiri



8. Proses Melarutkan
- Bahan Mudah Larut (NaCl, Gula)
                1. Bahan padat ditimbang
                2. Pelarut (air yang digunakan disiapkan)
                3. Menambahkan bahan padat sedikit demi sedikit ke dalam pelarut sambil diaduk sampai               larut

                Zat Mudah Larut/Zat Pembentuk Senyawa Hidrat
                Dilarutkan langsung dalam botol atau dalam beaker glass yang sesuai ukurannya dan sudah         berisi air. Contoh : borax, garam bromida
               
                R/ NaBr
                     NH4Cl
                     KBr                                    aaa            sebanyak 2 g sama banyak
                     sir.simplex                     20
                     ol.mentha pip               gtt 1
                     m.f pot ad 200                                   campur dan buat potio hingga 200 gr
                     s.h.s c I                                                 1 sendok makan

- Zat yang agak sukar larut dapat dibuat dengan pemanasan(zat tidak boleh terurai)
Zat dimasukkan ke dalam air panas sambil diaduk/dikocok
contoh: nipagin,nipasol, klorbutanol, rivanol

-Melarutkan dengan menggunakan dua macam pelarut(kosolven)       campuran air dengan alkohol, air dengan gliserol,dsb. Kosolven adalah zat yang bisa menambah kelarutan.

9. Suhu air           : Air hangat : 60-70 C
                                  Air panas   : 85-95 C
                                  Air mendidih : 90-100

10. Konsentrasi dalam larutan
b/b : bobot/bobot ( 1 g zat dalam 100 g larutan)
b/v : bobot/volum (1 g zat dalam 100 ml larutan)
v/v : volum/volum ( 1 ml zat dalam 100 ml larutan)
v/b : volum/bobot ( 1 ml zat dalam 100 g larutan )


R/ Aluin                                                                          1          tawas, mudah larut dalam air
     ZnCl2                          1             mengandung Zinc Oksiklorida, tambahkan air sebanyak-banyaknya
    Acid Salicyl                0,3         sukar larut dalam air, tetesi dulu dgn spiritus fort, lalu masukkan dlm
    Ol.Mentha pip gtt   2            larutan tawas
    Aquadest ad            300
    s.gargarisma                        

Larutkan aluin terlebih dahulu, mis dgn 20 ml air. Lalu ZnCl2 dilarutkan dgn air sebanyak-banyaknya mis 200 ml. Acid salicyl yang telah ditetesi sp.fort,  masukkan semua dalam botol. Masukkan Zncl2, baru teteskan ol.mentha pip. Cara mengocoknya cukup dibalik.
Garam Zn (ZnCl2, ZnSO4) selalu mengandung sedikit garam basa ZnOksiklorida, larutkan dalam air sebanyak-banyaknya atau asam (bila ada).


R/ ZnSO4                          0,050
     Asam borat                3
     s.colliria ophtalmic ad  300

Buat larutan asam borat terlebih dahulu, kemudian tambahkan ZnSO4 ke dalamnya, aduk sampai larut.

Cara Meningkatkan Kelarutan
1. mengatur PH
2. menaikkan suhu
3. menggunakan campuran (kosolven)
4. memodifikasi struktur
5. pengadukan
6. memperkecil ukuran partikel
7. membentuk senyawa kompleks

R/           Caffein                       2
                Nat.benzoat             3
                Ext.Belladon             0,1
                Sir.simplex                10
                aq  ad                          200
                s.t.d.d c I

Cara Pembuatan :
Caffein dengan Na.Benzoat dalam jumlah yang sama digerus,kemudian tambahkan air qs (5x4), kemudian tambahkan sisa Na.Benzoat sambil diaduk sampai larut.
Masukkan ke dalam botol yang sudah ditara dan berisi sirupus simplexsebanyak 10 cc, ext.belladon dilarutkan dalam sejumlah air (10 cc), masukkan dalam botol. Cukupkan jumlah cairan sampai 200 g.

R/           Iod         1
                KI            2
                Aq ad    50

Cara Pembuatan :
Larutkan KI dalam larutan pekat (2 cc). ke dalamnya tambahkan sedikit-sedikit iodium sambil diaduk sampai larut, tambahkan air sampai jumlah yang diinginkan.

Cara Istimewa Melarutkan Senyawa Kimia
1. Gerus Tuang
                Gerus dalam mortir, tambahkan air, belum larut semua, yang sudah larut tuang dalam botol.      Sisanya gerus kembali dengan air, seterusnya sampai semuanya larut.  Contoh : Natrium           Hidrogen Carbonat.

2. Melarutkan dengan Memanaskan
                Bahan padat ditambahkan ke dalam air yang sudah dipanaskan (mencegah terjadinya    penggumpalan) sambil diaduk (asam salisilat, asam borat, asam benzoat, glukosa, dll)
                Contoh : Kalium Permanganat dilarutkan dalam air panas,  dinginkan tanpa pengocokan                (karena pd saat pelarutan terjadi sedikit penguraian).
                Bahan padat yang mudah menguap (kamfer,timol,mentol,guayakol) dilarutkan dalam bejana     tertutup rapat sambil dikocok.

3. Zat yang tidak stabil dalam larutan
                - Luminal Natrium dalam larutan terurai menjadi fenil etil asetil ureum yang beracun.
                - Veronal Natrium terurai menjadi dietil ureum
                - Aminophilin terurai menjadi teophilin dan dietilendiamin
  Cara mengatasi : - Menggantinya menjadi senyawa basa (berdasarkan BM) dan dibuat dalam                                         bentuk suspensi
                                    - Dibuat dalam bentuk puyer sesuai dengan dosis yang dikehendaki

4. Alkaloid basa dilarutkan dalam asam
    Contoh : Codein + HCl/H2SO4, Papaverin + HCl

5. Boraks dilarutkan dalam air bersifat basa, larutkan dalam gliserin bersifat asam.

6. Melarutkan sari-sari kering, dengan cara menaburkan di atas air dingin, gerus kemudian encerkan
    dengan air yang tersedia.

7. Piperazin, dalam persediaan dalam bentuk hexahidrat (bereaksi alkalis) perlu dinetralkan dengan  
    asam sitrat         piperzinsitrat yang larut

8. Succus liq, menggerus dengan air sama banyak, diaduk sambil ditambah air sampai larut


Menyaring Larutan
- Solutio harus jernih
- Menyaring dengan sedikit kapas yang dicuci dalam corong yang akan digunakan untuk 
  menghilangkan serat-serat yang lepas.
- Obat mata disaring dengan kertas saring
- Larutan senyawa yang mengoksidasi tidak boleh disaring dengan kapas/kertas saring, gunakan
  penyaring asbes, bulu kaca/penyaring 63
- Larutan yang encer jangan disaring
- Larutan yang mengandung minyak atsiri, saring dulu larutan, lalu tambahkan minyak atsiri
- 3 ml filtrat(hasil penyaringan) pertama dibuang

Obat tetes mata ditambahkan 20%
Obat cuci mata ditambahkan 10%

R/           Sol.H2O2  3%                      300
                Ol.Mentha pip gtt            2
                s.garg

Larutan H2O2 yang mengandung 30 % H2O2
H2O2 yang diambil= 300(3) = V2(30)
                                         900      = 30 V2
                                          V2       = 30

R/           Ol. Anisi                4
                Etanol  90%         76
                Ammonia liq       20
Ol.Anisi dilarutkan dalam etanol 90% + Ammonia liq diaduk sampai homogen. Harus hati-hati campuran ini bersifat alkalis terutama terhadap garam alkaloid yang akan mengendap.

Posted By Andika Galih Priadi5/13/2012

Emulsi

Filled under: ,


-          Merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak bercampur ( air dan minyak ). Cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Disperse ini tidak stabil, bila butir-butir ini bergabung akan membentuk dua laoisan air dan minyak yang terpisah. Untuk mencegah terjadinya pemisahan, digunakan zat pengemulsi ( emulgator )
-          Semua emulgator membentuk film ( lapisan ) di sekeliling butir-butir tetesan yang terdispersi. Fungsinya untuk mencegah terpisahnya cairan terdispersi dari mediumnya.
-          Dalam farmasi : emulsa untuk pemakaian dalam à emulsi minyak ikan dan paraffin. Lini menia adalah bentuk emulsi untuk pemakaian luar ( obat gosok )
-          FASE EMULSI ADA DUA FASE : fase hidrofil ( air ) dan fase hidrofob ( minyak / lemak )
o   Fase hidrofil terdispersi dalam fase hidrofob à emulsi a/m ( air dalam minyak )
o   Fase hidrofob terdispersi dalam fase hidrofil à emulsi m/a ( minyak dalam air )
-          Teori emulsifikasi berdasarkan zat pengemulsi
o   Teori tegangan permukaan
Jika tegangan batas antar permukaan diturunkan maka pembentukan emulsi jadi lebih mudah. Emulgator terakumulasi pada batas antar permukaan minyak/air, lalu tegangan batas antar permukaan turun, pengemulsian terjadi, molekul emulgator terabsorbsi pada batas antar permukaan sehingga gugus hidrofil mengarah ke fase air dan gugus hidrofob kea rah minyak, zat pengemulsi membentuk lapisan monomolekuler dan mengurangi tegangan permukaan.
o   Koloid hidrofilik
Membentuk suatu lapisan multimolekular di sekitar tetesan terdispersi dari minyak dalam suatu emulsi
o   Partikel-partikel padat yang terbagi halus (emulgator) yang diabsorbsi pada batas antar muka dua fase cair yang tidak bercampur dan membentuk suatu lapisan partikel di sekitar bola-bola terdisper
-          Factor yang umum untuk ketiga golongan zat pengemulsi adalah pembentukan suatu lapisan monomolekuler  / multimolekuler / partikel
-          Emulgator untuk sediaan obat
o   Emulgator anion aktif ( emulgator ionic ) dan kation aktif
§  Contoh : asam sabun dan senyawa sejenis sabun
                sabun alkali ( natrium palmitat, natrium stearat )
§  Aktiitas oermukaan dapat naik dengan memasukkan gugus hidrofil lain seperti natrium oleum risino digunakan sebagai emulgator emulsi m/a
o   Sabun logam à logam bervalensi lebih dari satu
§  Contoh : calcium palmitat, aluminium stearat
§  Digunakan untuk emulsi a/m
o   Sabun anilin
§  Contoh : TEA
§  Digunakan untuk emulsi m/a ( cream : obat luar )
-          B. senyawa tersulfatasi
o   Contoh : Natrium lauril Sulfa, natrium setil sulfat, natrium stearil sulfat digunakan dalam salep liminenta dan cream.
-          C. senyawa tersulfonasi
o   Natrium setil sulfonat ( emulgator M/A )
-          D. Garam dari asam empedu
o   Contoh : Natrium glukokolat ( emulgator M/A )
-          E. saponin
o   Mempunyai aktivitas batas permukaan yang tinggi ( tidak semua saponin adalah anion aktif )
-          F. Gom arab
o   Campuran dari garam Ca, Mg, K dari asam poliabarat à senyawa koloid emulgator M/A, senyawa oksidase dan peroksidase yang terkandung dalam gom arab dapat merusak zat yang mudah teroksidase.
I.                   EMULGATOR
-          Terdisosiasi dalam larutan air
-          Contoh : alkonium bromida, benzalkonium bromida, setilpriridium klorida, setrimiti (garam bromida)
bisa juga digunakan untuk pengawet tetes telinga
sebagai ion adalah Cl- dan Br-
-          Mempunyai aktivitas batas antar permukaan
-          Mempunyai sifat desinfektan kuat dalam kondisi pH 9 juga sebagai pengawet
-          Emulgator m/a
-          Keuntungan : dengan ion Ca2+, Mg2+ tidak menurun
-          Kerugian : tidak dapat digunakan dengan sabun lain karena perbedaan muatan yang ada, dapat menyebabkan terjadinya penghambatan aktivitas kerjanya.
II.                 EMULGATOR BUKAN IONIK (NON-IONIK)
-          Berbeda dengan emulgator ionic
-          Tidak terionisasi dalam air
-          Bereaksi netral
-          Sedikit dipengaruhi oleh elektorlit
-          Aktivitasnya relative tidak tergantung pada suhu
-          Contoh : ester mirisil, asam palmitat, dan seroat bebas
-          Emulgator a/m
o   Alkohol lemak tinggi dan alkohol steril
§  Contoh : setil alkohol (alkohol lemak tinggi), stearil alkohol (rantai lurus)
§  Umumnya hanya digunakan sebagai stabilisator
o   Alkohol lemak tinggi rantai bercabang
§  Contoh : fealan® ( emulgator a/m )
§  Alkohol lemak tinggi valensi dua sebagai emulgator lebih kuat daripada valensi Saturday
o   Alkohol sterin (sterol)
§  Contoh : kolesterol
§  Emulgator a/m

III.              EMULGATOR PARSIAL ASAM LEMAK DARI ALKOHOL BERVALENSI BANYAK
Glikol = efek emulgator rendah
Glikol bereaksi dengan asam lemak tinggi à stabilisator à etilen monostearat

OH – CH2 – O – Co – (CH2)16 – CH3

Glisero + asam lemak tinggi à efek lebih kuat
Yang dipengaruhi oleh : panjang rantai asam lemak. Asam lemak jenuh daya kerjanya lebih lemah dari yang tidak jenuh.
Contoh : Gliserol mono stearat; gliserol mono oleat

EMULGATOR PARSIAL ASAM LEMAK DARI SORBITAN
Ester asam lemak tinggi dengan alkohol bervalensi banyak, sorbitol membentuk cincin tertutup dengan struktur tetrahidropiran dan tetrahidrofuran dengan membebaskan H2O dikenal dengan sorbitan. Bila berikatan dengan asam biurat, palmitat, stearat, dan oleat dikenal dengan span®

NAMA DAGANG
INDENTITAS KIMIA
HARGA HLB
Span 20
Sorbitan mono laurat
8,6
Span 40
Sorbitan mono palmitat
6,7
Span 60
Sorbitan mono stearat
4,7
Span 65
Sorbitan tri stearat
2,1
Span 80
Sorbitan monooleat
4,3
Sebagai emulgator a/m


IV.              Emulgator parsial asam lemak dari polioksi etilen sorbitan karakter lipofil dari span bertanggung jawab pembentuk a/m
Bila gugus hidroksil bebas dari ester sorbitan di esterifiaksi dengan polietilenglikol à emulgator tipe m/a







Ester parsial asam lemak dari polioksi etilen sorbitan yang dikenal dengan nama tween 20, tween 21, T40, T60, T61, T65, T80, T85
Seperti span, tween dibedakan berdasarkan jenis dan jumlah asam lemak yang menyusunnya.

V.                  EMULGATOR AMFOTER
-          Protein
o   Contoh : putih telur, kuning telur, gelatin, casein.
o   Dalam larutan alkali bersifat sebagai emulgator anionic
o   dalam larutan asam sebagai emulgator kationik
o   umumnya digunakan pada emulsi m/a.
o   bergumpal pada iso-elektrik ( pH 4,5 – 5)
-          Lesitin
o   Dari telur dan kacang kedelai
o   Berdasarkan karakteristik nya dapat digunakan pada emulsi m/a dan a/m
o   Faktor yang menentukan adalah perbandingan fase
§  Fase air lebih banyak à emulsi m/a
§  Sebaliknya jika jumlahnya diubah dapat menyebabkan perubahan dapat menjadi a/m
o   Penggunaan umumnya dalam injeksi
o   Kerugian : stabilitas emulsi terbatas; lecithin terhidrolisa dalam air

VI.                Emulgator tidak larut
a.       Serbuk yang menyelimuti bola-bola kecil emulsi menghindari penggabungan
b.      Contoh  : bentonit, serbuk karbon, aluminum hidroksida, dan magnesium hidroksida
c.       Bisa dibasahi oleh fase lipofil/hidrofil

Contoh-contoh emulsi :


1.       R/           ol. Ricini                10
                                Gom arab            q.s
                                m.f emuls 100

2.       R/           m. ikan                                 10
Gom arab            q.s
m.f emuls 100
3.       R/           ol. Oliv                  10
Gom arab            q.s
m.f emuls 100
4.       R/           Parraf liq              20
Gom arab            q.s
m.f emuls 10



Untuk resep:


1.       Gom arab = 1/3 * 10g
2.       3/8 * 10g
3.       ½ * 10g
4.       Sama banyak dengan paraffin liquid




Cara pembuatan :
Dalam mortir dengan dasar yang kasar dan kering dicampur dengan minyak ditambah Gom arab sampai homogeny. Tambahkan sekaligus air sejumlah satu setengah kali berat gom arab, aduk sampai diperoleh campuran kental berwarna putih, dan pada pengadukan terdengar suara yang spesifik. Cairan putih ( corpus emulsi ) kemudian diencerkan dengan air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Bila jumlah sedikit (minyak) à di bawah 10%  gom arab, digunakan 2,5% berat total larutan ( berat relative )

Emulsi dengan benzylis benzoas
R/           trietanolamin                     1
                Acid stearic                         4
                Benzylis benzoas              45
                Aqua                                     150
ad us ext

asam stearat dilelehkan di atas waterbath, TEA dilarutkan dalam air panas, campur dalam mortir hangat, aduk sampai terbentuk massa seperti cream. Setelah jadi basis krim, benzylis benzoas dengan aqua ditambahkan bergantian.  ( suhu kurang lebih 70 derajat celcius )

emulsa dengan bahan lain

R/           bals peruv           4
                Glycerin               40
                Tannin                  3
                PGA                       q.s
                Aqua                     45
                mf
                s.u.e

PGA = 2x berat bals peruv à 2x4g = 8g

Cara pembuatan :
1.       Buat emulsi dengan semua PGA (c.emulsi)
2.       Tambahkan gliserin, encerkan dengan air sebagian
3.       Tannin larutkan dalam air
4.       Campur semuanya sampai homogen

R/           bals peruv           5
                Ol. Ricini               24
                Sir. Simplex         10
                PGA                       q.s
                m.f emuls 150
                s.ohc II

PGA = bals peruv 1x + 1/3 x berat ol. Ricini = 5+8 = 13g
Cara pembuatan :
1.       Buat c.emuls ol.ricini dengan semua PGA
2.       Tambahakan sedikit bals peruv
3.       Tambahkan sir. Simplex
4.       Encerkan larutan tambahkan air sedikit sedikit sambil diaduk homogen

Posted By Andika Galih Priadi5/13/2012