Sunday, July 12, 2015

Apa itu Bakteriosin?

Filled under:

Nisin - http://www.amtechbiousa.com/products/pics/Nisin.jpg

Bakteriosin merupakan peptida antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri yang dapat memberikan aktivitas inhibisi terhadap bakteri lain dengan kekerabatan yang dekat. Kekerabatan yang dimaksud dapat dilihat dari segi taksonomi seperti pada spesies yang berbeda namun masih merupakan genus yang sama. Bakteriosin merupakan senyawa antimikroba, namun tidak dapat memiliki aktivitas terhadap dirinya sendiri karena adanya protein imunitas yang diproduksi oleh bakteri bersamaan dengan sintesis bakteriosin ini. Mekanisme inhibisinya secara umum diketahui adanya pembentukan pori yang mengakibatkan sel bakteri lisis.

Bakteriosin biasa dimanfaatkan sebagai senyawa pengawet makanan. Produk bakteriosin yang sudah diproduksi secara massal contohnya adalah nisin, yang digunakan sebagai pengawet makanan. Nisin dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri pembusuk pada makanan namun aman ketika dikonsumsi karena ketika masuk ke dalam saluran pencernaan, nisin akan diurai oleh enzim protease. Pada perkembangan selanjutnya, bakteriosin dikembangkan sebagai alternatif dari antibiotik karena potensi aktivitasnya, tingkat toksisitas yang rendah dan spektrum aktivitas yang sempit.

Bakteriosin yang dipanen dari bakteri namun belum murni biasa disebut Bacteriocin-Like Inhibitory Substance, disebut demikian karena hasil panen berupa supernatan yang diperoleh masih terdapat protein-protein lain di dalamnya, sehingga jika diuji mengukur konsentrasi protein akan terlihat perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bakteriosin murni.

Bakteriosin diklasifikasikan menjadi 3 yaitu kelas I (Lantibiotik), kelas II (non lantibiotik) dan kelas III. Perbedaan utama dari ketiga kelas ini adalah pada ukuran molekul dari bakteriosin. Bakteriosin kelas I mempunyai ukuran molekul kurang dari 5 kDa, bakteriosin kelas II mempunyai ukuran kurang dari 10 kDa dan bakteriosin kelas III mempunyai ukuran molekul lebih dari 30 kDa.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bakteriosin, silahkan membaca buku atau jurnal yang membahas mengenai ini.

Posted By Andika Galih Priadi7/12/2015