Friday, August 24, 2012

Bersiap Kuliah di Farmasi - Semester 3

Filled under: ,

Teringat tulisan lama yang telah berdebu, sebuah tulisan tentang perasaan sebagai Mahasiswa Baru Farmasi UI, tahun lalu, yang berjudul Menyeramkan kah Kuliah di Farmasi? Tanpa sengaja hati tergerak untuk kembali bercerita, tentang bagaimana akhirnya setelah 1 tahun menjadi mahasiswa farmasi.

Tulisan itu dibuat tahun lalu, saat diterima di farmasi, sebelum benar-benar terjun di dunia perkuliahan yang sebenarnya. Dan sekarang, tanpa terasa 1 tahun telah beranjak. Bahkan tulisan-tulisan di blog ini pun belum cukup banyak untuk dikatakan sebagai tulisan dalam 1 tahun, kecuali tulisan-tulisan yang kopi paste alias materi perkuliahan.

Teringat bagaimana gejolak pikiran saat itu, tentang dunia hafalan, dunia kimia dan biologi. Sebuah dunia yang tak pernah terbayang akan berada disana, meski tak sepenuhnya hafalan, karena pemahaman tentunya menjadi kunci cadangan. Meski tanpa hitungan yang menantang, selalu berharap tidak akan terjerumus dalam kegagalan, menuju yang terbaik yang bisa dilakukan.

1 tahun telah berlalu, mahasiswa menjadi pekerjaan kebanggaanku, tapi bukan sebuah kebanggaan dalam tanda kutip yang pernah diceritakan. Setidaknya, untuk lelaki seusiaku telah banyak yang bekerja, minimal menjadi buruh. Karena itu, ketika menghirup udara segar, dan dicampur aroma keramahan dari orang lain sambil bertanya "damel can jang?", tentunya dijawab dengan jawaban "teu acan pa, kuliah keneh". Tentunya itu jawaban yang sederhana, dan cuma ngingetin kalo "jang" disitu bukan dari kata "panjang", "bujang" meskipun itu memang sedikitnya mewakili diri saya.

Jang itu dari kata "ujang", yakni sebuah sapaan untuk anak kecil/lebih kecil dan laki-laki. Pokoknya kalo ga ujang ya eneng. Tapi hati-hati juga jangan suka nyuruh ujang-ujang sembarangan, apalagi pake bahasa Indonesia sok2an, misalnya aja nyuruh anak nelen makanan di rumah makan :  "Eh ujang, ayo cepet telan,jang!", kedengeran sama meja sebelah tar disangka orang tua aneh, apalagi kalo anak salah mengartikan bisa-bisa dipecat jadi orang tua oleh anaknya tar..

Nah, itu salah satu yang mewarnai kehidupan perkuliahan. Kita bisa berteman dengan teman-teman dari daerah lain, dan kalau beruntung mungkin bisa berteman dengan teman dari dunia lain juga.

Setidaknya telah 16 mata kuliah yang sudah saya telan, oke jang! di semester I dan II. Dan untuk semester sekarang perlu siap-siap untuk 10 mata kuliahnya, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Analisis Bahan Baku Farmasi
2. Analisis Fisikokimia
3. Praktikum Analisis Fisikokimia
4. Biofarmasetika
5. Mikrobiologi Farmasi
6. Praktikum Mikrobiologi Farmasi
7. Pelayanan Kefarmasian
8. Patobiokimia
9. Farmasi Fisika II
10. Farmakologi Dasar

Dan ini dia jadwal yang belum fix, belum disetujui PA. Tapi seenggaknya udah siap-siap karena selasa rabu di pagi hari kosong, artinya bisa  menjadwalkan untuk kegiatan-kegiatan pribadi (tidur)..



Nah, jadi sekarang udah siap-siap buat mengejar kan. Tentunya bukan mengejar matahari, da panas atuh komo ku global warming mah, siang-siang papanasan ge panas.. Makanya katanya jangan berenang siang-siang, tar bisi basah. Terus kalau mengejar mimpi, ya perlu mikir-mikir juga, setiap hari pas liburan mimpi, masa udah kuliah masih mau mimpi di siang bolong. Kan khawatir jadi mimpi berenang lagi (disiram dosen ato mungkin disiram liur sendiri,hehe)..

Nah, setidaknya kita perlu mengejar ilmu. "Ilmu itu seperti binatang liar, dan ikatlah ilmu dengan menulis". Sepertinya saya pernah mendengar pepatah itu. Dan separah-parahnya, minimal "mengejar lulus"lah. Sebenernya "Lulus" adalah impian yang paling indah. Karena sebesar-besarnya mimpi kita di awal semester, pasti di akhir semester harapannya "yang penting LULUS, aduhh gimana ya.. Tapi aku ga bisa.. bla bla bla" (menyesal ceritanya karena ga bener belajarnya).

Karena itu ,
1. saatnya kita pasang sabuk pengaman, karena sekarang ga pake sabuk pengaman bisa kena tilang.
2. Saatnya kita pake helm merk SNI, karena kalo pake helm batok disangka tukang bangunan.
    = Warna helm selain kuning, karena kalo kuning disangka tukang ojeg UI.
3. Siapkan jaket berbau UI biar keliatan mahasiswa, karena kalo pake jaket kulit disangka tukang ojeg,
4. Jangan lupa mandi pake shampo, dan keramas pake sabun. Eh ketuker. Gitu lah pokonya, karena kalo ga mandi disangka bangun tidur
5. Jangan lupa berpakaian, karena kalo telan, oke jang! disangka orang gila
6. Jangan lupa mohon do'a restu dari orang tua tercinta. Restu untuk dilancarkan mencari ilmu, dan siapa tau mungkin sekalian ada yang minta restu mencari jodoh.
7. Jangan lupa berdo'a, semoga mimpi besar di awal semester ini, untuk mendapatkan yang terbaik, bisa tetap konsisten tanpa menjadi mimpi di kelas (ketiduran), dan di akhir semester bertemu dengan kata "memuaskan", tidak hanya "Lulus" Amiin..


Memuaskan dalam arti sebenarnya ya, bukan misal ga lulus, dikatain "Puas kamu! Kerjaannya main beklen mulu sih"..

Sekali lagi berdo'a  semoga mimpi besar di awal semester ini, untuk mendapatkan yang terbaik, bisa tetap konsisten tanpa menjadi mimpi di kelas (ketiduran), dan di akhir semester bertemu dengan kata "memuaskan", tidak hanya "Lulus" Amiin..

Posted By Andika Galih Priadi8/24/2012

Wednesday, August 22, 2012

Tergores

Filled under: ,

Hidup adalah pilihan yang kadang perlu memilih, dan kadang kita dipilihkan. Membuat pilihan artinya mempersiapkan diri kita untuk menggapainya. Tapi terkadang pilihan kita tidak sesuai dengan apa yang kita pilih, dan pilihan hanya menjadi 2 yaitu kau mau menerima pilihan yang telah di depan mata ataukah kau ingin mencoba mencari apakah ada pilihan lain yang masih bisa dipilih..

Begitu pula dengan kehidupan. Terkadang kita berjalan dalam pilihan kepribadian, perlukah kita menjadi seorang yang tegas, ataukah tenang. Perlukah kita menjaga lisan, atau mengatakan kepadanya.

Saya ingin bercerita tentang pilihan itu, dalam memutuskan suatu masalah. 

Ada sebuah cerita, dimana sebuah mobil tanpa sengaja menggores sedikit bagian dari mobil lainnya. Si pemilik mobil pun dengan halus menyampaikan bahwa mobilnya tergores. Alhasil, beliau meminta maaf kepada pemilik mobil. Berusaha mengganti dengan beberapa uang, namun berdasar perhitungannya. Tanpa disangka keluar dari mobil seorang ibu berbaju hijau, rambut pirang dengan wajah sedikit kurang ramah mulai berkata-kata. Dia menyampaikan bahwa intinya tidak akan semurah itu, terutama karena di pintu yang tergores, katanya lebih mahal. Dan dia pun bercerita segala macam soal berapa kali kegores, mungkin bangga.

Seperti itu kira-kira permasalahannya. Dan tentunya pilihan menjadi siapa mulai dipertanyakan. 

Pilihan untuk si ibu hijau adalah, berdamai dengan sejumlah uang yang diperoleh itu. Atau meminta tanggung jawab lebih. Dan sepertinya jika ditangkap dari inti masalahnya, uang segitu kurang. Jika ia berfikir menjadi seseorang yang rela berkorban, tentunya ia akan merelakan, tidak seberapa lah. Terutama jika melihat dari penampilan ibu itu adalah ia orang dengan baju berkilau, rambut berwarna. Jika berfikir uang bukan segalanya, tentunya bisa berkorban dengan sedikit berbagi dengan ikhlas.

Tapi disitulah pilihan. Saat itu, pilihan tidak ditempatkan pada empati dan memahami kondisi dari sang penggores. Terutama terlihat dari nada bicara yang tidak bersahabat, dan raut muka yang kurang ramah. Rasa-rasanya ibu hijau tidak mampu menahan emosinya.

Alhasil, negosiasi berakhir dengan memperbaiki cat mobil ke tempatnya, dan biarlah bapa penggores yang menanggungnya.. Solusi dari saudara ibu hijau yang dipanggil..

Yang saya tangkap dari sini adalah, menjadi korban itu ketidaksengajaan. Tapi memahami kondisi pelaku itu pilihan. Andai saja pelaku bersikeras dan berkepala keras, tentunya akan sulit mencapai negosiasi dan menanti siapa yang menang. Andaipun itu disebut kemenangan, maka kita telah menanamkan sedikit duri di hati yang kalah.

Posted By Andika Galih Priadi8/22/2012

Tuesday, August 21, 2012

Liputan 6, seputar demonstrasi UI

Filled under:

video


Posted By Andika Galih Priadi8/21/2012

Sunday, August 19, 2012

Alkisah : Masalah 4000

Filled under: ,

Kehidupan mengalir bak air. Jika air itu sungai, maka ia akan mengalir dari hulu hingga sampai di hilir. Jika itu perjuangan, maka kita berfikir bahwa itu adalah perjuangan yang sangat mudah karena air akan selalu mengalir dari atas ke bawah. Tapi tidak kita sadari, air yang kita lihat di hilir, di lelautan, hanya sebagian kecil dari banyaknya air di hulu. Karena telah banyak air yang terserap di tanah, menguap, terserap-serap..

Begitulah air. Air pun bisa menguap, saking kecapeannya harus mudik ampe-ampe menguap. Untungnya jarang macet ya kalo air lagi mudik dari hulu ke hilir.. Yang ada kita bingung, sebenernya udah sampe ataukah belum. Ya misalnya saja, saya ingin ngirim segelas air dikirim lewat TIKI. Pastinya sampainya pun hanya segelas air. Tapi kalo kita biarkan dia mudik sendiri, ya tar ketika dia tiba di hilir, kita belum tau, itu kiriman dari siapa, atau dari pos mana. Siapa tau ternyata yang kita sambut dengan pelukan, ternyata kiriman dari toilet umum. Pantas saja pelukan dibalas dengan senyuman 'hangat'.

Seperti yang telah diutarakan, tapi tidak pernah diselatankan. Saya heran, tapi itu masalahnya. Kita selalu punya masalah. Bahkan air pun punya masalah. Yakin punya masalah ga tuh air?? Bilang aja yakin, kalau gak mau bikin masalah. Ngaku!!

Nah itu, saya sedang memasalahkan angka 4000. Kenapa? Bukan karena saya dikasih salam tempel yang isinya 4000, bukan pula saya dikeroyok karena ngasih pengamen 4000 (kegedean), jadi disangka sombong. Tapi tentang pertemanan di Facebook. Kenapa lagi? Temannya minta duit 4000? Bukaaannnnn (dengan volume seperti suara nenek-nenek di iklan yang manggil taksi)... Kenapa masalah duit melulu, sebenernya siapa yang lagi bermasalah? 

Gini, gini, saya ingin mengklarifikasi permasalahan saya, jadi kepada para wartawan dipersilahkan untuk hadir pada konferensi persnya, nanti saya kasih duit 4000 buat setiap orang. Mau? 

Assalamu'alaikum wr.wb.
Menurut para wartawan, 4000 itu masalah bukan?
Kalo teman di facebook sudah 4000, itu masalah bukan?
Nah, kalo udah masalah seperti itu terus gimana?
Gimana harapan buat masyarakat di luar sana yang mempunyai permasalahan seperti bapak?

Ehem, sabar-sabar. Satu-satu. Nah, sebagaimana kita telah ketahui, batas maksimal teman kita di facebook adalah 5000. Eits!! Jangan dulu berisik, 4000 ke 5000 deket gak? Iya, saya bermasalah soalnya kalo saya dapet kembali seceng dari warung, abis deh nyawa pertemanan saya.

Terus apa solusinya? Kan kita harus solutif. Karena itu mari kita musyawarah. Saya mengundang teman-teman untuk hadir di musyawarahnya. Minggu depan saja yak, malam minggu agar terdengar lebih unik. Jadi kita bisa menyembunyikan masalah kita. Pas ditanya "mau kemana?", jawabnya "biasa malam mingguan". Sama siapa? "biasa, sama bapa-bapa yang bermasalah"..

Akhirnya kita mengadakan sesi penyampaian informasi dari berbagai orang yang bermasalah di antaranya yang ditulis dalam notulensi berikut : 
1. Katanya, temen banyak itu artinya ngeksis, dan banyak orang ingin jadi teman -- Oohh
2. Temen banyak itu, orang males, karena males ngelist temennya, confirm aja semua -- Okee
3. Temen banyak itu, jarang liat home, soalnya terkadang terlalu banyak update dari teman yang tidak dikenal tapi berteman (nah anehnya itu),, jadi biasanya kerjaannya jadi gembel karena ga pernah di homenya (beranda, home, rumah). -- Ayee
4. Temen banyak itu, sekalian jualan.. -- Yoiii..

Akhirnya penyampaian informasi telah disampaikan, dan semua pun berdebat untuk menyelesaikan masalahnya tersebut. Perlahan tapi pasti, solusi pun mulai menghiasi. Hasil Musyawarah menentukan solusi-solusinya. Ada beberapa masukan dari perwakilan-perwakilan, diantaranya :
1. Membuat sesi berikutnya. Artinya, kita gantungkan cerita kita agar bisa dilanjut di season berikutnya. Jadi nantinya ada Andika Galih Priadi season II, Andika Galih Priadi season III sampai kita kehabisan cerita, lalu kita tamatkan..
2. Mengaudisi yang mau jadi teman-teman facebook kita, atau teman-teman yang telah jadi teman kita di facebook. Anggap saja audisi the amazyng facebooker. Kita bisa tertarik kepada teman kita karena dia itu penulis, pejabat, aktivis, motivator, pengemis atau apapun itu. 
3 Kita lihat, kita seleksi sejauh mana hubungan kekerabatan kita dengan orang itu. Jika hubungan kita terlalu jauh, semisal ternyata berhubungan di nenek moyang 99 generasi yang lalu, ya tidak perlu kita pertahankan. Atau kah di 7 generasi yang lalu, berarti tidak perlu juga karena sudah dipastikan dia tidak memiliki harta karun nenek moyangnya. Soalnya sebagian besar kekayaan tidak akan habis 7 turunan, jadi kalo dia turunan ke 8, ya udah. Jadi bisa dikompress teman-teman kita di facebooknya

Akhirnya masalah 4000 tidak menjadi 4000 masalah jika kita selesaikan sekarang, setidaknya telah ada persiapan. Kepada peserta musyawarah yang telah hadir saya ucapkan terima kasih.. 

= Apa harapan bapak?

Saya harap, saya bisa menjadi  orang sukses..

= Maksud saya harapan bapa soal masalah 4000?

Oh,, saya harap semoga teman-teman saya dengan masalah yang sama bisa menyelesaikan masalahnya. Terutama kepada yang memasalahkan permasalahan ini.

= Kalau tidak dimasalahkan pa?

Bagus donk,, kalau tidak dimasalahkan, ya bukan masalah 4000. Masalah ada karena kita menganggap itu masalah. 

= Wah bapak nyari masalah ni??

Saya udah punya masalah ko pa, bapa kali yang nyari masalah juga??

=Wah nyari ribut ni bapa?

Saya sudah nemu masalah, kenapa mesti nyari ribut?? Dia udah pergi kali

=======

Maaf, sepertinya masalah tidak akan selesai, karena itu kita tutup permasalahan ini dengan sama-sama berdo'a agar semua masalah kita diselesaikana. Amiinnnn

Posted By Andika Galih Priadi8/19/2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Filled under: ,

Tak lama bersua, tak banyak berkata dan tanpa terasa jejak langkah ini telah terpapah meninggalkan bulan penuh berkah. Rasa-rasanya hati tak begitu rela untuk mengakui bahwa bulan Ramadhan ini telah berlalu, karena masih terlalu banyak tumpahan dosa yang terlaksana, masih terlalu sedikit amalan yang terlaksana.

Tapi tetap bahagia menghiasi setiap pergerakan rotasi jam-jam, hingga tibalah hari ini, hari yang dinantikan semua umat muslim, hari kemenangan Idul Fitri.Alhamdulilah tragedi ketupat tahun lalu dimana terjadi krisis ketupat di berbagai belahan Nusantara karena adanya kemunduran hari Idul Fitri 1 hari, tidak terulang kembali di saat ini.

Dalam limpahan penuh rahmat-Nya, saya Andika Galih Priadi alias admin Neogalih, menghaturkan selamat hari raya Idul Fitri untuk seluruh umat Muslim. Dan ibarat sebuah coretan, jika saya terlalu banyak mencoret kehidupan teman-teman semua dengan hal yang tidak sepantasnya untuk dicoretkan, maka semoga sebutir maaf bisa menumbuhkan kebaikan-kebaikan bagi kita pada nantinya. Terima kasih kepada seluruh teman-teman, terutama pembaca blog ini, serta teman-teman saya pada umumnya. Semoga blog ini selalu bisa berbagi

Saya tahu, lidah saya selalu bergerak terkadang setajam silet. Mengiris hati-hati teman-teman, entah jika memang terasa teriris atau mungkin kalo bahagia diiris-iris hatinya, ya alhamdulilah. Yang pasti jika tidak gelap, ya terang. Jika setiap tutur kata, derap langkah, membuat anda tidak nyaman, hanya kata maaf yang ingin saya ucapkan mewakili kesalahan-kesalahan saya.

Minal Aidzin Walfaidzin
Taqobbalallahu Minnaa Wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Posted By Andika Galih Priadi8/19/2012

Friday, August 10, 2012

Idealisme Kami

Filled under:

IDEALISME KAMI. "Idealisme Kami" adalah istilah yang sedang banyak digunakan. Beberapa forum dan jaringan antar lembaga terutama yang bernuansa Islami ramai-ramai menjadikan "Idealisme Kami" sebagai salah satu karakter yang hendak dicapai atau background pembentukan.

Idealisme Kami, pertama saya dengar sewaktu menjadi mahasiswa baru FMIPA, tahun 2011 lalu yang dibacakan oleh tim sound saat itu. Dan kini di Fakultas Farmasi yang baru pun demikian. Begitupun dengan fakultas-fakultas lainnya.

 Lalu dari apakah "Idealisme Kami" itu? mengapa banyak sekali orang yang menggunakannya?

"Idealisme Kami" merupakan karya orisinal Hasan Al Banna, seorang pendiri Organisasi Ikhwanul Muslimun di Mesir. "Idealisme Kami" sebenarnya adalah bagian dari buku yang ditulis Hasan Al Banna yang berjudul "Majmu'atur Rasail" yang dalam terbitan Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "Risalah Pergerakan". Pada sebuah Sub judul buku tersebut tertuliskan "Idealisme Kami" yang kemudian banyak dicuplik oleh orang-orang atau organisasi-organisasi yang kepincut dengan keindahan sastra karya Hasan Al Banna ini. Organisasi yang pertama menggunakan "Idealisme Kami" adalah sebuah Program Pembinaan Sumber Daya Strategis (PPSDMS) yang pada awalnya di bawah naungan Yayasan Nurul Fikri. lama kelamaan Program ini mampu berdiri sehingga lepas dari yayasan induk (Nurul Fikri) dan menjadi Yayasan Bina PPSDMS NF. Dengan sedikit penyesuaian, PPSDMS NF meminjam Sub bagian dari Buku Hasan Al Banna tersebut dan memperkenalkannya sebagai karakter Organisasi sehingga "Idealisme Kami" dikenal luas sampai dengan sekarang.

Ternyata PPSDMS Nurul Fikri dengan "Idealisme Kami"-nya telah mempengaruhi sebuah Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) sehingga FSLDK tak mau ketinggalan menggunakan istilah ini dalam Risalah Manajemen Dakwah Kampus FSLDK Indonesia (lihat di sinihttp://mohdabdarif.blogspot.com/2010/02/idealisme-kami-fsldk.html ). Lalu, sebenarnya apa sih bunyi "Idealisme Kami" itu? Saya sendiri sangat kagum dengan kedalaman dan keindahan bahasa sastra bait-bait-nya. Bahasanya begitu menyentuh dan tulus. Saya tulis di dalam Blog saya ini dengan kekaguman dan berharap saya adalah penutur asli dari kalimat-kalimat tersebut. Atau, setidak-tidaknya "Idealisme Kami" terpatri dengan indah di relung hati saya. Mudah-mudahan kalimat ini membawa nuansa perubahan di Bumi Indonesia.


IDEALISME KAMI


Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui //
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. //

Kami berbangga // ketika jiwa-jiwa ini gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, //

jika memang tebusan itu yang diperlukan. //

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, // kemuliaan, //
dan terwujudnya cita-cita mereka,//

jika memang itu harga yang harus dibayar. //

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini //
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, //
menguasai perasaan kami, // memeras habis air mata kami, //
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. //

Betapa berat rasa di hati //
ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini, //
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan. //

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui // bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci, //
bersih dari ambisi pribadi, // bersih dari kepentingan dunia, // dan bersih dari hawa nafsu. //

Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, //
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, //
tidak juga popularitas, // apalagi sekedar ucapan terimakasih. //

Yang kami harap adalah

terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta Alam Semesta.




Bahasa Inggris : Our idealism (klik di sini)
Dasar Informasi : Klik Disini 

Posted By Andika Galih Priadi8/10/2012

Wednesday, August 8, 2012

Cerita - Praktikum Biokimia

Filled under: ,

Menjadi mahasiswa farmasi, akan selalu berhadapan dengan perkuliahan berupa praktikum-praktikum. Terkadang praktikum itu ada yang terasa begitu berat sampai-sampai menguras beban pikiran ketika akan menghadapinya, seperti pada praktikum farmasetika semester lalu. Setiap minggunya harus selalu bersiap untuk bertempur selama hampir 3 jam di laboratorium, meracik sebuah obat.

Selain praktikum farmasetika, adapula praktikum lain yang telah saya lewati di semester II. Praktikum Ilmu Biomedik Dasar dan Praktikum Biokimia. Nah, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang praktikum biokimia, lebih kepada cerita pengalamannya daripada materinya. Sewaktu-waktu bisa saya sampaikan materi yang khusus materi kuliahnya..

Nah, praktikum biokimia adalah praktikum yang pertama-tama dihadapi di semester II. Setelah berhadapan dengan praktikum farmasetika dimana kerapihan, kedisiplinan, kerja ulet yang diuji. Ada sedikit perbedaan atmosfir praktikum. Waktunya tetap sama yakni 1 sks mencapaik 2 jam 50 menit, berlokasi di laboratorium ABBF.

Kala itu serentak satu angkatan yang reguler berkumpul, dan semuanya masuk ke laboratorium. Ada 69 orang di dalam sebuah laboratorium, dan bisa dibayangkan bagaimana suasana saat itu. Kita pun mengadakan responsi terlebih dahulu, mendengarkan penjelasan tentang apa yang akan dipraktikum kan hari itu, dan kita juga telah menulis sebuah jurnal kotor tentang praktikum hari itu.

Kalau praktek farset setelah 'teng' dimulai, maka kepanikan mulai merasuki urat-urat saraf kami. Praktikum ini rasanya kebingunanlah membanjiri kepenasaran kami saat itu. Pertama kali seperti berada di sebuah pasar, dan saya dan rekan saya harus mencarai-cari ke toko-toko atau ke emperan pasar untuk bahan praktikum kala itu.

Begitulah, selama beberapa waktu sempat terdiam karena tidak menyangka akan seperti ini. Tapi akhirnya saya dan kelompok saya pun berusaha menjadi bagian dari orang-orang pasar saat itu. Dan setelah membagi tugas, masing-masing mencari bahan-bahan sambil berdiskusi dengan orang-orang lain dari kelompok lain yang mengerjakan praktikum yang sama karena khawatir terjadi kesalahan.

Berlari-lari, seradak seruduk, awas banteng mau lewat, ada yang lagi meniup, ada yang lagi masak di atas pemanas spirtus, ada yang netes-neteskan zat kimia seperti pada film-film sains, profesor memasukan sesuatu dan 'blup' berubahlah warnanya.

Praktikum tentang karbohidrat, kita menguji zat-zat apakah mengandung glukosa, fruktosa, galaktosa, mengandung cincin, mengandung sukrosa kah, dan lain sebagainya. Jika positif, terjadi perubahan warna dari zat yang diuji. Darr

Akhirnya semua selesai, dan perjuangan belum selesai. Dimana posisi alat-alat praktikum, tak sadar bahwa begitu banyaknya alat yang keluar sehingga membutuhkan perjuangan ekstra untuk mengembalikannya, mungkin saja tertukar, atau lupa nyimpen, ya resiko, tapi harus kembali ke lemari.

Praktikum selesai dan hasil kami perlihatkan ke dosen, apakah benar apakah enggak. Sebenarnya teorinya sederhana yakni jika positif warna akan berubah (misalnya), tapi rasanya praktikumnya agak sedikit ribet, karena bisa memancing keributan di ruangan saat itu..

Apa daya, praktikum selesai dan menjadi pelajaran berharga, dan akhirnya kami tau apa yang akan terjadi minggu depan, minggu depannya lagi dan terus hingga minggu-minggu berikutnya.


Posted By Andika Galih Priadi8/08/2012

Monday, August 6, 2012

Memilih Template

Filled under: ,

Selama beberapa minggu semenjak mencoba untuk sedikit menulis ulang dengan lebih baik dan terarah, justru membawa saya pada kebimbangan untuk memilih template yang sesuai. Template itu bagai pakaian dari suatu blog, dan itu sedikitnya menentukan bagaimana pesona pada awal orang masuk ke blog kita.

Nah, beberapa kali blog ini telah berganti template, mulai dari template yang dulu itu bernama alfina blogger template, kemudian beralih ke template-template lainnya.. Adapun perjalanan pencarian template itu diantaranya sebagai berikut

1. Alfina blogger template
    Ini adalah template saya yang dahulu saya sukai, dan kala itu pernak-perniknya telah cukup match dengan hati saya. Sampai suatu ketika sebuah pemikiran tentang sebuah blog yang sederhana, elegant membawa saya pada pencarian template yang sesuai hingga hari ini saat saya menggoreskan pena saya disini.

Menurut saya alfina blogger template itu cukup cantik, elegant dengan warna dasar hitam dan untuk background tulisan berwarna putih. Jika teman-teman ada yang ingin melihat atau menggunakannya silahkan berkunjung ke btemplates

2. O-om
    Bagi yang menyelami dunia blog, tentunya setidaknya pernah mendengar tentang o-om.com. Ketika mencari sebuah template sederhana, simple, ringan, fast loading dan SEO friendly, maka google mengalirkan saya pada situs. Disitu diceritakan tentang sebuah template yang sangat ringan dan SEO Friendly, dan tanpa perlu mengunduh template saya dulu, saya langsung menimpanya dengan template dari sini.
bisa dilihat disini 

3. Kabpemalang
    Setelah kembali berlayar mencari-cari template. Karena dari blog o-om saya masih merasa kurang terketuk untuk menutup pintu terhadap template-template lain, karena masih ada sedikit acak dalam tata letaknya. Karena itu saya kembali membuka pintu saya dengan lebar seraya mencari template-template lain. Kemudian jatuh pada template dari kabpemalang.blogspot.com. Template disini jauh lebih elegant dan simple dan menurut saya ini sangat alami.

  Namun karena terjebak pada pemikiran bahwa template ringan itu seenggaknya xml templatenya di bawah 50 kb, maka saya pun mencari-cari kembali template yang lebih ringan..

4. x5 shadow
   Setelah itu pilihan jatuh pada sebuah template elegant, berwarna hitam dan mempunyai tampilan unik. Selain itu template ini sangat ringan. Andai template ini berwarna lebih cerah, saya mungkin gunakan ini lebih lama lagi. Namun karena menurut saya terlalu gelap, dan saya ingin blog saya lebih cerah, maka pencarian pun dilanjutkan

Bisa didownload disini

5. X6 yellow templates
Selanjutnya pilihan saya terpaku pada template unik dan cantik ala sebuah lukisan yang jarang terlihat. Template x6 shadow. Entah apa template yang berhuruf awal X sepertinya memberikan pesona elegant dan tidak biasa, x6, x7 dan x8 mempunyai desain yang hampir sama namun dengan warna dasar yang berbeda tergantung selera. Nah saya tertarik dengan warna kuning yakni yang x6, karena pola garis-garisnya. Dan selain itu warna ini membuat blog saya serasa UI banget. selain itu template ini pun ringan

Bisa didownload disini

Cukup lama desain itu bertengger di hati saya, sampai pada kenyataan bahwa saya harus menemukan template ini tidak cocok dengan IE. Saya sedikit kecewa dan berusaha membiarkan agar tetap bertahan dengan sebuah alasan bahwa jarang orang yang menggunakan IE di Indonesia. Sebagian besar pasti memilih google chrome atau mozilla firefox. Tapi apadaya, pencarian belum menemukan kepada siapa hati harus memilih. Akhirnya tadi siang saya searching-searching kembali dengan tema yang sama, yakni RINGAN. Sampai pada akhirnya saya terfikir untuk tidak berfikir ringan, 

Buat apa ringan-ringan amat tapi jadi monoton, toh blog saya bukan blog tutorial yang mencari sebanyak-banyak pengunjung. Tapi disini hanya sebagai kamar kecil saya ketika saya membutuhkan sebuah wadah untuk sedikit mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran.

Akhirnya pencarian pun berganti ke arah tema template yang "FRESH". Dan akhirnya template saya jatuh pada pilihan yang terakhir (tadi siang,hhe)

6. Lebih Meriah, Lebih Segar dan Lebih Alami
Itulah blog yang saya lihat sekarang. Sejauh ini saya belum mengecek setelah blog ini dipakai, berapa besar ukurannya karena iwebtool nya sepertinya lagi mengalami masalah. Tapi inilah, saat ini saya rasa saya telah menemukan sebuah template yang lebih segar..



Eits, jangan salah kira template itu seger karena ada gambar perempuan yang sedang loncat itu.. Itu hanya gambar contoh bung.

Mungkin cukup sekian cerita perjalanan pencarian template saat ini. Selamat berpuasa bagi yang berpuasa dan selamat mencari template yang tepat bagi yang menginginkannya


Posted By Andika Galih Priadi8/06/2012