Wednesday, December 25, 2013

Site

Filled under:

Posted By kagiri12/25/2013

Sunday, October 6, 2013

Belajar Dari 3 Idiot, 'Aal Iz Weell'

Filled under:

Saya pernah menjadi seorang kolektor film, sampai hari dimana kuota harddisk yang hanya 320GB itu digerus habis oleh film yang banyak, dan laptop pun menjadi seperti kakek-kakek yang responnya sangat lambat. Namun, dari situ pula saya belajar untuk merusak laptop saya secara sistemik dan semena-mena.

Dari berbagai macam film yang pernah mengisi kamar-kamar hardisk laptop saya, saya rela semuanya terhapus kecuali beberapa film, dan salah satu yang akan dibahas sekarang adalah film “3 Idiots”. Film ini adalah film favorit saya, karena kebetulan saya sedang berada pada posisi yang sama dengan cerita di film itu yakni mahasiswa.

Nilai-nilai pembelajaran sangat banyak bisa saya dapatkan dari film tersebut, dan yang paling menyentuh adalah bagaimana kita belajar di kampus itu seharusnya tidak hanya untuk mempermudah kuliah 4 tahun saja, tapi untuk 40 tahun masa-masa setelah kuliah. Sebagai seorang pembelajar yang baik, seharusnya kita tidak hanya menghafal materi, namun harus mampu memahami sesuai dengan cara kita. Pernah di satu scene disampaikan sebuah kata “Saya tidak memberi tahu Anda tentang mesin, karena sudah pasti Anda lah ahlinya, tapi saya disini memperlihatkan kepada Anda bagaimana seharusnya mengajar”, ya kira-kira begitulah isi ceritanya karena saya pun hanya mengingat inti-intinya saja.

Sungguh, saat saya sedang demotivasi dalam belajar, menonton film ini meski menghabiskan waktu 3 jam, tidak membuat saya merasa kehilangan waktu karena mampu mengembalikan semangat belajar dan untuk mengejar passion belajar kita di kampus.

“Kamu ini aneh, mencintai fotografi tapi malah menikahi mesin”,

Selain termotivasi, saya pun selalu bersedih ketika menonton film ini. Dulu saya sangat mencintai suatu hal, dan menurut saya hal itulah yang memudahkan perjalanan akademik saya hingga masuk UI tanpa tes (undangan), tapi jujur saja masuk Farmasi benar-benar meninggalkan apa yang saya cintai dahulu itu. Saya pun melupakannya, berusaha mencintai apa yang harus dicintai di hari ini.

Tapi perasaan itu selalu ada, apalagi sampai hari ini rasanya belum sepenuhnya memahami apa yang harus dipahami di hari ini, dan selalu terngiang nostalgia bersama hal itu dahulu. Jackie Chan takkan pernah sesukses sekarang jika dia jadi penari balet, Habibie tidak akan sesukses sekarang jika dia belajar Kung Fu, dan Saya akankah sesukses mereka dengan apa yang saya pegang di hari ini yang nyatanya masih begitu lemah disana.

Meski demikian yang terjadi, saya bersyukur karena disini saya dipertemukan dengan apa yang lebih besar dari sekedar cinta, dia bernama kontribusi, pengorbanan, dan emosi. Saya menemukan bahwa ternyata berkontribusi itu lebih indah dari sekedar mencintai apa yang kita jalani, sepenuh hati untuk bermanfaat bagi orang lain itu lebih indah daripada sendiri bahagia bersama cinta itu. Saya belajar untuk menjadi besar dengan cara yang benar, dan untuk memahami bahwa hidup tidak hanya sebatas cinta.


Bahwa Ada Hikmah dibalik semua yang telah terjadi, hanya tinggal berdoa dan yakin itu adalah yang terbaik. Selalu menjadikan diri menjadi lebih baik, membawa pada kebaikan, mengasah emosi. Apa yang akan terjadi dengan hari esok? Yang kutahu esok akan selalu cerah karena mentari akan selalu bersinar sepanjang hari :D. Just believe! Aal iz weel!!

Posted By kagiri10/06/2013

Saturday, October 5, 2013

Telah lama mengangkasa, Saya Ingin Mendarat

Filled under:

Saya telah belajar terbang kepada pilot-pilot dengan jam terbang yang tinggi. Mengangkasa mengelilingi langitan nan luas, melewati bermacam samudera, belajar untuk menerjang badai dididik langsung oleh pilot berpengalaman. Saya melihat langsung bagaimana pilot mengendalikan penumpangnya, menghadapi tantangan-tantangan yang tidak bisa diduga dan selalu fokus untuk mengarahkan pesawat tetap pada rute yang seharusnya.

Paragraf tersebut hanyalah pemisalan bagaimana keadaan saya sekarang. Saya belajar langsung dari orang-orang hebat di sekitar saya, dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi dan kelayakan untuk menggantikannya suatu saat nanti.
Di masa-masa persiapan itu, saya terlalu berfikir untuk bisa terbang setinggi-tingginya, untuk bisa mengangkasa sebaik-baiknya, membangun pengalaman yang kokoh, sampai pada suatu kondisi dimana saya merasa nyaman dengan penerbangan ini, menikmati indahnya langit dengan oksigen yang minim, tersenyum indah melihat burung-burung membentuk formasi yang kokoh di langit biru, bercanda dengan rekan-rekan seperjuangan, dan berfokus pada tempat tujuan yang menciptakan rute perjalanan yang begitu menarik.
Saya akan tiba di akhir perjalanan, dan sudah dipastikan restu orang tua tak mengizinkan untuk melanjutkan perjalanan dalam rute ini. Namun, saya pun sedang memastikan terkait rute yang akan saya ambil dalam perjalanan berikutnya, sedang memastikan apakah mendapat restu untuk itu.
Saya pun tersadar, telah lama saya terbang dan telah melupakan kehidupan saya yang seharusnya. Dalam rute perjalanan berikutnya, akan saya pastikan bahwa saya berjalan dalam perjalanan tanpa melupakan daratan. Saya akan kembali mengejar mereka yang telah berlari jauh membangun pondasi-pondasi untuk kehidupan di masa depan, ya saya memang tak secepat mereka tapi saya punya pengalaman terbang, mungkin sedikit yang bisa mengalaminya. Saya mungkin terlambat, tapi dipastikan tak akan terlambat untuk mengejar. Di 2 tahun terakhir bersama kalian, saya akan membangun sebuah pondasi untuk 20 tahun bahkan lebih untuk kehidupan nanti.
Untuk kalian yang selalu menginspirasi, terimakasih telah memberi contoh terbaik untuk terbang tanpa melupakan daratan. 

Posted By Andika Galih Priadi10/05/2013

Sunday, August 11, 2013

Hey

Filled under:

Hey

Hey, lama tak menyapa. Apa kabarmu?

Semoga tetap baik seperti hari-hari yang berlalu


Hey, lama tak bertemu. Gimana harimu?

Semoga tetap berwarna, seperti warna-warna yang selalu kau torehkan untuk hari-harimu.



Hey, lama tak melihat. Kemana saja?

Kau pasti telah pergi belajar pada dunia



Hey, lama tak bertukar cerita. Ada cerita apa hari ini?


Semoga setiap harimu adalah kumpulan cerita-cerita bahagia.





Posted By kagiri8/11/2013

Jalanan sendiri, menuju persimpangan jalan

Filled under:

Tik tok tik tok, terdengar bunyi suara detak jam yang membawa jantung berdetak mengikuti iramanya. Keringat dingin mulai mengalir membanjiri kaos oblong yang waktu itu dikenakan. Waktu semakin dekat, menuju persimpangan jalan.

Dalam hitungan bulan, akan tiba di ujung yang mungkin berarti awal untuk sebuah perjalanan baru. Rasanya meski masih beberapa bulan, namun rasanya sangat dekat, dan setiap detik selalu membawa diri ini sedikit khawatir.

Kembali kulangkahkan kaki, untuk mengukir jejak terindah bersama berlalunya sang waktu. Langkah demi langkah pun berlalu. Aku mengalihkan tatapan ke samping, sebuah senyuman manis tersungging menghapus dahaga karena perjalanan ini. Senyuman dari orang-orang yang ternyata sedang dalam perjalanan yang sama, menuju persimpangan jalan.

Terhenti sejenak, teringat kembali tentang jalan yang telah dilalui. Aku kembali melihat sejauh mana tapak langkah ini. Kulihat ke belakang. Panjang.. Memang panjang. Namun rasanya baru kemarin aku memulai perjalanan ini. Yah, menyesal, memang menyesal. Perjalanan sejauh ini tidak kunikmati,

Ku ingin melakukan banyak hal, dan meninggalkan banyak hal.

Karena banyak hal yang tidak kulakukan, selama setengah perjalanan ini. Mungkin diantara mereka yang bersama melalui perjalanan ini, hanya ku yang tidak menghasilkan apa-apa. Rasanya siap-siap saja jika memang harus dikeluarkan dari rombongan, karena dalam bagianku, rasanya gagal untuk itu.

Jika nanti tiba di persimpangan jalan, dan melihat dari setengah perjalanan kemarin, rasanya semua tahu jalan mana yang terbaik untuk ku yang kurang baik. Tak berarti terlibat dalam perjalanan besar, bersama orang besar, membuatku menjadi orang besar. Hanya terlihat besar, tanpa tahu mungkin aku lah yang terkecil.

Tak tahu apa-apa, tak mengerti apa-apa, tak bisa apa-apa. Terlalu dalam tenggelam dalam samudera misteri, mencari jawaban yang tidak dapat ditemukan, mencari jalan yang terbaik tanpa tahu jalan tersebut menuju kemana.

Maafkan aku semua, atas setengah perjalanan ini.

Ku ingin melakukan banyak hal, bukan karena persimpangan jalan itu. Bukan karena persimpangan jalan itu, bukan. Hanya ingin menjadi diri yang berjalan di jalan sendiri. Melakukan banyak hal yang bermanfaat, memulai mengejar targetan-targetan sederhana hingga besar, menuntut ilmu yang tepat, mengejar pengalaman yang banyak, menebar kebaikan, membangun persahabatan dan lainnya.

Ku ingin meninggalkan beberapa hal, hal-hal yang membuat hati ini sedikit terganggu, ketidaknyamanan. Namun berharap masih dalam zona tidak nyaman agar semakin berkembang. Ingin meninggalkan hal-hal yang secara mendasar mengganggu, tidak dimengerti, ataupun mengganggu untuk mulai berjalan di jalanku.

Langkah kaki kembali terpapah, kembali menatap ke depan, ke persimpangan terdekat, persimpangan jalan yang akan menentukan banyak hal yang dipilih dan ditargetkan di jalan berikutnya.

Sempat berfikir bahwa di persimpangan nanti, harus memilih jalan yang itu, karena semua mengarah kesana. Tapi ketika dipikir ulang, rasanya hal tersebut tidaklah tepat. Hanya kesombongan yang mengantar pemikiran ke arah sana. Rasanya hanya orang-orang tertentu yang peduli dengan apa yang aku pilih, dan di antara semua pertimbangan, semua itu terserah pada ku. Tak banyak yang berharap untukku memilih jalan itu, tak banyak yang mengarahkanku kesana. Orang-orang hanya memprediksi, bukan mengharap.

Melihat bahwa aku dalam sebuah perjalanan bersama orang-orang besar, maka diprediksi jalan itulah yang akan aku pilih. Ya prediksi itu hanya asumsi berdasar dimana aku sekarang, sementara harapan ya berbeda.

Ya semua terserah padaku di persimpangan nanti, dan kemana akan memilih? Percayalah, aku ingin berjalan dengan hati, aku akan memilih dengan hatiku, bukan dengan asumsi orang banyak yang tak tentu benar. Sekalipun itu sama antara asumsi orang, dengan apa yang aku pilih, berarti asumsi mereka tepat. Maka bantulah dalam menjalankan pilihan itu nanti. Sementara jika itu berbeda, maka yakinlah ini jalanku dan aku telah mempertimbangkannya.

Aku kembali menatap ke samping, kepada teman-teman seperjalanan, kepada kakak-kakak seperjuangan. Senyuman pun secara perlahan mulai kembali muncul, “Mari semua, teman-teman dan kakak-kakak, kita selesaikan perjalanan ini dengan sebaik-baiknya, tolong ingatkan jika kembali tak berdaya tergerogoti dalamnya misteri keraguan akan kemampuan diri sendiri, dan kali ini ku kan berusaha total, berjalan dengan sebaik-baiknya. Mulai menempatkan pada tempat yang seharusnya, yakni mendahulukan apa yang kupikirkan dan setelah itu mempertimbangkan apa yang orang-orang pikirkan. Karena sejauh setengah perjalanan ini, aku lebih menomorsatukan apa yang orang pikirkan tentang apa-apa yang kulakukan, padahal orang belum tentu peduli, sehingga hasilnya adalah aku ga ngapa-ngapain karena takut. Pemikiran orang lain akhirnya menenggelamkan semua kemampuanku, dan aku hanya terdiam dalam ketakutanku sendiri.

Jika sampai saat ini jalan yang terpilih adalah jalan yang telah terpilihkan, dan semua hal mengarahkan pada persimpangan jalan nanti, maka kali ini bantulah aku untuk berjalan sesuai dengan pilihanku.

Aku punya mimpi di dua tahun terakhirku, dan akan kukejar itu, tak peduli jalan mana yang dipilih nanti.




Posted By kagiri8/11/2013

Saturday, July 27, 2013

Cuma Nulis

Filled under:

Kali ini saya akan menulis tanpa tahu akan menulis apa, tanpa tahu akan mengakhiri seperti apa. Seperti sebuah aliran, saya ingin memulai kembali sesuatu yang belum selesai. Hidup memang mengalir, tapi tak melulu air dari hulu akan tiba di hilir. Meski waktu memang mengalir, jangan dibiarkan yang lain ikut terbawa arusnya tanpa tahu kemana akan dibawa.

Semua memang sederhana, hanya siapkan jari di depan laptop, buka untuk menulis maka tak terasa satu tulisan bisa tercipta. Ini bukan karya, bung. Saya ingin berkarya, tapi ini bukan karya, bung. Tapi inspirasi, hikmah, itulah yang bisa tertular. Dan saya masih ingin berkarya dan memberi inspirasi, bung.

Karena itu setidaknya ketika tidak mampu menjadikan tulisan sebagai karya, seperti halnya tulisan ini yang tanpa arti dan tanpa tujuan, tapi semoga ini menjadi pemicu terhadap kelanjutan cerita-ceritanya.





Posted By kagiri7/27/2013

Saturday, June 29, 2013

Selama Ada Kesempatan

Filled under:

Mentari masih menunjukkan kecerahannya saat cerita itu dimulai. Saat itu kereta tiba di stasiun citayam. Ibu itu menaiki kereta, rambutnya terikat begitu meyakinkan. Kereta ekonomi yang menuju Bogor memang ramai penumpang, namun beruntung ibu itu masih bisa melihat sebuah kursi kosong tak berpenghuni. Ia pun duduk, raut mukanya tidak bisa ditebak. Posisinya dekat dengan pintu keluar, dan hanya terbatasi oleh seorang bapa di sampingnya. Ibu tersebut sedang mengandung, dan usia kandungannya sepertinya cukup besar. 

Setelah kereta kembali berjalan, kemudian tiba di stasiun bojong gede. Seperti biasanya, banyak penumpang yang mengantri untuk keluar dari kereta, tak banyak penumpang yang masuk ke dalam gerbong kala itu. Kereta masih diam, dan sirkulasi penumpang pun terhenti.

Kereta tiba-tiba berjalan perlahan. Tanpa diduga, seorang pria yang berdiri di pintu kereta menarik kalung dari ibu tersebut, dan pria tersebut langsung loncat. Sontak ibu itu pun berteriak, dan yang menarik perhatian penumpang lain. Apadaya, kereta sudah terlalu kencang, dan ibu itu pun kehilangan kalung berharganya. Sang bapa yang duduk di samping ibunya berusaha menenangkan dengan cerita. Dan dia pun menyesali, karena pria dari pintu tersebut, jelas sekali tangannya melewati muka bapa itu sebelum akhirnya mengambil ke arah kalung dari ibu itu.

Ketika dianalisa, copet tersebut sepertinya memang mencari mangsa. Dan ia mencari peluang. Kereta ekonomi pintunya tidak pernah tertutup sebelum berjalan, sehingga kesempatan itulah yang digunakan oleh pencopet untuk kabur, dan ketika dia turun di stasiun tersebut, tak akan ada yang tahu bahwa dia turun dengan kondisi sudah mencopte. Selain itu, yang turun waktu itu sekitar 3 orang, berarti memang mungkin dia tidak beraksi sendiri. Untuk pencopet yang seperti ini, perlu dihindari duduk di posisi dekat pintu terutama untuk ibu-ibu yang menggunakan perhiasan, atau memegang dompet, karena memang itulah sasarannya.

Sungguh menyedihkan. Bayangkan jika kalung yang ia pakai itu adalah tabungan untuk kelahiran anaknya yang tinggal beberapa minggu lagi. Matanya berkaca-kaca, ibu itu memegangi bekas kalungnya karena sepertinya sakit kena sedikit cakar dari tangan yang mengambil kalungnya itu. Kesalahannya adalah ibu itu menggunakan perhiasan di tempat-tempat rawan pencopetan terutama kereta ekonomi. 

Posisi waktu itu, saya menyender di perbatasan gerbong, dan ibu itu persis terlihat depan saya. Antara sedih, sedikit emosi, kasihan, dan tidak mengerti yang menghantui saya. Semoga ibu ditabahkan, semoga anak yang dalam kandungan tetap sehat bu :D

Kejadian : Kamis, 27 Juni 2013 sekitar pukul setengah 3 di kereta ekonomi ke Bogor.

Posted By Andika Galih Priadi6/29/2013

Sunday, June 23, 2013

Kembali Menyapa

Filled under:

Telah cukup lama tak menyapa dalam untaian kata yang penuh makna. Rasanya seperti kehilangan suatu hal yang bisa sedikit melegakan. Hanya sepucuk rindu yang berguguran dalam fase itu. Bahkan rasanya menuliskan sedikit hal pun begitu beratnya, begitu sulitnya, karena telah lama terdiam dalam keheningannya.

Lewat untaian kata ini, ingin kembali menyapa dunia. Masih ada kalimat yang bisa terucap meski tak seindah biasanya. Hanya ingin kembali mengetuk produktivitas kecil seorang penulis sederhana ini. 

1 bulan setengah tanpa sebuah tulisan, bukan karena waktu yang begitu padatnya hingga tak mampu meluangkan sedikit waktu untuk sedikit bercerita. Karena suatu hal yang sulit dituliskan dalam sebuah tulisan.

Apakah tulisan adalah sebuah karya? Dan jika menulis banyak maka itu disebut sebagai sebuah produktivitas? Sementara tulisan-tulisan itu hanya sebatas cerita-cerita sederhana... Maka semoga tidak adanya cerita tak berarti tidak adanya karya, karena cerita selalu ada namun tak selalu diceritakan.

Disaat waktu yang sama dihabiskan tanpa karya. Bagaimana kabar kalian, kabar mereka, yang setiap harinya dipenuhi prestasi? Waktu yang kita punya sama, 24 jam sehari. Namun kalian mampu mengkonversikannya dengan prestasi. Luar biasa! 

Semoga bisa mengikuti jejak kalian, dan semoga bisa selalu berkarya dan berprestasi!


Posted By Andika Galih Priadi6/23/2013

Wednesday, May 8, 2013

Bermalam bersama Ubuntu, Melanjutkan Hari dengan 8

Filled under:


Malam hari kemarin sedikit berbeda dalam menghabiskan segelas malam. Biasanya kuseruput malam dengan berbagai informasi apapun yang berlalu lalang ibarat jalan bebas hambatan dalam pikiran yang kemudian dicurahkan dalam sebuah pencarian. Atau meneguk perlahan dengan selembar demi selembar cerita yang ditulis untuk menjadi sebuah inspirasi.

Begitulah malam hari kemarin. Sebuah rasa penasaran melahirkan beragam pertanyaan dan keingintahuan tentang penggunaan suatu OS yang open source yakni Ubuntu. Setelah berdiskusi sehingga semakin menyiram perasaan penasaran ini semakin subur tanpa eyang, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba aplikasi ini dan siap berkorban apapun yang terjadi dengan laptop saya.

Beliau meminjamkan sepucuk USB untuk bootingnya, lalu pada malam harinya kemudian sy install Ubuntu tersebut di laptop neng asus tercinta ini. Biarpun badai akan datang, biarpun hujan akan segera turun, biarpun angina kencang siap menghadang, tak sedikitpun menggoyahkan keputusan ini karena kokohnya akar penasaran yang tertancap ini.

Perlahan namun begitu meyakinkan semakin merekahkan senyuman tatkala berimajinasi tentang penggunaannya, meskipun memang belum tau sedikitpun hal-hal dasar terkait penggunaan OS ini. Tanpa perlu melakukan penantian panjang, apalagi LDR-LDRan yang begitu mengiris hati-hati yang begitu penepat janji, proses instalasi pun selesai dilakukan.

Ubuntu 13.04 Raring ini terbilang baru karena baru terbit beberapa hari lalu, baru download, dan dengan sok-sokannya saya install full system dalam neng Asus ini. Aplikasi yang tertanam telah cukup untuk memenuhi pintu-pintu utama yang biasanya harus ada dalam suatu OS. Tampilannya menarik, unik, ringan namun tak terlihat seperti sepasang kembar yang terpisahkan dengan Windows. Yaeyalah

Hal mendasar berikutnya yang merupakan induk dari segala macam anak dari sebuah laptop adalah modem. Tanpa benda kecil ini, hidup hanya seluas kamar kosan 3x3 dengan kamar mandi di dalam. Modem, benda ini mampu menjadi pesawat untuk berkeliling dunia hanya dengan sedikit pijatan-pijatan kecil pada keyboard anda. Bagi saya modem adalah PESAWAT dengan KECEPATAN KURA-KURA karena terkadang saking cepatnya sampai saya sudah berfikir dimana, browsernya masih saja loading.

Saat dunia semakin cepat, maka koneksi pun harusnya semakin cepat.

Namun apa yang terjadi, dengan system koding-kodingan via terminal yang cukup membuat otak menghilangkan kata kantuknya untuk sementara waktu, tak berhasil untuk mencari tahu bagaimana harusnya menginstal modem SMARTFREN di laptop Ubuntu tersebut.

Malam pun semakin larut, otak pun mulai lelah dan sang kantuk mulai mengelitiki mata untuk bertemu antar kelopak, memasang magnet di punggung untuk segera bertemu dengan kasur. Saya pun berjuang untuk melawan semua itu, namun dalam 10 detik, dunia pun berubah menjadi pengejar mimpi.

Keesokan harinya, saya coba tanyakan pada rumput yang bergoyang. Tak ada jawabnya. Namun semua diam, namun semua bisu. Tinggal aku sendiri, terpaku menatap langiit… Yok semua nyanyi!!

AKhirnya coba kutanyakan kembali pada sang master Ubuntu dari dunia timur. Bertemu di langit ke 4 farmasi. Kusampaikan segala kegundahgulanaanku yang membuat malam terasa begitu panjang. Solusi pun diberikan, seraya berselancar dalam berbagai kepentingan, tidak sedikitpun menemukan metode yang berhasil.

Hati pun menyerah. Namun ide selalu ada. Akhirnya idenya adalah, menggunakan Windows 8 dari Ged A. Saya bersama seorang teman pun pergi ke gedung A, dan dengan negosiasi yang cukup mengulur waktu kami pun dibuatkan CD dan ada lisensi dari Windows 8nya.

Kembali saya coba untuk menginstall modem. Bisa. Alhasil, dunia tidak hanya sepetak kamar kosan. :D

Posted By kagiri5/08/2013

Ini Sederhana

Filled under:


Hari tetaplah hari yang berlalu tanpa arti. Angin tetap berhembus meski tak mampu menyejukkan dalam teriknya mentari. Gurun menjadi tak sejati karena menyediakan sepetak salju bagi jiwa-jiwa yang dipeluk oleh kegersangan.

Ingin kembali merangkai cita menuju sebuah rasa yang penuh dengan cerita. Mengukir pahatan bersama dalam bingkai-bingkai semesta. Menulis kembali sebuah cerita tentang bagaimana hari ini jejak-jejak yang tercetak dalam tanah-tanah sejarah.

Ini bukan tentang api yang membara, yang membakar semua gelora di dada. Namun tentang bagaimana cita ini dijaga agar nurani merestui. Tersenyum tidak berarti senang. Diam bukan berarti setuju. Cemberut tak berarti kecewa. Dalam kesederhanaan, selalu ada kompleksitas yang saling melengkapi.

Hanya menjadi pendiam, penuh misteri.
Merenung dalam diam
Menangis dalam diam
Marah dalam diam
Berteriak dalam diam

Karena memang
Diam adalah cara terbaik untuk merenung
Diam adalah cara terbaik untuk menangis
Diam adalah cara terbaik untuk marah
Diam adalah cara terbaik untuk berteriak


Ini bukan tentang kejenuhan. Ini hanya masalah sederhana tentang memulai. Hanya butuh tempat yang tepat untuk membuat semuanya berjalan baik, karena hati ini bukanlah tempat yang mudah untuk menumpahkan isinya. Saat mencoba untuk mengeluarkan, maka saat itu bukanlah saat yang tepat. Dan ketika menanti waktunya, maka waktunya telah habis.

Ini hanya masalah sederhana, tentang tempat dan keyakinan.  

Posted By kagiri5/08/2013

Monday, May 6, 2013

Saat Jalan yang Berbeda kembali Menyapa

Filled under:


Selimut kebimbangan selalu menghangatkan beragam pilihan, dalam persimpangan jalan, semua jalan adalah benar jika kau lewati jalan itu hingga akhirnya. Setiap jalan akan menghamparkan kerikilnya masing-masing, tantangan yang berbeda-beda, waktu, jarak, kondisi yang pasti berbeda. Maka bijaksanalah dalam memilih karena setiap pilihan akan menuju pada satu tujuan dan disertai bermacam resiko yang menjadi pelepas dahaga tersendiri.

Begitulah kiranya di hari ini, dipertemukan dengan dua buah pilihan yang keduanya dibumbui oleh positif dan negatifnya masing-masing. Dan hari ini kembali teringat bahwa arus tetap mengalir dan telah membawa sepucuk memori ini hingga sejauh ini. Dan hari ini sebuah persimpangan yang bisa mempercepat jalan menuju suatu tujuan terbuka lebar dalam jangkauan untuk dicoba. Lalu bagaimana?

Hari ini dan satu tahun yang lalu itu berbeda. Saat dulu sang penggerus penasaran yang mencoba memasukkan beragam serbuk pengalaman, dan saat ini yang sedang coba meniti jalan meski tanpa tujuan. Kesempatan itu kembali datang, sudikah kiranya kau menjemput kembali hal itu?

Mencoba kembali menyeduh kehangatan masa itu, saat kita bersama dalam satu atap asrama, dan mempunyai harapan sama untuk mencoba memasuki atap lain yang sama. Kita melukiskan tinta-tinta yang sama, hingga lembaran cerita harus memisahkan kita semua. Ceritamu terlukis bersama mereka. Ceritaku tertulis bersama mereka disini.

Namun kini, persimpangan itu kembali ada. Hanya perlu menyiapkan seberkas keyakinan dan persiapan, serta menunjukan keterbaikan untuk bisa menjadi bagian darinya. Memang dulu begitu terobsesi dengannya karena obsesi berjamaah untuk bisa menjadi bagian dari pencetak kontribusi. Namun keterbatasan belum mempersilahkan. Dan hari ini, peluang itu kembali menyapa. Sempat hati ini kembali terobsesi, imajinasi kembali berlari, dan niat untuk mempersempit waktu luang kembali ada.

Perlahan, semua berkas kembali coba dipenuhi, semua catatan lama kembali coba dibuka. Dalam kisaran waktu yang tak begitu jauh, hanya perlu beberapa butir rekomendasi untuk melengkapinya.

Diri kembali bertanya, saat kembali terfikir tentang bagaimana hari bisa sampai di sini. Tentang waktu yang begitu berharga, yang siap dikorbankan untuk beragam aktivitas yang lebih padat namun memang bermakna. Tentang kekeluargaan yang terjalin bersama dengan 2 orang hebat dalam satu pintu besar, yang mungkin harus ditinggalkan dan menyambut keluarga baru dalam pemikiran yang nanti pasti akan berbeda.

Maka sampailah kembali pada titik dimana keraguan untuk melanjutkan membakar api yang sudah terlanjur memanas, ataukah mencoba meredamnya dan dialihkan untuk membakar potensi diri secara sendiri. Hanya sebuah kebimbangan dalam perputaran persepsi dan perspektif yang melahirkan sebuah fatamorgana dalam jalanan kehidupan

Posted By Andika Galih Priadi5/06/2013

Wednesday, May 1, 2013

Sabar ya, Pukpuk!

Filled under:

Saat menulis dengan sebuah semangat untuk pengembalian jati diri serta karakter penulisan yang sesuai, dengan semangat berapi-api dan berimajinasi tentang cerita yang akan dibagi, ternyata tiba-tiba sesuatu terjadi. Laptop tidak seperti biasanya, entah karena lelah dipijit-pijit  dan selalu dipaksakan untuk full power, tiba-tiba saja mati. -_-

Padahal baterainya tak terpisahkan, sejak lama. Mungkin terlalu panas, tapi padahal masih seperti biasanya. Ada apa neng Asus? 

Sebelum merestart secara otomatis, tulisan waktu luang sebelum waktu sempit, sudah 80% selesai, dan akhirnya kandas sudah. Dan jika berfikir untuk mengulang cerita tersebut, rasanya hati begitu vokal menyuarakan ketidaksetujuannya. Ada kesedihan tersendiri saat harus mengulang sebuah karya yang telah totalitas ditulis sebelumnya.

Yah, jadinya mungkin hanya secuil tulisan tak berarti ini yang menutup malam hari ini. Selamat malam para pejuang!

Posted By Andika Galih Priadi5/01/2013

Monday, April 29, 2013

Semua tak seperti yang dibayangkan

Filled under:

Saya jadi inget percakapan saya dengan seorang teman beberapa hari lalu, waktu itu lagi serius membahas masalah ke depan gimana. Terus saya bercerita soal kendala, kendala yang selalu menjadi kendala bagi saya adalah pikiran saya sendiri. Saya selalu memikirkan sesuatu berlebihan.

Saya ambil sebuah contoh, ketika memegang amanah untuk mabim. Kira-kira apa yang dipikirkan kalau kamu memegang amanah besar? Ya terkait amanah itu sendiri. Tapi terkait amanah itu sendiri saya melibatkan angkatan dalam pelaksanaannya. Tapi ada 1 ketakutan yang amat menggila waktu itu, bayangkan saja, semenjak terpilihnya saya, sampai ke pleno pertama saya selalu berfikir ketakutan, saya harus berbicara seperti apa di depan angkatan, saya gak pernah berani ngomong di depan orang banyak, saya harus gimana, saya panik sekali.. Tapi semua kepanikan itu tidak terlihat karena wajah saya yang begitu polosnya.

Lalu, ketika semua telah dilewati, ternyata ga ada masalah berarti toh. Pas saya ngomong, orang-orang ga lempari saya sepatu, saya bisa ngomong kok. Ya saya bisa ngomong, mereka mengerti apa yang saya bahas,  saya bisa ngomong, yakali ga bisa ngomong.. yeeeyy.. Dan di pertemuan pertemuan berikutnya, alhamdulilah tidak ada kepanikan sepanik yang pertama. Ini berkat bimbingan dan jorokan dari ketua angkatan juga. Terimakasih pak ketua angkatan..

Sewaktu saya ceritakan kisah itu kepada teman saya tadi, dia tersenyum, oh gak, dia tertawa, oh gak, dia ngakak, oh lebih parah dia ngakak ampe megangin perut buncitnya. Alhamdulilah setidaknya memberi kebahagiaan kepada orang lain, meski sial, teman ini bahagia sekali...

Begitu lah saya, dalam setiap hal baru, saya selalu takut.. -_- Padahal ga bakal kenapa-kenapa, tapi sepertinya tetap seperti itu. Jadi buat saya, semua begitu menyeramkan sewaktu dibayangkan. Bayangin aja bisa bikin terasa atmosfernya, deg-degan.. Padahal SEMUA TIDAK SEPERTI YANG DIBAYANGKAN

Posted By Andika Galih Priadi4/29/2013

Sunday, April 28, 2013

Injeksi Semangat Baru lagii

Filled under:

Saat itu terik matahari begitu panas menggerogoti kesegaran yang selalu kami idam-idamkan. Ya, begitulah kondisi margonda siang hari. Tapi ada yang berbeda di terik siang hari ini, ada kesejukan yang tidak biasa. 

Hari ini keluarga datang berkunjung, ayah ibu dan adek. Keluarga, tiba kemarin malam minggu sekitar pukul setengah sepuluh malam. Jadinya kamar petak 3x3 + kamar mandi 1,5x1,5 pun terasa seperti luas, seperti di rumah dengan hangatnya keluarga di dalamnya. Jadi beginilah kondisi kamar kosan saya, luasnya 3x3 meter, terus ada kamar mandi, masuknya dari dalam kosan, lewat pintu jangan lewat dinding. Berbeda dengan 2 kamar tetangga yang kamar mandinya ada di luar kamar. 

Malam pun menjadi lebih hangat. Dan esok hari pun begitu bersinar terang. Di pagi hari, orang tua berkunjung ke sanak keluarga yang ternyata jaraknya tak jauh dari kosan saya, namun memang saya tak pernah bertemu. Ya jelas, ibu bertemunya 18 tahun yang lalu, dan waktu itu saya belum tau apa-apa, masih sangat polos, imut dan manis (ya bayi 2 tahun, imutlah.. Sekarang masih ga ya?). Jadi kalo ditotal umur saya sekarang 18 + 2 = 17 tahun. Ya sweet seventeen lah, apalgi kemarin baru ultah.. Jadi begitu..

Lalu dikala orang tua bersilaturahmi, apa yang saya lakukan dengan adek saya? Ya, seperti biasa kami battle. Tapi biasanya battlenya ngePES, tadi sedikit berbeda. Pertandingan kali ini yakni siapa yang paling lama tidur. Gila, perjuangan saya keras banget untuk terus tidur, yah akhirnya kalah deh. Pas orang tua nyampe, saya langsung kebangun. Saya menyerah, gak kuat lagi. Sementara adik, masih tidur sampai bener-bener dibangunin. *sebenernya kebalik, berjuang untuk bangun berat banget, soalnya semalem begadang..hehe

Jadi agenda penting berikutnya adalah menonton bioskop. Setelah berdiskusi mau jalan-jalan kemana, keputusan akhirnya jadinya nonton bioskop. Maklum, di sukabumi ga ada bioskop. Jadi biasanya pasangan muda-mudi sukabumi kalo mau nonton bioskop, mereka pergi ke bogor. Nah, karena sekarang di depok, banyak bioskop, jadi ya nonton deh.. Katanya udah lama juga ga nonton bioskop.

Pilihan filmnya kan ada dua, mau iron man 3, apa 9 summers 10 autumns.. Tadinya mau iron man, cuma jam 6 kebagiannya. Itu pun duduk paling depan. Gak kebayang bro duduk paling depan, terus harus baca subtitle. Bisa-bisa leher saya jadi kayak mike tyson, leher besi karena bolak-balik baca subtitle sambil nengadah ngacay ngeliat filmnya..

Kami pun nonton 9 summers 10 autumns. Luar biasa sekali bung, filmnya begitu inspiratif. Seru. Gak salah deh nonton film itu. Ada nilai-nilai yang bisa diambil. Dan ada kesedihan tersendiri ketika menonton film itu. hiks hiks, ada beberapa hal yang membuat saya merindukan masa-masa jadi montir (baca : tukang bongkar rumus)..

Setelah itu orang tua pun pulang, dan saya pun kembali ke kosan melanjutkan hari seperti sedia kala..

Selalu menjadi injeksi penyemangat baru tentang perjuangan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, ketika ada orang tua. 

Selamat menempuh esok yang lebih cerah lagi..




Posted By Andika Galih Priadi4/28/2013

Berharap Berkarakter Seperti Apa?

Filled under:

Aduh cuy, saya selalu rindu untuk menulis, menulis sebuah cerita yang begitu menarik. Saya jadi kepikiran kata-kata untuk mempersering ngetwit, entah alasan pastinya seperti apa, tapi ya namanya alasan kan ga ada yang salah. Jadi inget pertanyaan-pertanyaan waktu oprek, pasti ditanyain alasan, kenapa milih bidang ini? Pasti jawabannya begitu argumentatif dengan analisis yang begitu membuat pendengar lupa mingkem. 

Saya jadi menangkap, sebenarnya kita, semua orang, termasuk saya, termasuk blog ini, harus punya karakter. Bagi saya, itu memang keharusan. Itulah kenapa saya menulis ini. Di dini buta ini (maaf din maksudny setengah 2 pagi), saat sang ayam jantan masih nunggu bekernya nyala buat kongkorongok, saya kepikiran dan kangen untuk nulis dengan style gaya bebas. Ya selain karena gaya punggung gak bisa, gaya kupu-kupu gak lucu, gaya bebas seperti ini lebih bisa mengeksplor sisi kreatif saya, harapannya. Siapa tau jadi profesor kan nanti (amiin), meski ga nyambung cuy..

Saya merasa penjara pikiran membuat tulisan-tulisan saya jadi dipenjara di kamar mandi, terus lampu dimatikan dari luar, pintu dikunci, terus akhirnya teriak-teriak ketakutan karena kaki basah, padahal dia ga nyadar kalo itu air kencingnya saking paniknya karena lampu gelap. Ya, ketika saya ingin menulis, saya biasanya sedang memikirkan suatu hal yang akhirnya terinspirasi untuk dituliskan sesuai dengan kondisi pikiran saya, namun tidak ingin secara terang-terangan menceritakan itu. Alhasil, terciptalah sebuah tulisan-tulisan yang semi puitis gajelas. 

Sebenarnya saya sukanya gado-gado. Katanya sih tulisan saya menarik, punya sesuatu yang mungkin bisa disebut X-Factor kali ya, tulisan-tulisan waktu di blog SMA (kalau mau baca, ada kok di blog ini, liar arsip aja :D). Tapi ya produktifitas penulisan waktu itu hanya sebatas dan serajin pas depan komputer doank. Dan itupun hanya kelas 2 doank. Padahal tulisan saya hanya sebatas ceng-cengin ketua kelas dan cem-cemannya, bully ketua kelas dan teman-teman lainnya, dan berputar-putar soal cerita yang ada di kelas. Tapi entah, ketika hati telah ikut menari bersama jari dalam mengetik, rasanya itu menarik, seru. Semua keluar dengan begitu mudahnya, mengalir kata demi kota, gombalan demi gombalan, ledekan demi ledekan, candaan demi candaan, ya itu mengalir dengan mudah.

Modal nulis ngelantur di blog, terus dibikin sedikit elegan waktu nulis bahasa Indonesia. . Ini agak bangga dikit gak apa-apa lah ya, kapan lagi ngebanggain diri sendiri, -_- hobinya memenjara diri sendiri dengan ketakutan-ketakutan kan sekarang mah. Lanjut. Nah, semua siswa dikasih gambar, insyaallah gambarnya masih senonoh kok. Terus disuruh menulis dari gambar itu, ya sesuai kemauan kita. Saatnya sepik lah berarti, ngarang. Saya dapet gambar mobil. Gak ngerti lagi, saya menulis sesotoy mungkin. Padahal mobilnya biasanya-biasanya aja, ya sotoy aja desain menarik bla-bla-bla, ya karena terbiasa berekspresi dari blog juga jadi slowlah, waktu 10 menit meski bentar tapi sudah cukup untuk mengisi setengah halaman. Setidaknya lebih baik daripada teman-teman yang bingung, "ini tulis apaan? bingung-bingung"..

Kisah diteruskan, Terus disuruh tuker-tuker, terus kasih nilai dari 1-4 kalau gak salah ke nilai orang. Ya rata-rata dibaca oleh 8 orang lah. Nah yang dapet 5 angka 4, udah bagus kata ibunya. Jempol lah, termasuk kategori oke, terlepas waktu ngasih penilaiannya itu dikasih cireng atau nggak sama penulisnya. (nyogox, ga lah bercanda). Nah, ternyata, saya diperiksa 9 orang dan semua-muanya 4 nilainya. Dan baru tau ga ada yang ampe lebih dari 5 dapet angka 4nya. Akhirnya ibunya suruh bacain, dan dengan suara seksinya, saya pun membacakannya. Ya disitulah ibunya bilang, bahwa saya punya potensi, terus kembangkan. Itu seperti tamparan yang terasa indah. Indah karena pujian memang melenakan, tamparan karena harus belajar lagi. Gitu cerita bangga-banggaannya dikit. 

Terus selang bberapa bulan, saya dipanggil. "Kamu, ikut lomba nulis ya!". ya oke oke sajalah, kapan lagi ikut lomba nulis, sekali-kali lah, bosen ikut lomba montir mulu (bongkar-bongkar rumus). Dan sialnya, ternyata itu lomba ngarang cerpen basa Sunda coba, saya orang sunda, saya bisa bahasa sunda, tapi saya bukan penulis bahasa sunda. Dan guru basa Indonesia itu pun kaget,hahaha Tapi ya ga masalah, saat semua latihan, ada yang latihan dongeng, latihan apalagi ya lupa, saya seperti dianaktirikan. *yaeyalah. Pas mereka latihan, dikomentari kayak Indonesian Idol gitu, soal ekspresi, intonasi, artikulasi, isolasi, ekstraksi, maserasi dan lain-lain sama guru seni yang juga seniman sunda. Ya saya, cuma disuruh membuat sebuah karangan tentang ini. Saya pun ngarang, nulis. Sampai lombanya berlangsung, tulisan saya tak pernah dikomentari, tak pernah ada yang baca juga kecuali ibu saya.Dan ibu pun pas baca tulisan, dari ekspresi muka sepertinya dia mikir "ini anak nulis apa, kok kayak gini banget", ya udahlah saya tak pikirkan, saya punya kekuatan dalam tulisan karena itu saya harus lanjutkan. 

Tanpa sepatah masukan, dan nasehat dari siapapun, artinya hanya sejauh kemampuan saya sendiri yang saya kembangkan bermodalkan pengalaman menulis ngaco di blog, saya pun dengan gagahnya ikut lomba. Liat kanan kiri, gila penulis hebat.. Liat depan belakang, wah penulis hebat. Gak masalah. Akhirnya lomba dimulai, selama 2 jam (apa 3 jam, lupa), saya harus menulis tentang cerpen objek wisata di Sukabumi. Oiya saya lupa, waktu itu saya taunya ini karangan, bukan cerpen. Jadi sempet tersesat di satu halaman folio (bayangin, ibarat pendahuluan sebuah tulisan, saya 1 halaman nulis karangan), baru nyadar setelah itu di halaman kedua saya mulai mengarahkan ke sebuah cerita. Ya maksa sih, tapi daripada saya coret yang 1 halaman sayang banget. Wah ini alurnya bukan cerpen banget, masa pendahuluannya satu halaman folio jadinya, sama sekali ga ada cerita, cuma deskripsi-deskripsi ujung genteng doank. Untungnya pas masuk ke cerita, saya gunakan kemampuan saya untuk berekspresi, sedikit dibumbui dengan sesuatu yang bisa menarik (mudah-mudahan). Alhamdulilah dua jam kelar

Lalu juara berapa saya? Saya juara 3 bung.. Ibu saya ampe nanya berkali-kali, "serius ka?", saking ga yakinnya.. Serius ga serius yang penting dapet hadiah bu 250rb,hahaha dan ternyata dari semua cabang lomba yang SMA saya wakili, hanya saya yang dapet peringkat.

Gitulah cerita-cerita bagaimana tulisan saya ditemukan dan akhirnya menghasilkan upah 250 ribu.

Dan sekarang, tulisan-tulisan itu udah ga ada. Saya ingin punya karakter, dan saya ingin mengembalikan karakter tulisan saya ke tulisan-tulisan waktu itu karena disitu titik lebih saya. Semoga tulisan-tulisan berikutnya, bisa melatih dan mengembalikan potensi menulis yang dulu sempat punya.

Ya memang visi blog ini saya buat untuk menjadi cerita yang dibaca untuk menginspirasi kelak adek-adek yang mau masuk farmasi. Ibaratnya pas ngetik farmasi, langsung muncul "baca blog ini, blog anak farmasi", tapi eh ujung-ujungnya cuma tulisan-tulisan pergulatan pikiran doank. . Jadi insyaallah, semoga saya tertarik kembali untuk menulis-menulis seperti waktu itu..

Posted By Andika Galih Priadi4/28/2013

Hanya Bermimpi, tanpa Bertahan

Filled under: ,

Aku pernah bermimpi, untuk kuliah di salah satu perguruan terbaik negeri ini. Dan kini aku adalah seorang mahasiswa Universitas Indonesia.
Lalu, perjuangan untuk menjadi mahasiswa sejati tidaklah mudah, perlu perjuangan keras, bahkan hingga hari ini untuk bisa bertahan menjaga akademis tetap baik. 

Aku pernah bermimpi, untuk mempersatukan seluruh Mahasiswa Sukabumi yang berkuliah di UI, meski selalu terfikir bahwa Sukabumi dekat, mahasiswa Sukabumi UI haruslah bersatu. Dan kini, telah ada sebuah paguyuban dengan nama BUMI (Baraya UI Sukabumi).
Lalu, perjuangan untuk bertahan konsisten pada mimpi tidaklah mudah. Maka, kuberikan mimpi ini untuk mereka yang hebat menjaga BUMI ini tetap bersatu. Karena kalian lebih hebat.

Aku pernah bermimpi, untuk mempersatukan farmasi asrama menjadi sebuah keluarga. Untuk saling membantu dalam orientasi dan akademis. Maka lahirlah sebuah keluarga farmakopas yang tetap dekat hingga ini.
Lalu, asrama pun berakhir dan semua terpisah. Dan untuk bertahan, berkumpul dan tetap menjaga persaudaraan, kuantitas waktunya tidak sefleksibel kala di asrama.


"Suksesnya sebuah mimpi itu, semudah kau meyakininya"
Namun tetap :
"Meraih itu memang susah, namun Bertahan itu jauh lebih susah"


Posted By Andika Galih Priadi4/28/2013

Wednesday, April 24, 2013

Surat dari Andika untuk Galih - tentang Milad

Filled under:


Selamat Milad, Galih!

Hari ini genap kau mencapai umur 20 tahun, Alhamdulilah masih diberi umur panjang oleh Allah SWT dan semoga setiap waktu yang dihabiskan seiring berjalannya umur bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi tempat dimanapun engkau berada, galih.

Di antara segala macam euforia yang ada seiring bertambahnya usia, perlu disadari bahwa kau tak muda lagi, galih! Saatnya untuk serius menapaki jalan yang tepat yang mengarah pada tujuan yang jelas.

Ini pembicaraan tentang kita, galih! Sebelum kau mulai berfikir tentang dunia, tentang keluargamu di rumah, tentang orang-orang terdekatmu, tentang keluarga-keluargamu di farmasi, saudara-saudara seperjuangan, jangan dulu kau fikirkan galih. Lupakan tentang orang lain terlebih dahulu. Aku ingin bicara tentang kita..

Galih, ingatlah usiamu sekarang 20 tahun. Kau akan benar-benar menjadi seorang manusia, setelah semua proses pendewasaan ini, kau akan menentukan jalanmu sendiri. Sadarkah itu? Berapa banyak waktu yang kau buang dalam kesia-siaan selama ini. Tak berarti bahwa hidup tidak boleh bersenang-senang, tapi waktu perlu diatur sedemikian rupa sehingga terarahkan untuk menjadi pengasah bagi ketumpulan-ketumpulanmu. Mengelola energi pada tempat yang tepat untuk mengembangkan potensi agar bisa memperbesar kebermanfaatanmu di hidupmu. Ibarat sebuah pesawat, sebentar lagi kau akan lepas landas untuk mengangkasa mengejar hidupmu.

20 artinya bersiap, waktu itu terbatas. Kau selalu berfikir untuk memulai suatu hal yang besar pada saatnya nanti. Tapi sadarkah bahwa kau sedang hidup di hari ini, bersama dengan teman-temanmu di hari ini. Lupakan menunda-nunda, fokuslah pada hari ini. Lakukan sejak hari ini, sejak sekarang tepatnya. Rencanakan apa yang kau lakukan dan lakukan apa yang kau rencanakan.

Begitu banyak ide brilianmu tentangmu di hari ini dan nanti, tentang semua konsep manajemen waktu, jadwal harian, target-target kecil hingga target-target besar, lakukan saja kawan, jangan terfokus pada ide yang hanya dicurahkan dalam coretan-coretanmu. Lakukan hal-hal yang telah kau wacanakan perlahan, dari sekarang.

Tentang amanah. Baru saja kau mendapat evaluasi yang cukup berharga dari mereka-mereka yang masih peduli terhadapmu. Evaluasi dengan harapan untuk membuatmu menjadi lebih baik ke depannya. Dari teman-teman seperjuanganmu dalam menjalankan amanah di organisasi tercinta ini. Adakalanya memang kau terjebak dalam kekhawatiranmu sendiri akan berbagai hal. Kau terlalu berlebihan memikirkan semuanya, hingga akhirnya kau tak lakukan apapun sebagai hasil dari pergolakan pikiranmu. Kau terjebak dalam penjara pikiranmu sendiri. Bongkar itu kawan, dengan tak usah memikirkannya. Tak perlu konsen pada dirimu sendiri karena sejatinya setiap diri mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kau merasa lemah dalam satu hal, kau masih punya kelebihan dalam hal yang lain. Sadarilah itu. Dalam rangka 100 hari kinerja ini, cukuplah kau trdiam dalam pencarian tentang itu, saatnya kau berlari seperti hari itu. Seperti saat di pundakmu masih terpikul sebuah mimpi besar. Dan kau tak peduli dengan lemahnya dirimu, tapi berfokus pada solusi yang ditawarkan. Ingatkah hari itu galih? Lakukan sekarang! Lakukan sekarang! Sekarang pun di pundakmu ada mimpi yang sama, tapi kau tidak menyadarinya kawan. Ayok, kau telah tulis banyak list yang harus diperbaiki. Kau telah tulis sebagian mimpi-mimpimu. Kau telah merancang agenda harianmu untuk mengarah kesitu. Tinggal buktikan untuk konsisten melaksanakannya. Kau bisa kok gal! Kau hanya takut pada dirimu sendiri..

Siapkah kau menjadi orang yang berbeda gal? Seharusnya semenjak hari itu kau sudah siap untuk berbeda, galih. Jangan kembali menjadi orang yang sama yang menutup diri lagi. Kau sudah cukup terbuka kala itu. Kau harus siap berbeda, kau harus siap di depan. Sejauh ini, mungkin kau memang lelah setelah dalam waktu panjang itu kau selalu di depan, dan ditambahi pula dengan bumbu-bumbu orasi, meski memang lelah, tapi tak berarti bahwa kau telah menjadi yang terbaik. Jadi masih harus belajar banyak galih, toh kau pasti sudah lupa rasanya jadi orang di depan seperti apa. Ya sudah cukup beristirahat galih, saatnya kembali berdiri dan berlari menjalankan kewajiban seamanah mungkin. Karena seharusnya seperti itu.

Lalu bagaimana dengan taun depan gal? Selalu ada pertanyaan seperti itu, dan pasti ada dalam benak-benak mereka.
Sederhananya, apapun yang terjadi dengan nanti, yang penting tetap berfokus untuk menjadikan setiap hari lebih baik dari hari sebelumnya. Aku tau, kau tidak begitu merisaukan dengan bagaimana dan apapun yang nanti akan terjadi, yang tetaplah berdoa agar hati dijaga dari ambisinya dalam hal yang tidak baik. Dan lepas dari segala harapan orang-orang terkait nanti, yang terpenting tetaplah berfokus untuk menjadi orang yang amanah di hari ini galih! Memantaskan diri untuk lebih baik dan menjadi yang terbaik, namun tetap menjaga niat tetap lurus untuk mengejar Ridhonya, tanpa dirasuki oleh kepentingan nafsu yang ingin menguasai. Tidak peduli menjadi siapa kita nanti, selama itu bisa menjadi lahan untuk menebar kebaikan dan inspirasi, kenapa enggak?

Big is Powerful
Medium is Wonderful
Small is Beautiful


Dibuat :
23 April 2013
Andika


Posted By Andika Galih Priadi4/24/2013

Wednesday, March 27, 2013

Daftar Riwayat Hidup Khayalan

Filled under:


DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A.     IDENTITAS DIRI
         1.      Nama Lengkap                       :     Andika Galih Priadi
         2.      Jenis Kelamin                          :     Laki-laki
         3.      Tempat dan tanggal lahir          :     Sukabumi, 23 April 1993
         4.      Status Perkawinan                   :     Belum nikah
         5.      Kewarganegaraan                   :     Indonesia
         6.      Suku / Ras                              :     Sunda
         7.      Agama                                    :     Islam
         8.      Hobi / Kegemaran                   :
         9.      Alamat tinggal                          :     Kp. Cioray RT 01/01 Desa Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi


B.     RIWAYAT PENDIDIKAN
JENJANG
NAMA SEKOLAH
TAHUN LULUS
TK
TK PGRI BINA PUTERA
1999
SD
SDN CIORAY
2005
SMP
SMPN 1 CIKEMBAR
2008
SMA
SMAN 1 CIBADAK
2011
PERGURUAN TINGGI
ITB
2015
:
C.     RIWAYAT KERJA
NAMA PERUSAHAAN
JABATAN
TAHUN
PT. PLN PERSERO
Engineer Pembangkitan
2015 s.d. 2016
PT. MICROSOFT
CEO Kelistrikan
2016 s.d. 2017

D.     PRESTASI / PIAGAM PENGHARGAAN
BIDANG / PERIHAL
PRESTASI
TAHUN
AKADEMIS
Lulusan terbaik
2015
INOVASI
Membuat robot terbaik dalam kontes robot teknisi indonesia
2016

Demikianlah riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya

Sukabumi, 20 September 2010


Andika Galih Priadi

================================================

Saya pernah ngetik file ini ternyataa... Saat jadi bocah SMA yang galau, september 2010 itu berarti kelas 3 semester 1.. Dan jadi teringat kembali bagaimana obsesi dulu, ragu menentukan jurusan untuk kuliah hingga akhirnya bisa terarah untuk menjadi 'ahli robot', saya cukup terobsesi dengan ITB..

2 jurusan yang saya incar adalah teknik fisika dan teknik elektro.. Hingga akhirnya saya mulai bermain imajinasi dengan membuat riwayat hidup arah kuliah, kerja kira-kira dimana, meskipun tidak tau apa-apa. Iseng-iseng namun sedikit menggelitik saya saat ini. Saya begitu ingin menjadi 'ahli robot' kala itu, dan dimana anak itu sekarang berkuliah? Di farmasi ternyata,, jurusannya.. UI universitasnya.. hahaha Ya cukup bertolak belakanglah.. Apakabar anak yang dulu ingin jadi 'ahli robot'?

Memang, Allah lah yang menghapus mimpi-mimpi kita dan menggantinya dengan jalan yang lain. Seindah-indah rencana kita, lebih indah rencana Allah untuk kita. 



Posted By Andika Galih Priadi3/27/2013

Naskah Drama Kelas X - Asal Usul Danau Toba

Filled under:


Sedikit bernostalgia dengan naskah lama dari drama bahasa Indonesia sepertinya, sewaktu X-3... Teman-teman X-3, apakabar kalian di tempat kalian masing-masing? Terutama Andri, Luphe, Mbong, Poppy, ingatkah kalian dengan ini?haha


“ Asal Usul Danau Toba”
Disusun Oleh :
Andri J. Laksana sebagai Pa Toba
Andika Galih P. sebagai Samosir
Lufita Aditya sebagai Putri
Juliana Limbong sebagai Perempuan 1
Poppy Aprilia S. sebagai Perempuan 2


Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hiduplah seorang petani bernama Pa Toba. Ia seorang petani yang hidup seorang diri dan rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Di suatu pagi yang cerah, petani itu pergi memancing di sungai.
Petani              :Ya Allah., Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar.

Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kail tersebut bergoyang-goyang lalu ia segera menarik kailnya.
Petani              :Terima kasih Tuhan, kau memberikanku ikan yang besar, dan ikan ini juga indah sekali. Sisiknya berwarna merah bersinar seperti emas. Hmmm…. Pasti nikmat sekali bila ku makan nanti..
Putri                :Tunggu, kau jangan memakan ku..! Aku bersedia menemanimu asal aku tidak kau makan.
Petani              : Oops….! Siapa yang bicara itu..?? Ada suara, tetapi.. tak ada orang.
Putri                :Ini, aku yang bicara.
Petani              :whaaat..??

Petani melepaskan kailnya tanpa sengaja dan ikan tersebut jatuh. Kemudian tidak berapa lama ikan tadi berubah menjadi seorang gadis yang cantik jelita.
Putri                :Jangan takut pak, aku juga manusia sama seperti engkau. Aku sangat berutang budi padamu karena kau telah menyelamatkanku dari kutukan Sang Dewata. Aku bersedia menjadi istrimu.
Petani              :Benarkah..??
Putri                :Tentu saja..
Petani              :Ngomong-ngomong., siapakah namamu?
Putri                :Namaku Putri, dan kau?
Petani              :Namaku Toba. Mari kita lekas pulang. Aku sudah tak sabar ingin memberitahukan bahwa kau telah menjadi istriku. Hahha…
Putri                :Tapi Toba, ada satu hal yang harus kau rahasiakan tentang diriku. Aku mohon kau tidak menceritakan asal usulku yang berasal dari ikan, karena jika masyarakat itu tahu akan hal tersebut pasti akan terjadi bencana besar yang melanda desa ini.
Petani              :Baiklah, percayakan semua ini padaku. Ayo kita pulang.

Lalu Pa Toba dan Putri pun pulang ke rumah. Saat mereka memasuki kampong Pa Toba, ada beberapa orang yang tidak suka akan kehadiran Putri.
Perempuan 1   :Hei inang, tahu tidak kau itu si Toba tadi ku tengok membawa pulang seorang cewe. Waah.. bodinya mantap.
Perempuan 2   :Baah…. Alaah, paling sic ewe itu dia guna-guna biar tertarik padanya. Kau kan tau si Toba itu BUPUK, alias Bujang Lapuk.
Perempuan 1   :Oh iyayah.. Pintar kali kau ini.
Perempuan 2   :Sudahlah, lekas kita pulang jijik aku melihatnya.

Sebenarnya Putri Mendengar hal tersebut, tetapi dia tidak langsung mengambil pusing. Mereka pun pulang ke rumah dan menjalankan kehidupan mereka layaknya sepasang suami istri. Pa Toba merasa bahagia dan tentram. Setahun kemudian, kebahagiaan Pa Toba dan Putri bertambah karena Putri melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Samosir. Samosir tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang sehat dan kuat, tetapi agak nakal. Ia mempunyai kebiasaan yang aneh, yaitu selalu merasa lapar dan ia juga selalu membuat jengkel kedua orangtuanya karena ia tidak pernah mau membantu pekerjaan orang tuanya.
Petani              :Ibu, mana makan siang untukku?
Putri                :Tadi sudah kusiapkan di atas…..
                         Wah Samosir, ke mana makanan tadi?
Samosir           :Sudah kuhabiskan bu.. kan saya ini masih dalam masa pertumbuhan. Sekarang pun sebenarnya aku masih lapar, tapi sudahlah.. aku pergi bermain dulu yaa bu.. dadah bapa…
Petani              :Samosir…!!!! Ah ibu ini selalu saja memanjakan dia, saya ini lapar bu..
Putri                :Sabar ya pak, ingatlah dia kan buah hati kita satu-satunya. Jangan sampai hal sepele seperti ini membuatmu emosi.
Petani              :Ya sudahlah buu.. Buatkan aku makanan sajalah.., perutku sudah lapar sekali.
Putri                :Tunggulah, aku akan membuatkannya.

Petani itu masih bisa menahan kesabarannya. Namun kesabaran seseorang itu pasti ada batasnya. Sampai suatu ketika petani tersebut tidak dapat menahan amarahnya.
Putri                :Samosir, Bantu ibu nak..
Samosir           :Apa sih buu.. aku sedang asyik bermain nih..
Putri                :Bawakan bekal ini untuk bapamu di sawah. Kasihan dia sudah menunggu.
Samosir           :Ah, ibu sajalah yang pergi.
Putri                :Ibu sedang masak Samosir. Cepatlah kau antarkan, nanti bapamu marah.
Samosir           :Ah ibu ini., menggangguku saja. Sini..!!

Dari awal Samoair memang sudah tidak berniat makanan tersebut. Sesampainya di pertengahan jalan.
Samosir           :Jalan ke sawah saja sudah membuatku lelah, lebih baik kumakan saja bekal bapa ini.

Tanpa sadar bekal tadi telah habis dimakan oleh Samosir. Lalu dengan perasaan tak bersalah, Samosir pun pulang dan melanjutkan permainannya. Bapanya yang sudah kepanasan dan kelaparan menunggu memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah.,
Petani              :Ibu, mana bekal makan siangku..? Kau siapkan tidak, Haah???
Putri                :Tadi kusuruh Samosir untuk mengantarkannya Pa. .
Petani              :Samosir, kemari kau..!!
Samosir           :Apa sih pa? Aku lagi asyik main nih..
Petani              :KAU KEMANAKAN BEKAL MAKAN SIANGKU ??
Samosir           :Aku makan pak.. Habisnya, perjalanan ke sawah membuatku lelah dan lapar..
Petani              :Anak tidak tau diuntung..!!! Tak tau diri…!! Dari tadi aku kelaparan menunggu makanan itu, dan sekarang makanan itu sudah habis… DASAR ANAK IKAN…!!!!
Samosir           :Ibu….,,,,,
Putri                :Cepat kau lari nak…..
                         Bapa, kau telah melanggar janji kita.
Petani              :Tapi aku tidak sengaja, aku sedang emosi. Maafkan aku Putri.
Putri                :Terserah apa katamu… Terimalah apa yang terjadi nanti..!!

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, seketika itu juga Samosir dan Putri hilang lenyap tanpa jejak dan bekas. Tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras, sehingga desa petani serta desa yang ada di sekitarnya terendam membentuk sebuah danau dan terdapat pulau kecil di tengahnya. Pulau itu kini dikenal dengan nama Pulau Samosir karena banyak orang beranggapan di sanalah Samosir berdiri untuk menyelamatkan diri, dan danau yang ada di sekitarnya disebut dengan Danau Toba yang merupakan desa di mana Pa Toba tinggal dan terkena rendaman air yang sangat deras itu.

Posted By Andika Galih Priadi3/27/2013