Saturday, June 2, 2012

Praktikum Farmasetika II - Story to remember

Filled under: ,

Memasuki bangku perkuliahan di Farmasi, ada banyak mata kuliah yang menjadi tanggungan untuk dipelajari. Dan mata kuliah itu sendiri dipaketkan sesuai dengan aturan dari Fakultas Farmasinya sendiri, dan itulah yang menjadi ciri khas Farmasi dan jurusan-jurusan lain di rumpun kesehatan lainnya seperti di FK, FKG dan FKM.

Setiap semester paket mata kuliahnya telah ditentukan. Untuk semester I sendiri, angkatan 2011 mendapatkan mata kuliah MPKT B, MPK Bahasa Inggris, Ilmu Biomedik Dasar, Kimia Organik, Farmasetika, Prakt Farmasetika. Untuk semester II yang sekarang sedang dijalani, mata kuliah yang diperoleh di antaranya MPKT A, MPK Agama Islam, Farmasi Fisika I, Biokimia, Praktikum Biokimia, Biologi Sel dan Molekular, Farmakognosi dan Prakt Ilmu Biomedik Dasar.

Farmasetika merupakan salah satu dari beberapa mata kuliah, dan didapatkan di semester I dan II. Di semester I ada teorinya dan prakteknya, dan di semester II adalah praktek lanjutannya. Farmasetika merupakan mata kuliah yang menjadi ciri khas seorang farmasi, karena yang saya peroleh adalah dari farmasetika ini belajar cara meracik obat, dan hal-hal dasar tentang obat.

Farmasis belajar tentang obat, karena itu di farmasetika ini yang diperoleh adalah bagaimana cara membuat obat-obat seperti puyer, kapsul, gel, cream, bedak, suppositoria, ovula, syrup, linctus, emulsi, suspensi, obat tetes, apalagi ya? Di semester satu dapat beberapa praktikum tentang obat yang kering, dan semisolid, di semester II dapat praktikum yang basah tapi campur-campur juga sambil mengingat-ngingat yang kering.

Sistem perkuliahannya adalah awalnya diberikan 6 resep yang diberikan, lalu kita kerjakan kita buat jurnal kotornya, setelah itu responsi dan ada yang mempresentasikan hasil pencariannya meskipun kebanyakan nyontek dari teman yang sudah juga. Dosen memperbaiki dan menambahkan bila ada yang kurang. Sudah seperti itu sampai semua 6 resep untuk dua minggunya selesai. Barulah 2 minggu ke depan praktikum sambil sebelumnya mengerjakan jurnal bersihnya terlebih dahulu, perminggu 3 resep. Begitulah berulang

Praktikum Farmasetika adalah praktikum pertama yang paling membuat saya tidak pernah berfikir tenang setiap minggu, terutama di awal-awal ketika setelah responsi dan minggu depannya harus praktikum. Saya selalu berfikir, minimal kepikiran wah nanti hari jum'at praktikum ini, bisa gak ya. Hanya sebatas terfikir saja tanpa ada aksi nyata nyari bahan atau baca-baca juga, ujungnya tetep H-1 atau H- beberapa jam baru panik nyiapin kotak ajaib, botol-botol dan pot-pot, jaslab, jurnal bersih, dan semua perlengkapan perang lainnya

Tadi, 1 Juni 2012 adalah hari terakhir pertemuan farset bagi saya yang dikelompok Farset 2C. Itu adalah hari ujian terakhir, UAS Praktikum Farmasetika II yang mungkin menentukan apakah kita perlu memperdalam tentang kefarmasetikaan lagi atau nggak. Dan untuk menentukan seberapa besar keberhasilan di Prakt Farmasetika..

Untuk pertama dan terakhir kalinya, saya merasakan aura praktikum yang paling tenang. Tidak seperti yang saya sampaikan tadi bahwa setiap minggu selalu kepikiran, apalagi sebelum UAS, selalu mikirin itu. Sejak seminggu yang lalu hingga datangnya hari ini, hari dimana saya harus membawa tas pulang kampung besar untuk menampung buku-buku yang tebalnya bisa dipake buat bantal, ganjel pintu, kursi, bahkan saya pakai untuk alas laptop waktu nge-PES.

Nah, hingga datangnya hari kemarin, malam jum'at malam dimana para pembaca biasa gentayangan, saya merasa seperti tak akan terjadi apa-apa di hari esok. Tak ada chemistry, getaran yang membuat jantung ini berdebar-debar, padahal ini UAS. Alhasil malam jum'at dilalui hanya dengan secangkir PES 2012 bersama kawan kosan Alan dan Majid, serta setelah itu bermain game Governor of Poker 2 hingga tanpa sadar telah menunjukkan pukul 04.00 pagi. Malam yang hampa, ketika sang teman lain jaga lilin, ni jaga laptop.

Dan setelah itu pun tertidur sambil bangun bentar-bentar untuk ke kamar mandi. Jam 09.00 barulah saya terbangun, dan sedikit agak panik karena 2 jam lagi harus berangkat. Barulah setelah itu saya gunting-gunting etiket, nyiapin botol, cuci botol, sarapan, mandi, dan untungnya karena barteran sama Alan jadinya tak harus berat bawa apa-apa. Dan anehnya saya tetap tenang, dengan tenangnya saya berangkat pukul 11.40, tanpa kesiapan yang berarti, hanya membawa contekan 3 resep basis hussa's, basis cream cum tea dan basis gel.

Alhamdulilah, resep yang keluar adalah resep yang pernah dibuat ketiga-tiganya. Diantaranya untuk saya kode A , ada obat batuk yang ada asam mefenamat, extra belladon, dll yang dibuat kapsul. Tentunya jago karena hanya tinggal gerus, lalu masuk kapsul. Kemudian yang kedua adalah resep Neo Rheumacyl Cream, ini pun pernah dibahas, apalagi basisnya cream cum tea yang okelah cukup leleh aduk tingtong jadi basis cream. Yang terakhir adalah obat tetes Ephedrin HCL gutt nasal. Itu pun sebenarnya adalah resep terakhir yang pernah dibahas dan dikerjakan sewaktu minggu lalu, jadi y seenggaknya biarpun lembar jurnal masih kosong, otak udah tau mau ngapain. Ngapain? Mengarang bebas!!!

Adapun teman lain yang paket lain, Ikhsan pun katanya ketiga resepnya sama. Ada bricasma, ada H202 gutt auric, dan Mixture oleosa.

Pengerjaan praktikumnya sungguh menenangkan..
1. Jurnal pertama selesai setelah setengah jam, lalu masukin tablet-tablet, Elaeosach 3 menit dan gerus-gerus 3 menit jadi. Tapi ada satu bahan yang dicari-cari belum ketemu, bahkan di tengah pun ga ada. Jadi resep ditunda dulu
2. Jurnal kedua dikerjakan, neorheumacyl cream langsung buat basis setelah membuat jurnal yang hanya sebatas coret-coretan tidak jelas.Kemudian basis jadi, sekitar pukul setengah tiga, keliling-keliling cari yang seger-seger eh ketemu ternyata si satu bahan yang resep 1 asam mefenamat ketemu. Dilanjutin lah resep satu, gerus, masuk kapsul, masuk pot, beri etiket kumpul
3. Kembali ke resep 2, masukkan bahan-bahan aktifnya. masuk masuk gerus, jadi deh, masuk pot, beri etiket kumpul
4. terakhir membuat resep efedrin hcl gutt nasal, rasanya masih hangat di kepala, sehangat mortir panas. Lalu jurnal tulis terlebih dahulu semuanya, meski agak bolong bolong seperti efedrin larutin di ......... Dengan uji coba, NaCl dilarutin di air jelas larut. Masuk botol. Efedrin HCL dilarutin di air, eh larut juga , alhamdulilah masuk botol. Terakhir chlorbutanolum, dilarutin di air, eh ternyata larut juga alhamdulilah. Ujungnya tambahin propilenglikol, aquades ad 20ml, selesai. beri etiket kumpulkan. Ternyata dicek-cek ulang sebelum dikumpul ada kelarutan, chlorbutanolum kelarutannya 1:130 air, waw banyak tapi kok bisa, mungkin terlalu dikit kali ya, maklum gak nimbang #ups
5. Masih tenang, cuci-cuci..

Alhamdulilah sepertinya dan insyaallah sebagian besar dapet menyelesaikan semuanya dengan perfecto 3 sediaan 3 jurnal. 

Makna kuliah farset ini adalah Farset itu belajar untuk menjadi seorang yang intuitif, memperkirakan kira-kira 50 mg itu segimana, cairan 1 gram itu segimana. Terutama ketika panik, akurasinya bisa menjadi sangat tinggi. Farset juga belajar untuk bertawakal, setelah pasrah berusaha ternyata gagal krimnya pecah misalnya, atau lain sebagainya, untuk bertawakal dan tetap terus berikhtiar mengulang kembali. Farset juga melatih gotong royong, ketika ada teman yang belum selesai, bisa sedikitnya membantu teman tersebut agar semua selesai. Yang pasti farset telah melatih kita untuk berperilaku cerdas, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita bisa mengakali itu dengan otak jenius yang kita miliki yang terlatih selama 2 semester ini oleh farset.Mungkin masih banyak lagi maknanya yang tidak bisa disebut....

Akhirnya, selesailah praktikum farset II, ini hanya akan menjadi kenangan indah kita yang kita abadikan dalam sebuah foto keluarga besar farset C.



 Sedih memang karena kuliah berbau praktek ini akan sangat terkenang, kita akan bercerita kepada adek-adek kita bagaimana praktikum ini, bagaimana kita ditertawakan orang karena bawa-bawa koper, bagaimana kita praktikum menjadi seorang yang panicman. Tapi semuanya tidak akan menjadi sia-sia ketika itu berguna di suatu saat nanti. Beban kita telah lepas, karena kita telah melewati ini. Artinya semua lulus dengan nilai memuaskan, insyaallah teman-teman. SALAM PERPISAHAN FARSET CHE! KECE! PJnya Titi dan Sulis


Waduh lupa, masih UAS ya,, SEMANGAT!!!

Posted By Andika Galih Priadi6/02/2012