Saturday, June 29, 2013

Selama Ada Kesempatan

Filled under:

Mentari masih menunjukkan kecerahannya saat cerita itu dimulai. Saat itu kereta tiba di stasiun citayam. Ibu itu menaiki kereta, rambutnya terikat begitu meyakinkan. Kereta ekonomi yang menuju Bogor memang ramai penumpang, namun beruntung ibu itu masih bisa melihat sebuah kursi kosong tak berpenghuni. Ia pun duduk, raut mukanya tidak bisa ditebak. Posisinya dekat dengan pintu keluar, dan hanya terbatasi oleh seorang bapa di sampingnya. Ibu tersebut sedang mengandung, dan usia kandungannya sepertinya cukup besar. 

Setelah kereta kembali berjalan, kemudian tiba di stasiun bojong gede. Seperti biasanya, banyak penumpang yang mengantri untuk keluar dari kereta, tak banyak penumpang yang masuk ke dalam gerbong kala itu. Kereta masih diam, dan sirkulasi penumpang pun terhenti.

Kereta tiba-tiba berjalan perlahan. Tanpa diduga, seorang pria yang berdiri di pintu kereta menarik kalung dari ibu tersebut, dan pria tersebut langsung loncat. Sontak ibu itu pun berteriak, dan yang menarik perhatian penumpang lain. Apadaya, kereta sudah terlalu kencang, dan ibu itu pun kehilangan kalung berharganya. Sang bapa yang duduk di samping ibunya berusaha menenangkan dengan cerita. Dan dia pun menyesali, karena pria dari pintu tersebut, jelas sekali tangannya melewati muka bapa itu sebelum akhirnya mengambil ke arah kalung dari ibu itu.

Ketika dianalisa, copet tersebut sepertinya memang mencari mangsa. Dan ia mencari peluang. Kereta ekonomi pintunya tidak pernah tertutup sebelum berjalan, sehingga kesempatan itulah yang digunakan oleh pencopet untuk kabur, dan ketika dia turun di stasiun tersebut, tak akan ada yang tahu bahwa dia turun dengan kondisi sudah mencopte. Selain itu, yang turun waktu itu sekitar 3 orang, berarti memang mungkin dia tidak beraksi sendiri. Untuk pencopet yang seperti ini, perlu dihindari duduk di posisi dekat pintu terutama untuk ibu-ibu yang menggunakan perhiasan, atau memegang dompet, karena memang itulah sasarannya.

Sungguh menyedihkan. Bayangkan jika kalung yang ia pakai itu adalah tabungan untuk kelahiran anaknya yang tinggal beberapa minggu lagi. Matanya berkaca-kaca, ibu itu memegangi bekas kalungnya karena sepertinya sakit kena sedikit cakar dari tangan yang mengambil kalungnya itu. Kesalahannya adalah ibu itu menggunakan perhiasan di tempat-tempat rawan pencopetan terutama kereta ekonomi. 

Posisi waktu itu, saya menyender di perbatasan gerbong, dan ibu itu persis terlihat depan saya. Antara sedih, sedikit emosi, kasihan, dan tidak mengerti yang menghantui saya. Semoga ibu ditabahkan, semoga anak yang dalam kandungan tetap sehat bu :D

Kejadian : Kamis, 27 Juni 2013 sekitar pukul setengah 3 di kereta ekonomi ke Bogor.

Posted By Andika Galih Priadi6/29/2013

Sunday, June 23, 2013

Kembali Menyapa

Filled under:

Telah cukup lama tak menyapa dalam untaian kata yang penuh makna. Rasanya seperti kehilangan suatu hal yang bisa sedikit melegakan. Hanya sepucuk rindu yang berguguran dalam fase itu. Bahkan rasanya menuliskan sedikit hal pun begitu beratnya, begitu sulitnya, karena telah lama terdiam dalam keheningannya.

Lewat untaian kata ini, ingin kembali menyapa dunia. Masih ada kalimat yang bisa terucap meski tak seindah biasanya. Hanya ingin kembali mengetuk produktivitas kecil seorang penulis sederhana ini. 

1 bulan setengah tanpa sebuah tulisan, bukan karena waktu yang begitu padatnya hingga tak mampu meluangkan sedikit waktu untuk sedikit bercerita. Karena suatu hal yang sulit dituliskan dalam sebuah tulisan.

Apakah tulisan adalah sebuah karya? Dan jika menulis banyak maka itu disebut sebagai sebuah produktivitas? Sementara tulisan-tulisan itu hanya sebatas cerita-cerita sederhana... Maka semoga tidak adanya cerita tak berarti tidak adanya karya, karena cerita selalu ada namun tak selalu diceritakan.

Disaat waktu yang sama dihabiskan tanpa karya. Bagaimana kabar kalian, kabar mereka, yang setiap harinya dipenuhi prestasi? Waktu yang kita punya sama, 24 jam sehari. Namun kalian mampu mengkonversikannya dengan prestasi. Luar biasa! 

Semoga bisa mengikuti jejak kalian, dan semoga bisa selalu berkarya dan berprestasi!


Posted By Andika Galih Priadi6/23/2013