Sunday, October 28, 2012

Injeksi Semangat Baru

Filled under:

Lama kiranya tak menyapa malam bersama sebuah tulisan. Tak menggores keheningan dengan sebuah cerita. Tak mencoret kanvas dengan warna-warni kehidupan. Memang menjadi sebuah kesegaran saat kembali bisa mencuci muka dengan sebuah tulisan, setidaknya menyegarkan dari hari-hari yang cukup melelahkan, terutama di minggu-minggu ini yang selalu bermesra bersama uts tercinta.

Ya, itulah yang membedakan saat dulu menjadi seorang siswa SMA dan seorang mahasiswa. Dahulu, ujian menjadi hal yang selalu dekat karena setiap mentok di akhir Bab, mau tidak mau ya mesti ujian. Tapi mungkin otak kita jauh lebih segar, ya ibarat nasi hangat yang baru masak. Sementara sekarang, hidup mati kita dalam satu semester hanya ditentukan oleh 2 nyawa, yakni uts dan uas. Gagal itu, artinya kita bertemu lagi semester berikutnya, untuk mengasah kembali tentang materi itu.

Begitulah kiranya, dan di antara penyemangat hari-hari untuk selalu berjuang di bangku perkuliahan adalah rumah. Lamanya tak menulis disini, rasanya sepadan dengan lamanya tak pulang ke rumah. Pulang hanya menjadi niat, namun sebagian besar tertahan oleh tugas-tugas weekend yang cukup memakan waktu. Akhirnya, dikarenakan hari Jum'at kemarin ketika Idul Adha semua libur, maka praktikum hari itu pun libur sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang untuk kembali bertegur bersama harumnya udara kampung halaman, termasuk saya. Hari kamis yang kosong, menggelitik saya untuk pulang dari hari Rabu sore.

Dan sebagaimana Lebaran biasa, Idul Adha tersebut terasa seperti lebaran pada umumnya. Karena setelah berpuasa, buka bersama di luar sambil menuju ke rumah nenek dan akhirnya lebaran di rumah nenek. Mungkin bedanya waktunya yang lebih singkat, karena toh hari Sabtu pagi ada kuliah pengganti Pkl 08.00, no problemo.. 

Memang tak banyak yang memperjuangkan pulang, tak menyempatkan waktu pulang dikarenakan waktu yang tidak memadai, tapi bagi saya tidak ada salahnya untuk pulang. Beruntung juga tidak terlalu jauh, dan ada kereta Bumi Geulis yang menjadi saksi sejarah dalam setiap kepulangan dan keberangkatan saya.

Setelah berlibur panjang waktu semester 2 menuju 3, sebelum saya berangkat, saya diberi nasihat oleh Bapak saya bahwa minimal sebulan sekali harus pulang. Memang katanya saya disini belajar, tapi ada kewajiban orang tua lain, yaitu pendidikan keluarga.

Begitulah yang mungkin menjadi dasar hukum, tapi tidak benar-benar saya pahami seperti apa. Yang pasti, ketika saya bisa pulang, saya pasti pulang karena pasti akan selalu dinantikan oleh rumah. Dan selalu, rumah adalah tempat saya kembali menyiapkan bekal-bekal injeksi semangat untuk saya bawa kembali dalam meraih mimpi di jalan perjuangan ini.

Semangat!

Posted By Andika Galih Priadi10/28/2012