Pages

Subscribe:

Labels

Minggu, 13 Mei 2012

Farmasetika Sediaan Cair


SEDIAAN CAIR
Sediaan cair terdiri dari 3, yaitu solutio(larutan), suspensi, dan emulsi.
Larutan merupakan campuran yang larut sempurna, contohnya NaCl + Air
Suspensi adalah campuran yang apabila dibiarkan sebentar akan mengendap karena terdiri dari zat padat yang tidak larut, terdispersi karena suspending agent.
Emulsi adalah 2 zat cair yang tidak larut satu sama lain, contohnya minyak+air. Walaupun dikocok tidak akan bercampur dalam bentuk partikel-partikel halus yang terdispersi rata dengan penambahan emulgator/zat pengental.

A. Larutan
1. Batasan dan Macam Larutan
Larutan adalah bahan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Contoh: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Larutan yang di dalamnya lebih dari 1 zat (mikstura).
2. Berdasarkan Cara Pemberian
    Larutan Oral   : melalui mulut
    Larutan Topikal (Obat  Luar) : Parental (injeksi, suntik), Otik (tetes telinga), dan Optalmik (tetes   
    mata)
3. Berdasarkan pelarut, ada larutan air ,larutan spiritus, dll.
4. Daya Larut ,Kelarutan zat yang tidak diketahui secara pasti, yaitu :
                sangat mudah larut         <1
                mudah larut                       1-10
                larut                                       10-30
                agak sukar larut                                10-100
                sukar larut                           10-1000
                sangat sukar larut            1000-10000
                praktis tidak larut             >10000

                1 gram NaCl [10-100] bisa larut paling sedikit 10 gram air
5. Macam-Macam Pelarut : Air, Non-Air : sirup, etanol, gliserol, propilen glikol, minyak kacang,  
    aceton, dll.
6. Cara Memilih Pelarut :
                -Zat mudah larut di dalamnya
                -Jernih
                -Tidak toksik
                -Dapat bercampur dengan seluruh bahan dalam formula
                -Inert ( Sukar bereaksi)
                -Diterima selera

7. Cara Menimbang Zat Cair
                -Langsung ke dalam botol
                - Ke dalam beaker glass
  Botol/wadah harus ditaruh terlebih dahulu menggunakan butir-butir peluru yang diletakkan di 
  sebelah kiri



8. Proses Melarutkan
- Bahan Mudah Larut (NaCl, Gula)
                1. Bahan padat ditimbang
                2. Pelarut (air yang digunakan disiapkan)
                3. Menambahkan bahan padat sedikit demi sedikit ke dalam pelarut sambil diaduk sampai               larut

                Zat Mudah Larut/Zat Pembentuk Senyawa Hidrat
                Dilarutkan langsung dalam botol atau dalam beaker glass yang sesuai ukurannya dan sudah         berisi air. Contoh : borax, garam bromida
               
                R/ NaBr
                     NH4Cl
                     KBr                                    aaa            sebanyak 2 g sama banyak
                     sir.simplex                     20
                     ol.mentha pip               gtt 1
                     m.f pot ad 200                                   campur dan buat potio hingga 200 gr
                     s.h.s c I                                                 1 sendok makan

- Zat yang agak sukar larut dapat dibuat dengan pemanasan(zat tidak boleh terurai)
Zat dimasukkan ke dalam air panas sambil diaduk/dikocok
contoh: nipagin,nipasol, klorbutanol, rivanol

-Melarutkan dengan menggunakan dua macam pelarut(kosolven)       campuran air dengan alkohol, air dengan gliserol,dsb. Kosolven adalah zat yang bisa menambah kelarutan.

9. Suhu air           : Air hangat : 60-70 C
                                  Air panas   : 85-95 C
                                  Air mendidih : 90-100

10. Konsentrasi dalam larutan
b/b : bobot/bobot ( 1 g zat dalam 100 g larutan)
b/v : bobot/volum (1 g zat dalam 100 ml larutan)
v/v : volum/volum ( 1 ml zat dalam 100 ml larutan)
v/b : volum/bobot ( 1 ml zat dalam 100 g larutan )


R/ Aluin                                                                          1          tawas, mudah larut dalam air
     ZnCl2                          1             mengandung Zinc Oksiklorida, tambahkan air sebanyak-banyaknya
    Acid Salicyl                0,3         sukar larut dalam air, tetesi dulu dgn spiritus fort, lalu masukkan dlm
    Ol.Mentha pip gtt   2            larutan tawas
    Aquadest ad            300
    s.gargarisma                        

Larutkan aluin terlebih dahulu, mis dgn 20 ml air. Lalu ZnCl2 dilarutkan dgn air sebanyak-banyaknya mis 200 ml. Acid salicyl yang telah ditetesi sp.fort,  masukkan semua dalam botol. Masukkan Zncl2, baru teteskan ol.mentha pip. Cara mengocoknya cukup dibalik.
Garam Zn (ZnCl2, ZnSO4) selalu mengandung sedikit garam basa ZnOksiklorida, larutkan dalam air sebanyak-banyaknya atau asam (bila ada).


R/ ZnSO4                          0,050
     Asam borat                3
     s.colliria ophtalmic ad  300

Buat larutan asam borat terlebih dahulu, kemudian tambahkan ZnSO4 ke dalamnya, aduk sampai larut.

Cara Meningkatkan Kelarutan
1. mengatur PH
2. menaikkan suhu
3. menggunakan campuran (kosolven)
4. memodifikasi struktur
5. pengadukan
6. memperkecil ukuran partikel
7. membentuk senyawa kompleks

R/           Caffein                       2
                Nat.benzoat             3
                Ext.Belladon             0,1
                Sir.simplex                10
                aq  ad                          200
                s.t.d.d c I

Cara Pembuatan :
Caffein dengan Na.Benzoat dalam jumlah yang sama digerus,kemudian tambahkan air qs (5x4), kemudian tambahkan sisa Na.Benzoat sambil diaduk sampai larut.
Masukkan ke dalam botol yang sudah ditara dan berisi sirupus simplexsebanyak 10 cc, ext.belladon dilarutkan dalam sejumlah air (10 cc), masukkan dalam botol. Cukupkan jumlah cairan sampai 200 g.

R/           Iod         1
                KI            2
                Aq ad    50

Cara Pembuatan :
Larutkan KI dalam larutan pekat (2 cc). ke dalamnya tambahkan sedikit-sedikit iodium sambil diaduk sampai larut, tambahkan air sampai jumlah yang diinginkan.

Cara Istimewa Melarutkan Senyawa Kimia
1. Gerus Tuang
                Gerus dalam mortir, tambahkan air, belum larut semua, yang sudah larut tuang dalam botol.      Sisanya gerus kembali dengan air, seterusnya sampai semuanya larut.  Contoh : Natrium           Hidrogen Carbonat.

2. Melarutkan dengan Memanaskan
                Bahan padat ditambahkan ke dalam air yang sudah dipanaskan (mencegah terjadinya    penggumpalan) sambil diaduk (asam salisilat, asam borat, asam benzoat, glukosa, dll)
                Contoh : Kalium Permanganat dilarutkan dalam air panas,  dinginkan tanpa pengocokan                (karena pd saat pelarutan terjadi sedikit penguraian).
                Bahan padat yang mudah menguap (kamfer,timol,mentol,guayakol) dilarutkan dalam bejana     tertutup rapat sambil dikocok.

3. Zat yang tidak stabil dalam larutan
                - Luminal Natrium dalam larutan terurai menjadi fenil etil asetil ureum yang beracun.
                - Veronal Natrium terurai menjadi dietil ureum
                - Aminophilin terurai menjadi teophilin dan dietilendiamin
  Cara mengatasi : - Menggantinya menjadi senyawa basa (berdasarkan BM) dan dibuat dalam                                         bentuk suspensi
                                    - Dibuat dalam bentuk puyer sesuai dengan dosis yang dikehendaki

4. Alkaloid basa dilarutkan dalam asam
    Contoh : Codein + HCl/H2SO4, Papaverin + HCl

5. Boraks dilarutkan dalam air bersifat basa, larutkan dalam gliserin bersifat asam.

6. Melarutkan sari-sari kering, dengan cara menaburkan di atas air dingin, gerus kemudian encerkan
    dengan air yang tersedia.

7. Piperazin, dalam persediaan dalam bentuk hexahidrat (bereaksi alkalis) perlu dinetralkan dengan  
    asam sitrat         piperzinsitrat yang larut

8. Succus liq, menggerus dengan air sama banyak, diaduk sambil ditambah air sampai larut


Menyaring Larutan
- Solutio harus jernih
- Menyaring dengan sedikit kapas yang dicuci dalam corong yang akan digunakan untuk 
  menghilangkan serat-serat yang lepas.
- Obat mata disaring dengan kertas saring
- Larutan senyawa yang mengoksidasi tidak boleh disaring dengan kapas/kertas saring, gunakan
  penyaring asbes, bulu kaca/penyaring 63
- Larutan yang encer jangan disaring
- Larutan yang mengandung minyak atsiri, saring dulu larutan, lalu tambahkan minyak atsiri
- 3 ml filtrat(hasil penyaringan) pertama dibuang

Obat tetes mata ditambahkan 20%
Obat cuci mata ditambahkan 10%

R/           Sol.H2O2  3%                      300
                Ol.Mentha pip gtt            2
                s.garg

Larutan H2O2 yang mengandung 30 % H2O2
H2O2 yang diambil= 300(3) = V2(30)
                                         900      = 30 V2
                                          V2       = 30

R/           Ol. Anisi                4
                Etanol  90%         76
                Ammonia liq       20
Ol.Anisi dilarutkan dalam etanol 90% + Ammonia liq diaduk sampai homogen. Harus hati-hati campuran ini bersifat alkalis terutama terhadap garam alkaloid yang akan mengendap.

3 komentar:

  1. The post рrovides verifieԁ beneficial to me personаlly.
    It’s геally useful and yοu arе obνiouslу really κnοwledgeable in
    this area. Үou haνe got opened up my face in order to numeгous opinion of this matter using intriquing, notable and sounԁ
    written content.

    Look at my webpagе; buy viagra

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus