Wednesday, March 27, 2013

Daftar Riwayat Hidup Khayalan

Filled under:


DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A.     IDENTITAS DIRI
         1.      Nama Lengkap                       :     Andika Galih Priadi
         2.      Jenis Kelamin                          :     Laki-laki
         3.      Tempat dan tanggal lahir          :     Sukabumi, 23 April 1993
         4.      Status Perkawinan                   :     Belum nikah
         5.      Kewarganegaraan                   :     Indonesia
         6.      Suku / Ras                              :     Sunda
         7.      Agama                                    :     Islam
         8.      Hobi / Kegemaran                   :
         9.      Alamat tinggal                          :     Kp. Cioray RT 01/01 Desa Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi


B.     RIWAYAT PENDIDIKAN
JENJANG
NAMA SEKOLAH
TAHUN LULUS
TK
TK PGRI BINA PUTERA
1999
SD
SDN CIORAY
2005
SMP
SMPN 1 CIKEMBAR
2008
SMA
SMAN 1 CIBADAK
2011
PERGURUAN TINGGI
ITB
2015
:
C.     RIWAYAT KERJA
NAMA PERUSAHAAN
JABATAN
TAHUN
PT. PLN PERSERO
Engineer Pembangkitan
2015 s.d. 2016
PT. MICROSOFT
CEO Kelistrikan
2016 s.d. 2017

D.     PRESTASI / PIAGAM PENGHARGAAN
BIDANG / PERIHAL
PRESTASI
TAHUN
AKADEMIS
Lulusan terbaik
2015
INOVASI
Membuat robot terbaik dalam kontes robot teknisi indonesia
2016

Demikianlah riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya

Sukabumi, 20 September 2010


Andika Galih Priadi

================================================

Saya pernah ngetik file ini ternyataa... Saat jadi bocah SMA yang galau, september 2010 itu berarti kelas 3 semester 1.. Dan jadi teringat kembali bagaimana obsesi dulu, ragu menentukan jurusan untuk kuliah hingga akhirnya bisa terarah untuk menjadi 'ahli robot', saya cukup terobsesi dengan ITB..

2 jurusan yang saya incar adalah teknik fisika dan teknik elektro.. Hingga akhirnya saya mulai bermain imajinasi dengan membuat riwayat hidup arah kuliah, kerja kira-kira dimana, meskipun tidak tau apa-apa. Iseng-iseng namun sedikit menggelitik saya saat ini. Saya begitu ingin menjadi 'ahli robot' kala itu, dan dimana anak itu sekarang berkuliah? Di farmasi ternyata,, jurusannya.. UI universitasnya.. hahaha Ya cukup bertolak belakanglah.. Apakabar anak yang dulu ingin jadi 'ahli robot'?

Memang, Allah lah yang menghapus mimpi-mimpi kita dan menggantinya dengan jalan yang lain. Seindah-indah rencana kita, lebih indah rencana Allah untuk kita. 



Posted By Andika Galih Priadi3/27/2013

Naskah Drama Kelas X - Asal Usul Danau Toba

Filled under:


Sedikit bernostalgia dengan naskah lama dari drama bahasa Indonesia sepertinya, sewaktu X-3... Teman-teman X-3, apakabar kalian di tempat kalian masing-masing? Terutama Andri, Luphe, Mbong, Poppy, ingatkah kalian dengan ini?haha


“ Asal Usul Danau Toba”
Disusun Oleh :
Andri J. Laksana sebagai Pa Toba
Andika Galih P. sebagai Samosir
Lufita Aditya sebagai Putri
Juliana Limbong sebagai Perempuan 1
Poppy Aprilia S. sebagai Perempuan 2


Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hiduplah seorang petani bernama Pa Toba. Ia seorang petani yang hidup seorang diri dan rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Di suatu pagi yang cerah, petani itu pergi memancing di sungai.
Petani              :Ya Allah., Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar.

Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kail tersebut bergoyang-goyang lalu ia segera menarik kailnya.
Petani              :Terima kasih Tuhan, kau memberikanku ikan yang besar, dan ikan ini juga indah sekali. Sisiknya berwarna merah bersinar seperti emas. Hmmm…. Pasti nikmat sekali bila ku makan nanti..
Putri                :Tunggu, kau jangan memakan ku..! Aku bersedia menemanimu asal aku tidak kau makan.
Petani              : Oops….! Siapa yang bicara itu..?? Ada suara, tetapi.. tak ada orang.
Putri                :Ini, aku yang bicara.
Petani              :whaaat..??

Petani melepaskan kailnya tanpa sengaja dan ikan tersebut jatuh. Kemudian tidak berapa lama ikan tadi berubah menjadi seorang gadis yang cantik jelita.
Putri                :Jangan takut pak, aku juga manusia sama seperti engkau. Aku sangat berutang budi padamu karena kau telah menyelamatkanku dari kutukan Sang Dewata. Aku bersedia menjadi istrimu.
Petani              :Benarkah..??
Putri                :Tentu saja..
Petani              :Ngomong-ngomong., siapakah namamu?
Putri                :Namaku Putri, dan kau?
Petani              :Namaku Toba. Mari kita lekas pulang. Aku sudah tak sabar ingin memberitahukan bahwa kau telah menjadi istriku. Hahha…
Putri                :Tapi Toba, ada satu hal yang harus kau rahasiakan tentang diriku. Aku mohon kau tidak menceritakan asal usulku yang berasal dari ikan, karena jika masyarakat itu tahu akan hal tersebut pasti akan terjadi bencana besar yang melanda desa ini.
Petani              :Baiklah, percayakan semua ini padaku. Ayo kita pulang.

Lalu Pa Toba dan Putri pun pulang ke rumah. Saat mereka memasuki kampong Pa Toba, ada beberapa orang yang tidak suka akan kehadiran Putri.
Perempuan 1   :Hei inang, tahu tidak kau itu si Toba tadi ku tengok membawa pulang seorang cewe. Waah.. bodinya mantap.
Perempuan 2   :Baah…. Alaah, paling sic ewe itu dia guna-guna biar tertarik padanya. Kau kan tau si Toba itu BUPUK, alias Bujang Lapuk.
Perempuan 1   :Oh iyayah.. Pintar kali kau ini.
Perempuan 2   :Sudahlah, lekas kita pulang jijik aku melihatnya.

Sebenarnya Putri Mendengar hal tersebut, tetapi dia tidak langsung mengambil pusing. Mereka pun pulang ke rumah dan menjalankan kehidupan mereka layaknya sepasang suami istri. Pa Toba merasa bahagia dan tentram. Setahun kemudian, kebahagiaan Pa Toba dan Putri bertambah karena Putri melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Samosir. Samosir tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang sehat dan kuat, tetapi agak nakal. Ia mempunyai kebiasaan yang aneh, yaitu selalu merasa lapar dan ia juga selalu membuat jengkel kedua orangtuanya karena ia tidak pernah mau membantu pekerjaan orang tuanya.
Petani              :Ibu, mana makan siang untukku?
Putri                :Tadi sudah kusiapkan di atas…..
                         Wah Samosir, ke mana makanan tadi?
Samosir           :Sudah kuhabiskan bu.. kan saya ini masih dalam masa pertumbuhan. Sekarang pun sebenarnya aku masih lapar, tapi sudahlah.. aku pergi bermain dulu yaa bu.. dadah bapa…
Petani              :Samosir…!!!! Ah ibu ini selalu saja memanjakan dia, saya ini lapar bu..
Putri                :Sabar ya pak, ingatlah dia kan buah hati kita satu-satunya. Jangan sampai hal sepele seperti ini membuatmu emosi.
Petani              :Ya sudahlah buu.. Buatkan aku makanan sajalah.., perutku sudah lapar sekali.
Putri                :Tunggulah, aku akan membuatkannya.

Petani itu masih bisa menahan kesabarannya. Namun kesabaran seseorang itu pasti ada batasnya. Sampai suatu ketika petani tersebut tidak dapat menahan amarahnya.
Putri                :Samosir, Bantu ibu nak..
Samosir           :Apa sih buu.. aku sedang asyik bermain nih..
Putri                :Bawakan bekal ini untuk bapamu di sawah. Kasihan dia sudah menunggu.
Samosir           :Ah, ibu sajalah yang pergi.
Putri                :Ibu sedang masak Samosir. Cepatlah kau antarkan, nanti bapamu marah.
Samosir           :Ah ibu ini., menggangguku saja. Sini..!!

Dari awal Samoair memang sudah tidak berniat makanan tersebut. Sesampainya di pertengahan jalan.
Samosir           :Jalan ke sawah saja sudah membuatku lelah, lebih baik kumakan saja bekal bapa ini.

Tanpa sadar bekal tadi telah habis dimakan oleh Samosir. Lalu dengan perasaan tak bersalah, Samosir pun pulang dan melanjutkan permainannya. Bapanya yang sudah kepanasan dan kelaparan menunggu memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah.,
Petani              :Ibu, mana bekal makan siangku..? Kau siapkan tidak, Haah???
Putri                :Tadi kusuruh Samosir untuk mengantarkannya Pa. .
Petani              :Samosir, kemari kau..!!
Samosir           :Apa sih pa? Aku lagi asyik main nih..
Petani              :KAU KEMANAKAN BEKAL MAKAN SIANGKU ??
Samosir           :Aku makan pak.. Habisnya, perjalanan ke sawah membuatku lelah dan lapar..
Petani              :Anak tidak tau diuntung..!!! Tak tau diri…!! Dari tadi aku kelaparan menunggu makanan itu, dan sekarang makanan itu sudah habis… DASAR ANAK IKAN…!!!!
Samosir           :Ibu….,,,,,
Putri                :Cepat kau lari nak…..
                         Bapa, kau telah melanggar janji kita.
Petani              :Tapi aku tidak sengaja, aku sedang emosi. Maafkan aku Putri.
Putri                :Terserah apa katamu… Terimalah apa yang terjadi nanti..!!

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, seketika itu juga Samosir dan Putri hilang lenyap tanpa jejak dan bekas. Tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras, sehingga desa petani serta desa yang ada di sekitarnya terendam membentuk sebuah danau dan terdapat pulau kecil di tengahnya. Pulau itu kini dikenal dengan nama Pulau Samosir karena banyak orang beranggapan di sanalah Samosir berdiri untuk menyelamatkan diri, dan danau yang ada di sekitarnya disebut dengan Danau Toba yang merupakan desa di mana Pa Toba tinggal dan terkena rendaman air yang sangat deras itu.

Posted By Andika Galih Priadi3/27/2013

Thursday, March 14, 2013

Belajar Menulis PKM

Filled under:

Terbiasa menulis di blog ini tentunya sedikit mempengaruhi gaya penulisan dalam berbagai tulisan-tulisan terutama karya ilmiah. Terdapat perbedaan dalam cara penulisan karya ilmiah yakni lebih baku daripada tulisan pada umumnya. Itulah yang terjadi ketika saya mencoba membuat PKM GT kemarin. Ketika draft pkm tersebut direvisi oleh dosen, banyak kata "perbaiki kalimat!", atau kata-kata tidak penting yang dicoret seperti kata 'maka', 'dan', 'memang', dan sebagainya.

Penulisan karya tulis PKM tersebut, menyadarkan saya tentang perbedaan nyata. Saya sama sekali tidak terbiasa dengan penulisan-penulisan seperti itu, namun kemudian saya menemukan bahwa sepertinya hanya perlu mengefektifkan kata-kata yang digunakan saja. Lagipula, ketika menulis di blog, sebagian besar yang ditulis berupa tulisan-tulisan cerita, ekspresi dan sastra yang tidak mementingkan tentang aturan penulisan, yang diutamakan adalah makna dan keindahan serta kemenarikannya.

Saya menulis 2 pkm untuk PKM GT. Deadline pengumpulannya untuk FF itu hingga rabu malam (kemarin). 1 pkm ditulis oleh 5 anggota yang diketuai oleh Ima, dan anggotanya adalah ka basith, ka dessy, saya dan afina. PKM kedua juga ditulis oleh 5 anggota yang diketuai oleh Dini, dan anggotanya ada desti, hendriq, juju dan saya.

Ada sedikit kepuasan ketika mampu menyelesaikan PKM tersebut yang merupakan 2 PKM pertama yang dibuat 'sedikit' lebih serius. Dulu memang sempat menulis PKM sewaktu Maba, namun rasanya bahkan hanya sebatas copas-copas saja dari internet karena belum mengerti arti PKM serta aturan PKM yang sesungguhnya.

Belajar! Itu yang harus selalu menyemangati kita untuk terus mengembangkan kemampuan kita dalam menulis. Sebuah latihan awal untuk menulis, karena nanti pun tentu akan ditantang oleh penulisan skripsi yang sepertinya cukup menguras tenaga. Dimulai dari menulis PKM, mengajarkan kita untuk menulis karya tulis, menuangkan gagasan kita dalam sebuah tulisan. Apalagi jika gagasan kita itu kelak bisa direalisasikan dalam bentuk nyata yang merupakan buah dari ide kita untuk masyarakat. Tidakkah itu sebuah keberhasilan untuk bisa menjadi bermanfaat?

Seperti yang saya tangkap dari motivasi yang bang Jay sampaikan sewaktu SOMAP yang menyadarkan saya hal yang sempat saya lupakan. Saya ambil sebuah makna bahwa mimpi kita tentang kebermanfaatan yang lebih untuk sekeliling kita memang bagus, namun apalah arti dari kebermanfaatan jika kita tidak berusaha meningkatkan kapabilitas kita sebagai kita yang sekarang (mahasiswa). Dan saya harapkan melalui PKM ini, saya belajar meningkatkan kapabilitas saya dalam penuangan gagasan serta penulisan.


Posted By Andika Galih Priadi3/14/2013

Sunday, March 3, 2013

Membalas "Kau Luar Biasa"

Filled under:


Tatkala membaca tulisanmu di blogmu kawan
sebenarnya ku hanya bermaksud membaca tulisanmu
karya karya mu yang menarik dan hebat, yang tak pernah jemu untuk selalu dinikmati.
tetapi tak menyangka diri ini
ketika hampir di akhir tulisan itu, terbesit kata yang sangat familiar dengan diriku. ya namaku, entah perasaan apa yang mengguncang, bingung atau terharu atau malu.
Bingung, karena mengapa ada namaku disana. Padahal secara garis besar kau mengucapkan itu untuk keluarga BEM FF UI mu.
Terharu, karena namaku kau sandingkan dengan orang orang luar biasa lainnya seperti layaknya dirimu.
Dan malu, karena bagiku aku belum apa apa dibandingkan dengan yang lainnya. Dan aku masih butuh banyak pembelajaran dari yang lainnya.
Sungguh, sebenarnya bukan hanya diriku dan semua yang kau sebut adalah yang luar biasa. kau pun begitu. kau pun luar biasa. lebih luar biasa dari diriku. dan aku pun, yang kau bilang luar biasa ini, tak akan seperti ini tanpa bantuan dukungan yang lain, khususnya dirimu Kawan.
Terimakasih untuk menganggapku sebagai sahabatmu yang Luar Biasa.
Juga Bagimu, tetaplah Luar Biasa dan Menginsiprasi.
Salam,
Kawanmu yang tak tahu bagaimana mengungkapkannya dalam tulisan, karena tak tahu bagaimana caranya. Ku menulis ini karena spontanitas yang ketika ku tak menuliskannya sungguh sangat menyesal bagiku untuk tak membalasnya

=balasan seorang sahabat setelah membaca tulisan "kalian luar biasa"

Posted By Andika Galih Priadi3/03/2013